Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel

Jokowi: Pastikan Seluruh Harga Bahan Pokok Terjangkau

- Apahabar.com Selasa, 21 April 2020 - 14:46 WIB

Jokowi: Pastikan Seluruh Harga Bahan Pokok Terjangkau

Ilustrasi - Sejumlah petani memasukan gabah ke dalam karung usai dipanen dengan mengunakan traktor bantuan dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikulutura Pemkab Kolaka di areal persawahan Samaturu, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan instansi terkait lainnya untuk memastikan agar seluruh harga kebutuhan pokok terjangkau oleh seluruh masyarakat.

“Ini yang masih naik beras, mulai naik sedikit. Harga gula tidak bergerak sama sekali, justru malah naik jadi Rp 19.000 per kilogram, bawang bombai, bawang putih juga belum turun. Saya tidak tahu apakah dari Kementerian Perdagangan sudah melihat lapangannya bahwa ini belum bergerak,” kata Jokowi saat membuka rapat terbatas melalui telekonferensi dari Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (21/04).

Menjelang Ramadan pada akhir April 2020 ini, Jokowi meminta tidak ada kenaikan harga bahan pokok. Menteri dan pimpinan lembaga terkait diminta Kepala Negara untuk selalu memeriksa ke lapangan guna mengetahui pergerakan harga barang.

“Kita harus jaga betul-betul agar harga bahan-bahan pokok terjangkau rakyat, jangan sampai terjadi kenaikan,” ujar Kepala Negara.

Hingga pekan kedua April 2020, Jokowi mencermati harga beberapa kebutuhan pokok mengalami kenaikan seperti daging sapi, cabai rawit, cabai merah, bawang merah, bawang putih, dan gula. Sementara harga kebutuhan pokok yang menurun adalah daging ayam.

Dia juga mengaku heran mengenai kenaikan harga beras. Padahal harga gabah kering mengalami penurunan. Jokowi mencurigai terjadi alur rantai perdagangan yang tidak semestinya, sehingga merugikan masyarakat kecil dan petani.

“Saya juga melihat di lapangan harga gabah kering turun lima persen, tapi berasnya naik 0,4 persen. Ini ada apa? Tolong lapangannya diperiksa betul, pasti ini ada masalah. Kalau harga gabah kering turun, mestinya harga berasnya juga ikut turun. Ini petani tidak dapat untung, tapi harga beras naik, masyarakat dirugikan. Yang untung siapa dicari,” ujar Jokowi.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Kiki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Nadiem Sederhanakan Persyarat Bantuan Kuota Internet, Simak Rinciannya
Kobar

Nasional

UPDATE Serpihan Misterius di Kobar Diduga Badan Pesawat
apahabar.com

Nasional

Imlek 2019: TNI-Polri Terjunkan 5 Ribu Lebih Personel Gabungan
apahabar.com

Nasional

Sekelumit Peran BRG di Kalsel, Lembaga yang Bakal Dibubarkan Jokowi
apahabar.com

Nasional

Terdampak Pandemi, Kemendikbud Bantu Sekolah Swasta dengan Dana BOS
apahabar.com

Nasional

Penyelundupan 245 Ribu Baby Lobster Senilai Rp 37 M ke Singapura Berhasil Digagalkan
apahabar.com

Nasional

Masjid dan TPA di Banyumas ‘Dikotori’ Orang Tak Dikenal, Alquran Dibuang ke Sumur
apahabar.com

Nasional

Subuh, 10 Adegan Penyerangan Novel Direkonstruksi Polisi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com