Heboh Buronan Kalsel Kabur ke Hutan Samboja, Ternyata Rampok Tanah Laut Lari ke Kaltim, Terduga Buronan Kalsel Jadi Buruan di Hutan Samboja! Hasil PSU di Kabupaten Banjar; BirinMu Menang Besar, Ini Rinciannya Harga Minyak Terdongkrak Ramalan Kenaikan Permintaan DITANGKAP! Terduga Pembunuh Sopir Truk PT BKB di Tapin Kalsel

Kementerian PUPR Izinkan Rusunawa Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

- Apahabar.com Selasa, 7 April 2020 - 11:59 WIB

Kementerian PUPR Izinkan Rusunawa Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Rusunawa PNS di Sumatera Barat akan jadi lokasi karantina pasien Covid-19. Foto-Dok. Kementerian PUPR via Liputan6.com

apahabar.com, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengizinkan pemanfaatan sejumlah rumah susun sewa (Rusunawa) di beberapa daerah sebagai tempat perawatan karantina atau isolasi bagi masyarakat yang terpapar Covid-19.

“Kami siap memberikan izin bagi pemerintah daerah yang ingin memanfaatkan Rusunawa yang dibangun Kementerian PUPR sebagai tempat perawatan dan karantina bagi masyarakat yang terjangkit COVID-19,” kata Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (07/04).

Khalawi menerangkan, Kementerian PUPR siap berkoordinasi dengan Pemda setempat dalam penanganan Covid-19 di daerah.

Ia juga menyatakan, adanya pemanfaatan Rusunawa dinilai tepat mengingat bangunan vertikal tersebut juga telah dilengkapi berbagai fasilitas dan mebel seperti tempat tidur dan lemari pakaian serta dapat disesuaikan dengan kebutuhan tim paramedis dalam merawat pasien.

Lebih lanjut Khalawi menerangkan, ada mekanisme yang harus dilaksanakan Pemda jika ingin memanfaatkan Rusunawa yang dibangun Kementerian PUPR.

Salah satunya, lanjutnya, adalah dengan mengajukan surat permohonan pemanfaatan Rusun sebagai lokasi perawatan pasien Covid-19 serta mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah.

“Silakan Pemda ajukan surat permohonan ke Kementerian PUPR dan kami juga telah menetapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) pemanfaatan Rusunawa untuk perawatan pasien Covid-19,” paparnya.

Salah satu hal penting yang harus dilaksanakan antara lain Pemda tidak merombak terlalu banyak ruangan yang ada di Rusunawa.

Selain itu, Pemda juga wajib mengembalikan fungsi bangunan vertikal tersebut sebagai hunian masyarakat apabila wabah Covid-19 telah mereda.

“Pemda harus mau mengembalikan fungsi dan tidak merombak ruang di Rusunawa yang ada saat ini. Jika wabah Covid-19 telah mereda maka fungsi Rusunawa sebagai hunian bagi masyarakat juga harus dilaksanakan dengan baik sesuai tujuan pembangunannya,” ucapnya.

Khalawi juga meminta para pegawai Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan di daerah untuk berkoordinasi dengan Pemda setempat dalam upaya membantu Gugus Tugas Percepetan Penenganan Covid-19 di daerah. Untuk itu, mereka juga wajib mengindahkan himbauan dari pemerintah untuk berada di rumah dan sedikit mungkin berinteraksi dengan orang lain dan jaga jarak fisik.

Sebagai informasi, Kementerian PUPR terus berupaya membantu pemerintah daerah dalam penanganan dan antisipasi wabah pandemi ini.

Beberapa Rusunawa di daerah untuk lokasi karantina masyarakat yang terjangkit virus corona yang telah dimanfaatkan antara lain Wisma Atlet Kemayoran di Jakarta sebagai Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Pangdam Cenderawasih Tegaskan Tidak Ada Penarikan Prajurit dari Nduga

Nasional

31 Mei 2021, Indonesia Kedatangan 8 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Sinovac
apahabar.com

Nasional

1.800 Desa Berdaya untuk Indonesia
Presiden Jokowi

Nasional

Bank Syariah Tumbuh Subur, Presiden Jokowi Bersyukur
apahabar.com

Nasional

2.000 Atlet Ikuti Kejurnas Pencak Silat JSOC 2019
apahabar.com

Nasional

Longsor Sukabumi, Sudah 15 Korban Ditemukan Tewas
apahabar.com

Nasional

Dukung ISIS, Bos Geng Kriminal AS Diadili
apahabar.com

Nasional

Polisi Sebut Ambulans Nyaris Tabrak Petugas Diduga Pasok Batu ke Pedemo
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com