Banjir Kalsel, Mayat Mengapung Kembali Ditemukan di Banjar Sstttt, Presiden Jokowi Mau Blusukan ke Banjir Kalsel Yuk Nyumbang, apahabar.com Buka Posko Peduli Banjir Kalsel Breaking News! Jalan Nasional Banjarmasin – Hulu Sungai Putus Lagi Blak-blakan Walhi Soal Biang Kerok Banjir Kalsel

Kenapa Busi Standar Tidak Boleh Dimodifikasi? Berikut Alasannya

- Apahabar.com Jumat, 17 April 2020 - 06:00 WIB

Kenapa Busi Standar Tidak Boleh Dimodifikasi? Berikut Alasannya

Tangkap layar sebuah produk busi dari NGK . Foto-YouTube NGK via Antara

apahabar.com, JAKARTA – Pabrikan Busi NGK Indonesia, menggelar coaching clinic untuk yang kedua kalinya dengan menggunakan platform digital yakni, Instagram @ngkbusi.

Terdapat pembahasan yang menarik, bahwa banyak orang Indonesia yang memodifikasi busi dengan cara memotong bagian kepala busi yang lebih agar supaya mendapatkan performa yang bagus.

“Orang Indonesia memang kreatif, ingin performance bagus mereka potong bagian busi yang lebih itu dari bagian Ground Electrode atau GE, jadi mereka harus luangin waktu berapa jam tuh buat ngikir bagian yang lebih itu,” ungkap Technical Support NGK Busi Indonesia, Diko Octaviano, Kamis (16/04).

Tidak hanya memotong bagian yang lebih, para orang yang senang mengakali sesuatu itu pun memodifikasi bagian Central Electorde atau yang disebut dengan CE dengan berbagai bentuk.

“Dan ada yang lebih ekstrim, bagian CE itu diruncingin dan dibuat seolah itu punya iridium. Mereka tidak menyadari bahwa itu dari nikel,” kata Diko.

Meski demikian, Diko tidak memungkiri bahwa modifikasi busi tersebut memiliki performa yang cukup baik sebagai busi standar bawaan.

“Bagus? kalau berbicara bagus atau tidaknya itu kita lihat lagi faktor quencing (musuh busi) yakni bentuk dan juga propertis dari busi itu sendiri,” jelas Diko.

“Kalau dibilang bagus, ya bagus. tapi rasanya itu tidak akan bertahan lama, karena itu nikel bahannya dan bagian yang lebih itu sengaja kita ciptakan untuk menciptakan jangka waktu pemakaian yang panjang,” tambah Diko

Menurut Diko, busi yang menggunakan bahan campuran nikel itu jika dimodifikasi memang akan mempercepat usia pakai busi itu sendiri.

“Menurut gue mending upgrade ke busi NGK G Power, kalau udah dipakai itu akan terasa perbedaannya,” jelas Diko.

Seperti diketahui bersama, NGK GPower memiliki beberapa kelebihan daripada busi standar. Busi NGK GPower ini memiliki sifat logam putih yang padat, tidak hanya itu logamnya juga lunak dan ulet.

Busi ini juga memiliki sifat yang tahan terhadap korosi bahan bakar pada suhu tinggi sekalipun. Tidak hanya itu, busi NGK Power dengan menggunakan bahan Platinum ini memiliki kemampuan menahan panas hingga 21 persen lebih baik dibanding busi berbahan nikel.

Hal itu disebabkan dengan tingginya nilai titik lebur platina yang mampu bertahan pada suhu ruang bakar yang tinggi sekalipun, busi ini juga handal dalam mencegah terjadinya proses karbon. Bisa diasumsikan bahwa bus NGK GPower sangat optimal digunakan.

Busi ini juga memiliki keunggulan lain, seperti meningkatkan efisiensi bahan bakar, emisi rendah dan mudah di starter, menghindari gangguan pada sistem elektronik, tahan lama di bawah suhu yang tinggi, lapisan logam anti korosi dan ujung platinum yang dapat mengurangi tegangan.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

iPhone Didiskon di China Demi Dorong Penjualan
apahabar.com

Gaya

Oppo Segera Membawa Reno4 F ke Indonesia
apahabar.com

Gaya

Biaya Langganan Netflix Naik Mulai Agustus

Gaya

Ariel NOAH Dinilai Playboy, Apa Kata Lania Fira?
apahabar.com

Gaya

Sabina Altynbekova, Atlet Muslim Berparas Cantik
apahabar.com

Gaya

MPASI Ideal untuk Bangun Kekebalan Tubuh Anak Setelah 6 Bulan
apahabar.com

Gaya

Makan Siang Tanpa Karbohidrat Turunkan Berat Badan, Benarkah?
apahabar.com

Gaya

Dari Whatsapp Kini Bisa Kirim Uang dan Bayar Tagihan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com