Viral Jembatan Alalak II Patah Akibat Macet Parah, Cek Faktanya Banjir Belum Reda, Warga Desa Bincau Terancam Kekurangan Makanan Update Covid-19: Belasan Warga Kapuas Sembuh, 1 Positif H2D Sidang Perdana di MK, Bawaslu RI ‘Turun Gunung’ ke Kalsel 4.840 Vial Vaksin Covid-19 Tiba di Tanah Bumbu

Kritik PSBB, Ketua KNPI Banjarmasin Sebut Ombudsman Salah Kamar

- Apahabar.com Sabtu, 11 April 2020 - 14:22 WIB

Kritik PSBB, Ketua KNPI Banjarmasin Sebut Ombudsman Salah Kamar

Ilustrasi. Foto-Medcom.id

apahabar.com, BANJARMASIN – Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Banjarmasin merespon kritikan Ketua Ombudsman RI Kalsel Noorchalis Majid terkait wacana pemerintah kota menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Dalam beberapa media, Noorchalis Majid menyebutkan, kebijakan PSBB bukan untuk gagah-gagahan dan sangat banyak dampak yang ditimbulkan.

“Tugas utama Ombudsman adalah mengawal pelayanan publik. Menurut saya, komentar beliau itu bukan representatif dari ombudsman, karena terlampau mengoreksi kebijakan PSBB Kota Banjarmasin,” ucap Ketua DPD KNPI Banjarmasin, Muhammad Imam Satria Jati melalui siaran pers yang diterima¬†apahabar.com, Sabtu (11/4) siang.

Seharusnya, kata dia, Ombudsman RI Kalsel bergandengan tangan dengan pemerintah daerah. Kemudian memastikan dalam kondisi darurat ini, seluruh pelayanan publik seperti rumah sakit tetap terlaksana dengan baik.

“Dengan harapan agar masyarakat tetap merasa terlayani,” tegasnya.

Menurutnya, PSBB sendiri bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Banjarmasin.

“Jumlah pasien positif yang setiap hari terus mengalami peningkatan, masih berani menyatakan relatif aman. Ekonomi yang jatuh, besok masih bisa dibangun. Namun satu orang meninggal, apakah ada yang bisa menghidupkan kembali?” tanya Imam.

Memang sejauh ini, sambung dia, para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) banyak tak jalan karena daya beli masyarakat menurun.

“Secara komprehensif, pergerakan ekonomi di hulu yang menjadi faktor. Ini dampak dari Jakarta. Seharusnya Ombudsman bisa komprehensif melihat ini, bukan karena kebijakan pemerintah kota. Hampir semua perusahaan yang ketergantungan dengan China pasti terjadi penurunan revenue,” cetus Alumnus FH ULM ini.

Ia mengingatkan, dalam suasana seperti ini harus secara bersama-sama melawan wabah virus corona.

Bukan malah mengoreksi satu per satu permasalahan tanpa membangun konstruksi melawan virus mematikan asal Wuhan China tersebut.

“Sinergisitas bersama yang patut kita ke depankan dan memberikan kepercayaan kepada pemerintah untuk mengatasi pandemi Covid-19 ini,” tandasnya.

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Syarif

Editor: Kiki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

BREAKING NEWS: Massa Terus Mengalir ke KNPI Kalsel, Tolak Omnibus Law!
apahabar.com

Kalsel

Bhabinkamtibmas Polres Kotabaru Gencarkan Sosialisasi New Normal
apahabar.com

Kalsel

Wacana Pemekaran Kabupaten di Kotabaru, Pengamat: Perlu Kajian Akademik!
apahabar.com

Kalsel

Masjid Ash-Shiratal Mustaqim Dirombak, Pemkab Tabalong Hibahkan Rp 10 Miliar
apahabar.com

Kalsel

Dukung Gerakan ‘Rabu Putih’, GP Ansor Kalsel Percaya Kinerja Polri Amankan TPS
apahabar.com

Kalsel

Kluster Pekapuran Sumbang Seperempat dari Total Positif Covid-19 di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Mahasiswa Uniska Gelar Aksi Peringati Jumat Kelabu 23 Mei 1997
apahabar.com

Kalsel

Separo Wilayah Kalsel Bakal Diguyur Hujan Lebat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com