Ibadah Ramadan di Banjarbaru Diperbolehkan dengan Prokes, Petasan Jangan! Bawaslu Kalsel Tanggapi Santai Aduan Denny Indrayana ke Pusat Kronologi Lengkap Penemuan Jasad Tak Utuh di Gang Jemaah II Banjarmasin Mudik Dilarang, Terminal Pal 6 Banjarmasin Tutup Rute Antarkabupaten-kota Mudik Ramadan Dilarang, Pertamina Kalimantan Tambah 3 Persen Pasokan Gas

Jokowi: Beberapa Bahan Pokok Defisit di Sejumlah Provinsi

- Apahabar.com Selasa, 28 April 2020 - 16:35 WIB

Jokowi: Beberapa Bahan Pokok Defisit di Sejumlah Provinsi

Ilustrasi - Presiden Jokowi saat meninjau Gudang Bulog di Kelapa Gading, Rabu (18/03). Foto-Biro Pers Setpres/aa via Antara

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjabarkan beberapa bahan pokok yang stoknya mengalami defisit di sejumlah provinsi, di antaranya adalah gula pasir yang defisit di 30 provinsi dan bawang putih defisit di 31 provinsi.

Dari penjabaran Presiden Jokowi, stok gula pasir dan bawang putih mengalami defisit di paling banyak provinsi, dibanding komoditas pokok lainnya.

Dalam rapat terbatas secara konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (28/04), Jokowi juga mengungkapkan stok kebutuhan pokok lainnya seperti beras yang defisit di tujuh provinsi, jagung defisit di 11 provinsi, cabai besar defisit di 23 provinsi, cabai rawit defisit di 19 provinsi, bawang merah defisit di satu provinsi, sedangkan telur ayam defisit di 22 provinsi.

“Sedangkan stok untuk minyak goreng diperkirakan cukup untuk 34 provinsi, tapi untuk stok gula pasir diperkirakan defisit di 30 provinsi dan stok bawang putih diperkirakan defisit di 31 provinsi,” kata Jokowi dalam rapat terbatas mengenai “Lanjutan Pembahasan Antisipasi Kebutuhan Pokok”.

Jokowi meminta jajaran kementerian, lembaga dan pemerintah daerah untuk menghitung secara cermat kebutuhan bahan pokok di setiap provinsi. Perlu ada pemetaan yang jelas mengenai provinsi yang surplus dan provinsi yang defisit.

Dengan begitu provinsi yang surplus dapat memasok bahan pokok ke provinsi yang defisit. Untuk kelancaran hal itu, Jokowi juga meminta distribusi bahan pokok agar dipastikan lancar. Penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jangan sampai mengganggu kelancaran arus logistik.

“Saya akan cek terus ini, karena dengan penerapan PSBB dari beberapa provinsi, beberapa kabupaten/kota, memang saya mendengar ada 1-2 (daerah) yang sudah mulai terganggu, terutama yang berkaitan dengan transportasi pesawat,” ujarnya.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Alasan Jokowi Dianugerahi Asian of The Year 2019 oleh The Times

Nasional

Habib Rizieq Tiba Pagi Ini, Mahfud: Aparat Tak Usah Berlebihan
Banjir Bandang

Nasional

Dahsyatnya Banjir Bandang NTT; 44 Jiwa Tewas, 24 Hilang, Ratusan Mengungsi

Nasional

Satu Anggota Kelompok Bersenjata di Papua Tewas Usai Kontak Tembak dengan TNI
apahabar.com

Nasional

Heboh, Bayi asal Tanah Bumbu Ini Diberi Nama Jokowi Amin
apahabar.com

Nasional

JPU Hadirkan Saksi Mahkota Dalam Persidangan Nunung
apahabar.com

Nasional

Suara Misterius di Pantura, AirNav: Suara Pesawat
apahabar.com

Nasional

Andika Kangen Band Ditangkap, Kasat Pol PP Angkat Bicara
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com