Resmi, Banjarmasin Hanya Izinkan SMP Sekolah Tatap Muka Januari 2021 Sekolah Tatap Muka di Kalsel, Banyak Laporan Kekhawatiran Ortu Rontok Lagi! Bawaslu RI Tolak Laporan Keberatan Denny Indrayana Kronologi Lengkap 2 Bocah asal Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi Belum Tentu Dibekap Sang Ibu, Biang Kematian 2 Bocah Benawa HST Jadi Misteri

Keterbatasan APD, Petugas Jemput Pasien Terpaksa Gantian Baju Pelindung

- Apahabar.com Sabtu, 18 April 2020 - 12:25 WIB

Keterbatasan APD, Petugas Jemput Pasien Terpaksa Gantian Baju Pelindung

Petugas PSC 119 Dinkes Banjarmasin siap menjalankan tugas penjemputan pasien rujukan Covid-19. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Masuk garda depan saat melakukan tugas penjemputan pasien rujukan covid-19, justru kabar miris datang dari petugas Public Safety Centre (PSC) 119 Dinas Kesehatan Banjarmasin.

Para petugas terdiri dari perawat dan supir ambulance itu kekurangan Alat Pelindung Diri (APD) sehingga harus rela bergantian hazmat atau baju pelindung saat bertugas membantu menjemput pasien rujukan Covid-19.

“Untuk APD, kami memiliki beberapa, tetapi karena ada rujukan yang tidak menentu.

Sehingga memerlukan APD lebih banyak,” kata HR salah satu petugas PSC 119, Sabtu (18/4).

HR mengisahkan kalau ia dan rekan-rekannya bisa jadi orang pertama jika di arahkan satgas covid-19 untuk penjemputan di lapangan dan membantu puskesmas jika perlu bantuan untuk merujuk pasien ODP atau PDP ke Rumah Sakit.

“Jadi, untuk APD sendiri kita kategorikan belum mencukupi sehingga kami membuka donasi untuk siapa saja ingin membantu.Terutama barang satu kali pakai seperti hazmat/baju pelindung,” ujar HR.

“Sekarang pun kami mencoba mencuci baju pelindung, untuk dipakai kembali dengan ketentuan maksimal sebanyak 3x cuci/selama layak pakai,” imbuhnya.

HR bersama petugas PSC 119 lainnya membuka donasi bagi yang ingin membantu dengan ikhlas untuk menutupi keperluan APD mereka.

“Jadi untuk rujukan ini, memang kami ditunjuk dari Dinkes langsung. Salah satu fungsi PSC 119 ialah sebagai bantuan ambulance rujukan, baik dari Puskesmas ke RSUD atau pun RSUD ke tingkat yang lebih tinggi,” ujar HR.

Petugas di PSC 119 Dinkes Banjarmasin sendiri ada sebanyak 18 orang. 15 diantaranya perawat dan 3 lainnya driver.

“Kerja kami 24 jam, dan di bagi atas 3 shift. Jadi kami selalu standby, baik kapan pun panggilan itu masuk kami harus selalu siap untuk menanggapi respon masyarakat untuk membantu secara medis di lapangan. PSC 119 sendiri, memiliki anggota dari kesehatan. Khususnya Perawat terampil dan bersifat sosial,” jelas dia.

Selama ini masyarakat dan pihak lain salah mengira jika PSC 119 Dinkes Banjarmasin adalah satu dalam bagian RS . Meski bertugas di RS  untuk membantu, HR mengaku pihaknya tidak termasuk dalam bagian RS .

“Jadi untuk lokasi kantor kami memang di RSUD, tapi bukan bagian dari RS. Kami terpisah dari itu. Makanya banyak masyarakat salah mengira jika kami adalah bagian RS, sehingga setiap bantuan masuk ke RS tidak ke kami, dan bantuan itu pun dari RS tidak lagi sampai ke kami karena jadi bantuan ke pihak RS,” terang HR.

Reporter: Ahya Firmansyah
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Tak Berkategori

Potret Rapat Paripurna DPRD Kalsel Saat Pandemi Covid-19
apahabar.com

Tak Berkategori

Mulai Juni, Citilink Angkut Penumpang Lagi
apahabar.com

Tak Berkategori

BPODT Berharap Bandara Silangit Tambah Penerbangan Internasional
Covid-19

Tak Berkategori

Jelang Pilkada, Dana Bantuan Covid-19 Warga Tanah Bumbu Bakal Dicairkan Pemkab
Kakek

Tak Berkategori

Viral Dipukuli karena Rokok: Kakek Basri Dilarikan ke UGD Lagi!
apahabar.com

Tak Berkategori

Misteri Penderita Corona Pertama; Pencarian Mulai Menemukan Titik Terang
apahabar.com

Tak Berkategori

Hampir 3 Ribu Orang Kunjungi Loksado di Tahun 2018
apahabar.com

Tak Berkategori

Durian Juara Akan Dikembangkan di Lahan 100 Hektar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com