Usai Kios Pasar Kuripan Dibongkar, Pemkot Banjarmasin Incar Ruko dan TPS Veteran BMW M1 milik mendiang Paul Walker “Fast and Furious” Dilelang Rumdin Kepala Kemenag HSU Ambruk ke Air, Begini Nasib Penghuninya 2 Segmen Rampung, Jembatan Bailey Pabahanan Tala Sudah Bisa Dilewati Kenakan Sarung, Mayat Gegerkan Warga Ratu Zaleha Banjarmasin

Jenazah Covid-19 Ditolak Warga, Habib Banua: Dia Syahid

- Apahabar.com Sabtu, 11 April 2020 - 17:15 WIB

Jenazah Covid-19 Ditolak Warga, Habib Banua: Dia Syahid

Warga melakukan aksi menutup jalan menuju ke pemakaman Macanda di Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Kamis (2/4/2020). Foto-Antara

apahabar.com, BANJARMASIN – Penolakan pemakaman jenazah terinfeksi Covid-19 tengah menghantui di tengah pandemi saat ini. Masyarakat kerap dirundung kecemasan akan adanya potensi penularan Corona dari pasien yang wafat itu. Jenazah pun menjadi terlantar.

Tiap-tiap daerah punya cerita tersendiri. Yang paling bikin mengernyitkan dahi, sebuah video viral memperlihatkan warga melempari batu ke arah petugas pemakaman jenazah korban Corona.

Saat mengangkat jenazah tiba-tiba seorang warga melempar batu ke arah petugas. Dalam video itu tampak beberapa petugas medis mengenakan alat pelindung diri (APD) terlihat kepayahan membendung penolakan warga.

Anggota DPD RI Habib Abdurahman Bahasyim miris akan keberingasan warga itu. Senator asal Kalimantan Selatan ini meminta agar penolakan seperti demikian disudahi.

“Masyarakat harusnya berempati karena jenazah yang sudah positif maupun PDP Corona yang meninggal maka itu termasuk jenazah yang mati syahid,” ujar Habib Banua, sapaan akrabnya kepada apahabar.com, Sabtu (11/4).

Imbauan itu disampaikannya mengacu protokol kesehatan dan unsur syariat agama. Warga yang meninggal dunia karena Corona sudah pasti melalui prosedur tetap pemulasaraan. Kecuali dijemput paksa olah pihak keluarga.

Lantas mengapa disebut sebagai mati syahid?

“Korban yang meninggal karena wabah Corona merupakan syahid akhirat. Seperti dalam satu hadis, wa man mata fit tha’un fahuwa syahid,” jelas dia.

Selain itu Habib Banua juga meminta jangan ada lagi anggapan miring atau stigma terhadap para petugas medis yang menangani pasien atau jenazah Covid-19.

Seharusnya, lanjut dia, yang mestinya mendapat stigma adalah masyarakat atau keluarga yang memaksa membawa pulang jenazah. Langkah salah itu dinilainya malah akan berdampak pada penularan ke keluarga dan masyarakat setempat.

“Jadi stigma ini harusnya begitu. Bahwa seluruh RT/RW maupun perangkat di daerah sigap bila ada pasien positif dibawa pulang paksa dan dilakukan penatalaksanaan jenazahnya oleh keluarganya. Jadi jangan dibalik,” ucapnya.

Pengurusan jenazah pasien Corona dilakukan dengan protokol kesehatan yang sangat ketat sesuai dengan standar WHO dan unsur syariat atau tata cara agama.

Pedoman mengurus jenazah Covid-19 yang dirilis MUI pada Jumat itu menegaskan kembali ketentuan Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020 angka 7.

Dalam ketentuan itu, kata dia, mengatur soal pengurusan jenazah terpapar Corona. Terutama dalam memandikan dan mengafani.

“Semua harus dilakukan sesuai protokol medis dan dilakukan oleh pihak yang berwenang dengan tetap memperhatikan ketentuan syariat,” terangnya.

Sedangkan untuk menyalatkan dan menguburkannya dilakukan sebagaimana biasa dengan tetap menjaga jarak agar pelayat tidak terpapar Corona.

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Sukses Wujudkan ZI dan WBK, Polres Tabalong Bidik WBBM
apahabar.com

Kalsel

Masif, Polres HSU Disiplinkan Masyarakat dalam Pencegahan Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Noormiliyani Prihatin, Batola Keluar Sepuluh Besar KLA

Kalsel

Tambang Longsor di Kotabaru, Dua Korban Dievakuasi
apahabar.com

Kalsel

Blak-blakan Kepala BNN HSU: Pengedar Lebih Aman Beraksi dari Penjara
apahabar.com

Kalsel

Santuni Yatim Piatu, SMAN 1 Sungai Loban Bagikan Paket Sembako
apahabar.com

Kalsel

Kalimantan Selatan Masih Diguyur Hujan
apahabar.com

Kalsel

Hari Ke-6 Penerapan Perbup Tanah Laut Berjalan Lancar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com