Pascabanjir Kalsel, Wamen LHK Siapkan 5 Aspek Pemulihan Lingkungan Update Covid-19 Tanbu: Sembuh 1 Orang, Positif Nihil 6 Preman Kampung Pemeras Warga di Jalan Nasional Kalsel-Kaltim Disikat Polisi Pasangannya Meninggal, Rahmad Masud: Saya Masih Nggak Nyangka, Ini Seperti Mimpi Wawali Terpilih Meninggal, Begini Penjelasan RSP Balikpapan

Iuran BPJS Kesehatan Masih Mahal, Menunggu Revisi Perpres Baru

- Apahabar.com Kamis, 16 April 2020 - 13:46 WIB

Iuran BPJS Kesehatan Masih Mahal, Menunggu Revisi Perpres Baru

Pelayanan peserta JKN di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Barabai. Foto-Reza for apahabar.com

apahabar.com, BARABAI – BPJS Kesehatan belum menerapkan pembayaran iuran baru pasca putusan Mahkamah Agung (MA) per Februari 2020 tadi.

Sebelumnya per Januari 2020, BPJS Kesehatan memberlakukan tarif baru pemabayaran iuran yakni, yakni Rp160 ribu untuk kelas I, Rp110 ribu untuk kelas II, dan Rp42ribu untuk kelas III.

Seiring perjalanannya, MA mengabulkan judical review Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019 tentang Jaminan Kesehatan.

Dengan dibatalkannya Pasal 34 pada Perpres itu, maka iuran BPJS kembali ke iuran semula yakni, Rp 25.500 untuk kelas 3, Rp 51 ribu untuk kelas 2 dan Rp 80 ribu untuk kelas 1. Namun hingga sekarang, iuran yang masih diberlakukan yakni, sesuai tarif baru per Januari 2020 itu.

Hal itu diungkapkan salah satu warga HST, Husaini. Dia membeberkan masih membayar iuran sesuai dengan tarif baru awal Januari tadi.

“Tadi saya bayar (iuran-red) milik mertua tetap naik (mengkuti tarif baru per Januari 2020),” kata Husaini.

Dikonfirmasi Kepala BPJS Kesehatan Cabang Barabai, Chohari mengatakan pihaknya masih menunggu revisi dari Perpres yang baru.

“Karena aturan yang dibatalkan Perpres, maka kita tunggu pemberlakuannya yang baru dan ketentuan pembatalan iuran hanya berlaku untuk peserta mandiri saja,” kata Chohari, usai penandatangan MoU dengan Kejari HST, Rabu (15/4).

Humas BPJS Kesehatan, Reza menambahkan, keputusan MA selaku pihak pengadil memutuskan iuran yang dibatalkan hanya segmen dari peserta mandiri.

“Karena Perpres terbarunya belum ada, iuran saat ini masih pakai yang lama. Misalnya yang kelas 1 masih membayar Rp60 ribu,” kata Reza.

Terkait mekanisme apakah iuran yang dibayar per Januari 2020 hingga kini akan dikembalikan, Reza menyebutkan juga tergantung Perpres baru.

“Apakah itu dikembalikan sebagai saldo atau bagaimana nantinya, kita tunggu Perpresnya yang sebentar lagi rilis,” ujar Reza. “Nanti kalau sudah ada pemberitahuan tentang penerapan iuran yang baru pasti kami infokan segera.”

Reporter: HN Lazuardi
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: rifad - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Truk Tronton Terbakar Hebohkan Warga Antasan Bondan!
apahabar.com

Kalsel

Lagi, TNI AL Bersama Jhonlin Group Bagi Sembako di Pesisir Pulau Laut
FDO Kalsel

Kalsel

Kolaborasi dengan Mapala Stienas, FDO Kalsel Galang Bantuan untuk Korban Banjir
apahabar.com

Kalsel

Lagi, Adaro Bantu Ventilator untuk Satgas Covid-19 di Tabalong
apahabar.com

Kalsel

Tiga Kapal DLU Disiapkan untuk Arus Mudik di Batulicin
apahabar.com

Kalsel

Ke Pasar Antasari, Staf Khusus Mendag: Harga Bawang Segera Normal
apahabar.com

Kalsel

Pedagang Setuju Relokasi Di Mitra Plaza
apahabar.com

Kalsel

Bantah Jual-Beli Jabatan, Paman Birin: Kalau Masih Ada Terlalu!
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com