Viral Korban Banjir Kalsel Lahirkan di Jukung, Nama Anaknya Unik Malam Ini, Mata Najwa Kupas Biang Kerok Banjir Kalsel Banjir Kalsel Makan Korban Lagi, Bocah Hilang di Siring Banjarmasin Di Balikpapan, Ayah Ditangkap Gegara Anak Jual Tisu Link Live Streaming Mata Najwa Malam Ini, Kupas Tuntas Banjir Kalsel

Ketua DPRD Banjar Tolak PSBB, Apa Alasannya?

- Apahabar.com Jumat, 24 April 2020 - 16:53 WIB

Ketua DPRD Banjar Tolak PSBB, Apa Alasannya?

Ketua DPRD Banjar usai membagikan ratusan sembako dari CSR BRI, di wilayah Kecamatan Martapura Timur, Kamis (23/4). Foto-apahabar.com/hendra

apahabar.com, MARTAPURA – Rencana penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara parsial di Kabupaten Banjar ditolak Ketua DPRD Banjar. Catatannya, jika PSBB malah membuat ekonomi masyarakat makin terpuruk.

HM Rofiqi, Ketua DPRD Banjar, saat sambutan rapat RKD Selasa tadi, secara tegas meminta kepada eksekutif agar PSBB tidak mengganggu perekonomian masyarakat.

Di lain kesempatan, Rofiqi menyebut penerapan PSBB dengan menutup pasar, hal itu sama saja pemerintah menembak kepala masyarakat.

“Dari kemarin saya termasuk orang yang tidak setuju dengan adanya PSBB,” ujar Rofiqi usai membagi langsung ratusan sembako kepada masyarakat dari bantuan CSR BRI Martapura, Kamis (23/4).

“Dari aspirasi di bawah, apabila pasar sampai ditutup, maka saya bilang kembali pribahasa saya ‘seperti menembak kepala masyarakat’,” sambungnya.

Rencananya, PSBB di Kabupeten Banjar dilaksanakan secara parsial, yakni hanya 6 dari 20 kecamatan akan menerapkan PSBB.

6 kecamatan tersebut yang berbatasan dengan Kota Banjarmasin dan Banjarbaru. Masing-masing adalah Kecamatan Kertak Hanyar, Sungai Tabuk, Tatah Makmur, Gambut, Martapura Kota, dan Martapura Timur.

Usulan PSBB di Kabupaten Banjar sudah diproses Pemerintah Provinsi Kalsel, untuk mendapatkan persetujuan dari Kementerian Kesehatan.

Pun Rofiqi menyatakan ketidaksetujuannya penerapan PSBB secara parsial.

“Kalau mau diberlakukan (PSBB) secara utuh saja, jangan parsial enam kecamatan saja,” kata Ketua Partai Gerindra Banjar ini.

“Kalau demikian, maka hanya enam kecamatan saja yang mendapat bantuan, kasihan kecamatan yang lain,” lanjut Rofiqi.

Menurutnya lagi, buat apa enam kecamatan dibatasi jika kecamatan lain tetap dibuka.

Lebih jauh, Rofiqi menilai dampak paling besar akibat Covid-19 bukanlah kesehatan, melainkan ekonomi masyarakat.

“Orang akan mati dengan tidak bisa nyari duit ini daripada kena covid. Lebih besar dampak ekonominya daripada covid-nya,” imbuhnya.

Berapa dana PSBB di 6 kecamatan ini? “Ada 9 miliar disediakan Pemkab Banjar untuk 6 kecamatan selama dua minggu,” bebernya.

Kemudian, disinggung apakah Pemkab Banjar mampu menerapkan PSBB secara menyeluruh di 20 kecamatan. Rofiqi memandang Pemkab Banjar mampu menerapkannya, namun paling lama durasi PSBB hanya dua minggu.

“Yang ditakutkan ini kan kalau-kalau PSBB diperpanjang. Ya daripda ini menyusahkan kita semua mending tidak usah,” tutup Rofiqi.

Reporter: Hendra Lianor
Editor: Syarif

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

3 Proyek Jembatan di Banjarmasin Tak Ber-IMB, Inspektorat Turun Tangan
Gudang Logistik

Kalsel

Gudang Logistik KPU Banjar Tempias Hujan, Kotak Suara Tetap Aman!
apahabar.com

Kalsel

Kenalkan Wajah Baru, Gramedia Q Mall Luncurkan Promo Gila-gilaan
apahabar.com

Kalsel

Satu Warganya Positif Covid-19, Banua Anyar Dijaga Ketat
apahabar.com

Kalsel

Harapan untuk Seniman Banua di Era Digital
Pilbup

Kalsel

Pilbup Kotabaru 2020, 2BHD Sementara Unggul Tipis dari SJA-Arul
apahabar.com

Kalsel

Syarian Nurdin: Membumikan Alquran Sangat Penting
yayasan haji maming

Kalsel

Yayasan Haji Maming Peduli Banjir Kalsel, Tiga Truk Sembako Siap Dikirim dari Batulicin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com