Update Covid-19 Tanbu: Sembuh 1 Orang, Positif Nihil 6 Preman Kampung Pemeras Warga di Jalan Nasional Kalsel-Kaltim Disikat Polisi Pasangannya Meninggal, Rahmad Masud: Saya Masih Nggak Nyangka, Ini Seperti Mimpi Wawali Terpilih Meninggal, Begini Penjelasan RSP Balikpapan Respons Pemprov, Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Kalsel

Kecuali Jasa Pengantar, Warga Batola Diingatkan Tak Mendekati Tugboat Batu Bara

- Apahabar.com Selasa, 14 April 2020 - 16:54 WIB

Kecuali Jasa Pengantar, Warga Batola Diingatkan Tak Mendekati Tugboat Batu Bara

Agar tak menimbulkan polemik berkepanjangan, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Selatan meminta komitmen kesejahteraan masyarakat sekitar tambang. Foto: Dok.apahabar.com

apahabar.com, MARABAHAN – Menekan risiko penyebaran Covid-19, warga Barito Kuala di pesisir Sungai Barito diingatkan menjaga jarak dengan Anak Buah Kapal (ABK) dari tug boat pengangkut batubara.

Lalu-lintas tongkang batu bara di Sungai Barito di tengah pandemi Covid-19, tak urung dirisaukan warga Batola.

Dikhawatirkan ABK yang sebagian besar berasal dari luar Kalimantan Selatan itu turun ke darat untuk membeli berbagai kebutuhan, ketika tug boat sedang bersandar.

“Tentu saja kami was-was, kalau ABK dibiarkan berbaur dengan masyarakat. Lagipula kami tak mengetahui kondisi kesehatan mereka,” cetus Muslimah, warga Marabahan di pesisir Sungai Barito.

“Kami hanya berharap instansi terkait lebih ketat melakukan pengawasan, terutama dalam masa penyebaran Covid-19,” imbuhnya.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Batola, Syamsul Arifin, memastikan arus tongkang batu bara dan aktivitas ABK sudah ditetapkan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banjarmasin.

“Sesuai ketetapan itu, ABK diimbau tak turun dari kapal dan berbaur dengan masyarakat. Sementara semua kebutuhan ABK dikirim oleh agen ke kapal,” jelas Samsul, awal pekan tadi.

“Kalau sudah menyerahkan pesanan, agen tersebut juga harus langsung meninggalkan kapal. Masyarakat lain di pesisir sungai juga diimbau untuk tak sengaja mendekati tugboat,” imbuhnya.

Tidak hanya tug boat yang berlalu-lalang. ABK dari tug boat yang mengisi batu bara di pelabuhan PT Talenta Bumi di Kecamatan Bakumpai, juga tak dianjurkan berkeliaran.

“Dari hasil pengawasan, PT Talenta sudah melarang ABK setiap tongkang yang loading batu bara untuk turun ke darat,” sahut Kartayudi, Camat Bakumpai.

“Bahkan selama loading yang memakan waktu sekitar 10 jam, makanan dan kebutuhan lain sudah tersedia dalam tug boat,” imbuhnya.

Aturan tersebut mau tak mau harus ditaati perusahaan ekspedisi batu bara, “Seandainya salah seorang ABK positif, masa depan perusahaan bersangkutan bisa ikut terganggu juga,” tandas Kartayudi.

Reporter: Bastian Alkaf
Editor: Syarif

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Buka HKSN 2019 di Kalsel, Wapres Bicara Intoleransi dan Ketimpangan Sosial

Kalsel

Duel Maut di Sungai Tabuk, Pria Tewas di Tangan Suami Mantan
apahabar.com

Kalsel

BI Kalsel Beri Bantuan APD untuk Tim Medis Melalui IDI Kalsel
apahabar.com

Kalsel

40 Orang Lagi Tertular Covid-19, Balangan Penyumbang Tertinggi
apahabar.com

Kalsel

Dinsos Berharap Ketua RT Mampu Jadi Filter Pendataan Warga Miskin
apahabar.com

Kalsel

Breaking News: Satu Pejuang Medis di Kotabaru Terpapar Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Anggaran Pendidikan Merosot Tiap Tahun
apahabar.com

Kalsel

Stok 5,5 Kg Terbatas, Alasan ASN Batola Masih Pakai Gas Melon
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com