Video Viral Pria Bawa Jenazah Ibunya Pakai Motor di Atas Bronjong, Sang Perekam pun Ketakutan! Video Detik-detik Mobil Tabrak Gerbang Masjidil Haram Mekkah dengan Kecepatan Tinggi Video Viral Rombongan Klub Harley Keroyok 2 Anggota TNI, Polisi Melerai Dicuekin, Ini Gara-garanya Biang Kebakaran Hebat di Patmaraga Kotabaru Mulai Terungkap Nasib Terkini 505 Warga Korban Kebakaran di Patramarga Kotabaru

Jokowi: Beberapa Bahan Pokok Defisit di Sejumlah Provinsi

- Apahabar.com Selasa, 28 April 2020 - 16:35 WIB

Jokowi: Beberapa Bahan Pokok Defisit di Sejumlah Provinsi

Ilustrasi - Presiden Jokowi saat meninjau Gudang Bulog di Kelapa Gading, Rabu (18/03). Foto-Biro Pers Setpres/aa via Antara

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjabarkan beberapa bahan pokok yang stoknya mengalami defisit di sejumlah provinsi, di antaranya adalah gula pasir yang defisit di 30 provinsi dan bawang putih defisit di 31 provinsi.

Dari penjabaran Presiden Jokowi, stok gula pasir dan bawang putih mengalami defisit di paling banyak provinsi, dibanding komoditas pokok lainnya.

Dalam rapat terbatas secara konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (28/04), Jokowi juga mengungkapkan stok kebutuhan pokok lainnya seperti beras yang defisit di tujuh provinsi, jagung defisit di 11 provinsi, cabai besar defisit di 23 provinsi, cabai rawit defisit di 19 provinsi, bawang merah defisit di satu provinsi, sedangkan telur ayam defisit di 22 provinsi.

“Sedangkan stok untuk minyak goreng diperkirakan cukup untuk 34 provinsi, tapi untuk stok gula pasir diperkirakan defisit di 30 provinsi dan stok bawang putih diperkirakan defisit di 31 provinsi,” kata Jokowi dalam rapat terbatas mengenai “Lanjutan Pembahasan Antisipasi Kebutuhan Pokok”.

Jokowi meminta jajaran kementerian, lembaga dan pemerintah daerah untuk menghitung secara cermat kebutuhan bahan pokok di setiap provinsi. Perlu ada pemetaan yang jelas mengenai provinsi yang surplus dan provinsi yang defisit.

Dengan begitu provinsi yang surplus dapat memasok bahan pokok ke provinsi yang defisit. Untuk kelancaran hal itu, Jokowi juga meminta distribusi bahan pokok agar dipastikan lancar. Penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jangan sampai mengganggu kelancaran arus logistik.

“Saya akan cek terus ini, karena dengan penerapan PSBB dari beberapa provinsi, beberapa kabupaten/kota, memang saya mendengar ada 1-2 (daerah) yang sudah mulai terganggu, terutama yang berkaitan dengan transportasi pesawat,” ujarnya.(Ant)

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Benny Mamoto Didapuk Jadi Ketua Harian Kompolnas dan Poengky Indarti Jubir
apahabar.com

Nasional

Diundang Raja Salman ke Arab Saudi, Jokowi Sempatkan Ibadah Umrah di Tanah Suci
Rusia dan China Bekerja Sama Kembangkan Vaksin Antivirus Corona

Nasional

Rusia dan China Bekerja Sama Kembangkan Vaksin Antivirus Corona
apahabar.com

Nasional

Awal Musim Hujan Diprakirakan Akhir November
apahabar.com

Nasional

Tindaklanjuti Pemindahan Ibu Kota, Watimpres Datangi Polda Kalteng
apahabar.com

Nasional

Anggota Komisi IX DPR RI Apresiasi Pemerintah Tetapkan Batas Maksimal Biaya Swab Test
apahabar.com

Nasional

‘Berambangan’ dengan Istri, Malah Nenek Sendiri Diperkosa
apahabar.com

Nasional

Pemilu 2019 di Kalsel, 8 KPPS Meninggal dan 64 Tumbang !
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com