Viral Korban Banjir Kalsel Lahirkan di Jukung, Nama Anaknya Unik Malam Ini, Mata Najwa Kupas Biang Kerok Banjir Kalsel Banjir Kalsel Makan Korban Lagi, Bocah Hilang di Siring Banjarmasin Di Balikpapan, Ayah Ditangkap Gegara Anak Jual Tisu Link Live Streaming Mata Najwa Malam Ini, Kupas Tuntas Banjir Kalsel

Indonesia Siap Produksi 16.000 APD Standar WHO Per Hari

- Apahabar.com Rabu, 15 April 2020 - 20:23 WIB

Indonesia Siap Produksi 16.000 APD Standar WHO Per Hari

Sebagai garda terdepan dalam memerangi virus Corona Covid-19, petugas medis membutuhkan alat pelindung diri (APD) yang memadai. Foto-Istimewa via Liputan6.com

apahabar.com, JAKARTA – Industri dalam negeri di Indonesia dalam waktu dekat mampu memproduksi 16.000 alat pelindung diri (APD) yang sesuai dengan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Ini merupakan hasil kerja sama lintas kementerian dan perusahaan swasta.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang dalam konferensi pers secara virtual usai rapat terbatas di Jakarta, Rabu, mengatakan pihaknya melalui Balai Besar Tekstil Kementerian Perindustrian sudah bekerja sama dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Kemudian kerja sama itu juga diperluas dengan melibatkan Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API).

“Maka sudah mampu kita produksi APD yang sesuai standar WHO. Sudah disesuaikan standar WHO. Dalam waktu dekat bisa produksi 16 ribu per hari.” katanya usai rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo melalui konferensi video mengenai optimalisasi industri dalam negeri untuk penanganan Covid-19.

Di tengah situasi pandemi, APD menjadi fasilitas pelindung utama bagi para dokter tenaga medis yang merupakan garda terdepan dalam menangani COVID-19. APD layanya kebutuhan utama bagi paramedis.

Indonesia sempat mengalami kekurangan stok APD dan memicu dampak buruk pada keselamatan dokter dan tenaga medis.

Banyak tenaga medis dan dokter yang menggunakan alat pelindung seadanya dan tidak layak seperti halnya penggunaan jasa hujan. Hal itu karena kurangnya pasokan APD saat situasi pandemi COVID-19 sudah terjadi.

Saat membuka rapat terbatas, Presiden menyampaikan ketersediaan alat kesehatan, obat-obatan dan bahan baku farmasi di tengah situasi pandemi COVID-19 ini harus dipastikan cukup untuk saat ini, dan untuk beberapa waktu ke depan. Hal itu juga menyangkut ketersediaan APD bagi dokter dan tenaga medis.

Pasalnya, saat ini terdapat 213 negara di dunia yang terdampak pandemi COVID-19. Banyak negara di dunia saling memperebutkan pasokan alat kesehatan dan barang farmasi guna mengatasi wabah penyakit yang menyerang saluran pernafasan itu.

Kepala Negara meminta jajaran menteri dan pimpinan lembaga untuk mengevaluasi kembali seluruh potensi sumber daya industri domestik seperti industri bahan baku obat farmasi, industri Alat Perlindungan Diri (APD), masker, ventilator dan lainnya.

“Kita harus melihat kembali seluruh potensi sumber daya yang kita miliki di negara kita terutama industri dalam negeri kita,” kata Jokowi.

Presiden juga mengingatkan bahwa ekspor barang terkait penanganan COVID-19 harus dilakukan selektif karena perlu mengutamakan kebutuhan domestik terlebih dahulu. Selain itu impor bahan baku untuk membuat alat kesehatan dan barang farmasi untuk menangani COVID-19 harus dipermudah.

Editor: Apriannoor

Editor: rifad - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

WNI di Korsel Hanya Menunggu Seminggu untuk Berhaji
apahabar.com

Nasional

Jokowi: Tidak Korupsi karena Takut Tuhan, Takut Neraka!
apahabar.com

Nasional

Update Hasil Situng KPU per 22 April 10.45 WIB Jokowi-Ma’ruf Amin Masih Unggul Sementara
apahabar.com

Nasional

PNS Silakan Cek Rekening, Gaji Ke-13 Cair Hari Ini
apahabar.com

Nasional

JK Tolak Usulan Pengelolaan Zakat Layaknya Pajak
apahabar.com

Nasional

Long Weekend, Peziarah di Makam Bung Karno Dibatasi
apahabar.com

Nasional

KPK OTT Bupati Mesuji Terkait Proyek PUPR
apahabar.com

Nasional

Polisi Panggil 45 Artis yang Terlibat Prostitusi Online
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com