Blak-blakan Walhi Soal Biang Kerok Banjir Kalsel BREAKING NEWS: Usai Pasukan Katak, Giliran Paskhas Mendarat di Kalsel Meletus! Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas Sejauh 4,5 Kilometer Edan! 2 Pria Pembawa Sabu 11 Kg Tertangkap di Duta Mall Licin, Bos Travelindo Terduga Penipu Jemaah DPO Sejak Tahun Lalu

Imbas Covid-19, Pembangunan Jembatan Alalak Gagal Selesai Lebih Cepat

- Apahabar.com Jumat, 24 April 2020 - 17:30 WIB

Imbas Covid-19, Pembangunan Jembatan Alalak Gagal Selesai Lebih Cepat

Kendati pekerjaan tetap berlangsung, Jembatan Alalak I tampaknya urung selesai Desember 2020. Foto-apahabar.com/Bastian Alkaf

apahabar.com, MARABAHAN – Relaksasi anggaran untuk penanganan Covid-19, juga ikut mempengaruhi pembangunan Jembatan Alalak I yang sempat ditarget rampung Desember 2020.

Mulai dikerjakan sejak akhir 2018, progres Jembatan Alalak yang menggunakan sistem cable stayed ini sudah mencapai tahap pengecoran pylon atau menara utama.

Begitu pylon selesai dibikin, pekerjaan selanjutnya adalah pembangunan bentang utama sepanjang 300 meter dan lebar 20 meter.

Seiring progres yang berlangsung mulus, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah XI Banjarmasin sempat yakin jembatan dapat dirampungkan Desember 2020, atau dua bulan sebelum jatuh kontrak.

Namun target tersebut harus direvisi. Penyebabnya adalah penanganan penyebaran Covid-19 yang membuat anggaran negara dikurangi.

“Terkait Covid-19, hampir semua kementerian mengalami pengurangan anggaran dengan kisaran 40 sampai 50 persen,” papar Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Kalimantan Selatan, Budianto, Jumat (24/4).

“Sebenarnya bukan dipotong, tapi direlaksasi dan dipindahkan ke dalam anggaran 2021. Namun imbasnya Jembatan Alalak yang ditargetkan selesai Desember 2020, akhirnya mundur menjadi 2021,” imbuhnya.

Kendati tidak memenuhi target, pengunduran target tak menyalahi ketentuan. Sesuai dengan kontrak, jembatan tersebut sudah benar-benar rampung Maret 2021.

“Kami percaya pembangunan tetap sesuai kontrak. Terlebih pekerjaan terus berlangsung, meski dana yang tersedia dikurangi,” beber Budianto.

Oleh karena bekerja dengan perbedaan anggaran, BBPJN enggan menekan kontraktor pelaksana untuk merampungkan pekerjaan di akhir Desember 2020.

“Kecuali kekurangan Rp1 miliar, mungkin kami bisa meminta bantuan kontraktor. Masalahnya kekurangan yang mesti ditutupi mencapai sekitar Rp30 miliar,” tegas Budianto.

Konstruksi Jembatan Alalak I diproyeksikan menelan dana senilai Rp278 miliar yang beradal dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

KSO PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan PT Pandji ditunjuk sebagai kontraktor pelaksana dengan skema pekerjaan tahun jamak.

Dipersiapkan mencapai masa fungsi 100 tahun, Jembatan Alalak I dapat dilintasi kendaraan dengan tonase maksimal 10 ton.

Memiliki panjang 850 meter dengan empat lajur dalam dua jalur, jembatan tersebut menggantikan Jembatan Kayu Tangi yang sudah berusia 30 tahun.

Reporter: Bastian Alkaf
Editor: Syarif

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Sudah Dua Pekan, Bandara Beringin Tutup Jadwal Penerbangan
apahabar.com

Kalsel

Stok Darah di PMI Kosong, Ibnu Sina Perintahkan ASN Banjarmasin Segera Donor
apahabar.com

Kalsel

Alalak Tengah Diamuk Api: Puluhan Jiwa Ngungsi, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta
apahabar.com

Kalsel

Korban Kebakaran di Binuang Langsung Terima Paket Bantuan dari BPBD Tapin
apahabar.com

Kalsel

Update Haul Guru Sekumpul ke-14; Dihadang Mendung dan Gerimis, Jemaah Terus Berdatangan

Kalsel

VIDEO: Nge-prank Pocong, 9 Remaja di Tanbu Diamankan Polisi
apahabar.com

Kalsel

Bangkitkan BUMDes, Balatmas Banjarmasin Latih SDM Desa Bartim
apahabar.com

Kalsel

PLN Pertahankan Tarif Dasar Listrik Semua Golongan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com