Tim Paman Birin Blunder Ancam Polisikan Warga Soal Banjir Terima Kasih Warga Banjarmasin, Korban Banjir Batola Terima Bantuan dari Posko apahabar.com Operasi SAR SJ-182 Dihentikan, KNKT Tetap Lanjutkan Pencarian CVR Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Talaud Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami Potret Seribu Sungai, Serunya Memancing di Jembatan Sudimampir Banjarmasin

Kiat Bagi Orang Tua Buat Anak Betah Saat #Dirumahaja

- Apahabar.com Jumat, 3 April 2020 - 05:30 WIB

Kiat Bagi Orang Tua Buat Anak Betah Saat #Dirumahaja

Ilustrasi bekerja di rumah. Foto-Shutterstock

apahabar.com, JAKARTA – Kampanye #dirumahaja yang ditujukan untuk masyarakat termasuk anak-anak untuk belajar di rumah menimbulkan sejumlah tantangan karena rutinitas orang tua menjadi berubah.

Menurut Child Protection Specialist Unicef Indonesia Astrid Gonzaga Dionisio dalam konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Kamis, banyak orang tua yang merasa stres lantaran harus bekerja sembari mengasuh serta menjadi guru serba bisa bagi anak-anaknya di rumah.

Astrid membagi sejumlah kiat yang bisa dicoba untuk diaplikasikan para orang tua kepada anak-anak yang harus belajar di rumah.

1. Lakukan kegiatan bersama

Rutinitas dan kesibukan orang tua selama bekerja terkadang membuat hubungan anak-orang tua menjadi jauh.

Dengan #dirumahaja, Astrid berpendapat, hal ini menjadi kesempatan bagus bagi orang tua untuk melakukan kegiatan bersama anak di rumah.

“Ini adalah kesempatan bagi keluarga untuk melakukan kegiatan bersama, makan bersama, beribadah bersama, yang selama ini sulit untuk kita lakukan, terutama bagi mereka di perkotaan yang orang tua harus berangkat pagi, pulang malam,” kata dia.

2. Siap menjadi “guru” di rumah

Dengan belajar di rumah, orang tua juga harus siap berperan menjadi guru pengganti untuk anak-anaknya di rumah.

“Selain itu, orang tua jua harus siapkan fasilitas untuk bisa daring secara lancar untuk menunjang kegiatan belajar di rumah,” kata Astrid.

Orang tua juga diharapkan bisa menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, sehingga anak tidak merasa bosan, namun merasa senang dan betah untuk belajar sendiri didampingi ibu atau ayahnya.

3. Perluas akses pengetahuan parenting selama pandemi

Kiat yang tak kalah penting yang dibagi oleh Unicef Indonesia, adalah orang tua juga harus memperluas akses pengetahuan tentang pengasuhan (parenting) selama pandemi berlangsung.

Menurut Astrid, pengasuhan bisa menjadi cukup melelahkan bagi orang tua karena juga harus mendampingi anak dan siap menggunakan gawai dan internet.

“Tentu itu bisa bikin stressful, apalagi tidak ada yang membantu. Siapa yang bisa membantu kita sebagai orang tua dalam saat ini?” kata Astrid.

Orang tua bisa membuka laman https://covid19parenting.com dari Unicef Indonesia atau menggunakan layanan Telepon Pelayanan Sosial Anak (TEPSA) Kementerian Sosial RI di nomor 1-500-771 untuk mengakses pengetahuan, informasi, dan bantuan terkait pengasuhan anak di tengah pandemi dengan mudah dan terpercaya.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Miliki Room VIP dan Lahan Parkir Luas, Rumah Sambal Acan Raja Banjar Cabang Kayu Tangi Kian Memesona
apahabar.com

Gaya

Peneliti India Buat Stetoskop Pintar Jarak Jauh
Pesan Dokter Kulit Saat Corona

Gaya

Pesan Dokter Kulit Saat Corona
apahabar.com

Gaya

Hiu Putih Raksasa Kembali Ditemukan di Lepas Pantai Florida AS
apahabar.com

Gaya

12 Hari di Rumah Sakit, Nunung Kini Sembuh dari Covid-19
apahabar.com

Gaya

9 Destinasi Wisata Alam Sulawesi Selatan yang Wajib Dikunjungi Tahun Ini
apahabar.com

Gaya

Serbu! Hari Ini Promo Puncak 9.9 Shopee Super Shopping Day, Diskon 50 Persen hingga Girlband Korea Gfrien
apahabar.com

Gaya

Tempe Geletot atau Tempe Isi Sambal, Renyah Pedas Menggoda
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com