ga('send', 'pageview');
Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan Covid-19 di Bappeda Kalsel: Puluhan Positif, Satu Meninggal Dunia Tragedi Ledakan Berantai di Beirut: Puluhan Tewas, Ribuan Luka-Luka, Satu WNI Isu Save Meratus Mencuat, Konsesi PT MCM Masih Ada di HST




Home Gaya

Jumat, 3 April 2020 - 05:30 WIB

Kiat Bagi Orang Tua Buat Anak Betah Saat #Dirumahaja

Redaksi - apahabar.com


Ilustrasi bekerja di rumah. Foto-Shutterstock

Ilustrasi bekerja di rumah. Foto-Shutterstock

apahabar.com, JAKARTA – Kampanye #dirumahaja yang ditujukan untuk masyarakat termasuk anak-anak untuk belajar di rumah menimbulkan sejumlah tantangan karena rutinitas orang tua menjadi berubah.

Menurut Child Protection Specialist Unicef Indonesia Astrid Gonzaga Dionisio dalam konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Kamis, banyak orang tua yang merasa stres lantaran harus bekerja sembari mengasuh serta menjadi guru serba bisa bagi anak-anaknya di rumah.

Astrid membagi sejumlah kiat yang bisa dicoba untuk diaplikasikan para orang tua kepada anak-anak yang harus belajar di rumah.

1. Lakukan kegiatan bersama

Rutinitas dan kesibukan orang tua selama bekerja terkadang membuat hubungan anak-orang tua menjadi jauh.

Dengan #dirumahaja, Astrid berpendapat, hal ini menjadi kesempatan bagus bagi orang tua untuk melakukan kegiatan bersama anak di rumah.

Baca juga :  Amankah Penderita Asam Urat Konsumsi Minyak Ikan?

“Ini adalah kesempatan bagi keluarga untuk melakukan kegiatan bersama, makan bersama, beribadah bersama, yang selama ini sulit untuk kita lakukan, terutama bagi mereka di perkotaan yang orang tua harus berangkat pagi, pulang malam,” kata dia.

2. Siap menjadi “guru” di rumah

Dengan belajar di rumah, orang tua juga harus siap berperan menjadi guru pengganti untuk anak-anaknya di rumah.

“Selain itu, orang tua jua harus siapkan fasilitas untuk bisa daring secara lancar untuk menunjang kegiatan belajar di rumah,” kata Astrid.

Orang tua juga diharapkan bisa menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, sehingga anak tidak merasa bosan, namun merasa senang dan betah untuk belajar sendiri didampingi ibu atau ayahnya.

3. Perluas akses pengetahuan parenting selama pandemi

Baca juga :  Ada Harley Davidson Murah Versi China

Kiat yang tak kalah penting yang dibagi oleh Unicef Indonesia, adalah orang tua juga harus memperluas akses pengetahuan tentang pengasuhan (parenting) selama pandemi berlangsung.

Menurut Astrid, pengasuhan bisa menjadi cukup melelahkan bagi orang tua karena juga harus mendampingi anak dan siap menggunakan gawai dan internet.

“Tentu itu bisa bikin stressful, apalagi tidak ada yang membantu. Siapa yang bisa membantu kita sebagai orang tua dalam saat ini?” kata Astrid.

Orang tua bisa membuka laman https://covid19parenting.com dari Unicef Indonesia atau menggunakan layanan Telepon Pelayanan Sosial Anak (TEPSA) Kementerian Sosial RI di nomor 1-500-771 untuk mengakses pengetahuan, informasi, dan bantuan terkait pengasuhan anak di tengah pandemi dengan mudah dan terpercaya.(Ant)

Editor: Aprianoor

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Waspada, Anak Muda juga Bisa Terserang Stroke
apahabar.com

Gaya

Ria Ricis, Youtuber Perempuan Pertama Asia Tenggara Tembus 10 Juta Subscriber
apahabar.com

Gaya

#StopHateForProfit, PlayStation Tangguhkan Iklan di Facebook
apahabar.com

Gaya

Ortu Mesti Tahu, Ini 3 Jenis Obat-obatan yang Harus Dihindari Si Kecil
apahabar.com

Gaya

PT Super Sukses Motor Bakal Gelar Nongkrong Bareng Komunitas Kawasaki di Banjarmasin
apahabar.com

Gaya

Pindah Rumah Bikin Ribet, Intip 5 Persiapan Berikut
apahabar.com

Gaya

Data Pengguna Waze: Pengemudi Bandung Paling Taat PSBB
apahabar.com

Gaya

Ngidam Makanan Manis, Asin, atau Pedas? Berikut Ini Penjelasan di Baliknya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com