Tragis, Petani Tabalong Tersambar Petir Sepulang Tanam Padi Ssttt.. Rampok Tanah Laut Lolos dari Penyekatan di Hutan Samboja Alasan H2D Kembali Tolak Hasil Rekapitulasi PSU di Banjarmasin Heboh Buronan Kalsel Kabur ke Hutan Samboja, Ternyata Rampok Tanah Laut Batal Tender Jalan di Batola, CV Ridho Menang Gugatan PTUN

Kelas Kata Ramadan, Ruang Belajar Menulis Online di Tengah Pandemi Covid-19

- Apahabar.com Sabtu, 25 April 2020 - 19:19 WIB

Kelas Kata Ramadan, Ruang Belajar Menulis Online di Tengah Pandemi Covid-19

Poster Kelas Kata. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Sekelompok pegiat literasi di Kalimantan Selatan punya cara beda dalam mengisi waktu di bulan Ramadan tahun ini.

Mengadaptasi pembelajaran secara online yang dilaksanakan oleh sekolah-sekolah dalam menghadapi pandemi Covid-19, mereka memutuskan untuk membuat satu forum diskusi bernama “Kelas Kata”.

“Kami buka kelas menulis yang digelar via WhatsApp Grup. Juga ada sesi diskusi via aplikasi Zoom tiap akhir pekan,” ucap Puja Mandela, salah satu narasumber Kelas Kata, kepada apahabar.com, Sabtu (25/4).

Kelas Kata juga terbentuk dari keresahan beberapa tenaga pendidik yang mengalami kesulitan dalam menulis artikel. Keluhan tersebut kemudian mereka konsultasikan kepada para pengagas kelas tersebut.

Awalnya, kelas pertama yang digelar pada awal April hanya diikuti sekitar 15 peserta, namun antusiasme yang didapat cukup besar. Dari situ, Kelas Kata berinisiatif untuk membuat sesi kedua dengan konsep yang lebih serius.

Salah satu bukti keseriusannya yakni dengan menghadirkan Dosen Bahasa Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, Dewi Alfianti.

“Ini semacam kampanye literasi. Mengajak orang-orang untuk lebih banyak menulis,” katanya.

Tanpa perlu melakukan promosi besar-besaran, Kelas Kata mampu merekrut 30 peserta yang berasal dari berbagai macam latar belakang dan usia.

Para peserta berasal dari Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tapin, HSS, Kotabaru, dan Tanah Bumbu. Sebagian di antara mereka berprofesi sebagai guru, jurnalis, mahasiswa, pegiat seni musik, pedagang, bahkan ada juga yang bekerja sebagai petani.

“Selain diskusi dan konsultasi, peserta juga kami ajak untuk mencari ide penulisan, membedah artikel, memahami karakter pembaca dan nantinya juga diselingi dengan beberapa penugasan,” tuturnya.

Antusiasme tinggi para peserta terlihat saat hari pertama Kelas Kata dimulai. Peserta diminta untuk mengisi formulir untuk mengetahui sejauh mana minat mereka dalam dunia menulis. Salah satunya dalam satu pertanyaan, peserta diminta untuk menyebutkan judul buku favoritnya.

Beberapa judul buku yang disebutkan peserta berhasil menarik perhatian Dewi Alfianti.

“Setelah melihat bahan bacaan mereka, saya kira kelas ini sangat potensial,” kata Dosen yang juga dikenal sebagai penulis itu.

Reporter: Musnita Sari
Editor: Fariz Fadillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Positif Covid-19 di Kalsel Sudah 7.281 Kasus, Masyarakat Harus Lebih Waspada

Kalsel

Kiat Komunitas Basnas Kalsel, Sulap Sampah Kampus Menjadi Uang
apahabar.com

Kalsel

Peduli Korban Kebakaran di Patmaraga Kotabaru, Komunitas Baharat Salurkan Bantuan
apahabar.com

Kalsel

Dishub Kota Siap Ambil Alih Gedung Cungha Cunghui Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Ketatnya Pengamanan Pelantikan DPRD Kalsel: Anjing Pelacak hingga Pendeteksi Logam
Bumbu

Kalsel

Mendagri Tito Soroti Pencopotan Sekda Tanah Bumbu, Rudy Resnawan Belum Tahu?
apahabar.com

Kalsel

H-1 Haul Guru Sekumpul, Polisi Jamin Keamanan Jemaah di Batola
apahabar.com

Kalsel

Mendagri Resmikan PKN GNRM di Kalsel
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com