Memanas! Aksi #SAVEKPK di Banjarmasin Diwarnai Saling Dorong BREAKING! Banjiri Kamboja Banjarmasin, Massa #SAVEKPK Long March ke DPRD Kalsel Duduk Perkara Heboh Piton Patuk Majikan di Q-Mall Banjarbaru Gugatan Jilid II H2D ke MK Siang Ini, Denny Gandeng Lawyer “Level Dewa” Somasi Tim BirinMu ke Uhaib, Komnas HAM hingga H2D Pasang Badan

Lagi, Warga Banjarmasin Tolak Lokasi Karantina Covid-19

- Apahabar.com Selasa, 14 April 2020 - 15:22 WIB

Lagi, Warga Banjarmasin Tolak Lokasi Karantina Covid-19

Warga Jalan Perdagangan Kompleks Bumi Indah Lestari II Kecamatan Utara, Kota Banjarmasin memprotes rencana pemerintah menjadikan Gedung Karantina Balai Teknologi Informasi Komunikasi Pendidikan milik Pemprov Kalsel sebagai lokasi isolasi. Mereka pun menggelar unjuk rasa, Selasa siang. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Penolakan terhadap lokasi pemusatan atau karantina orang dalam pengawasan terkait Covid-19 kembali terjadi.

Setelah warga Kayu Tangi II, kini giliran warga Jalan Perdagangan Kompleks Bumi Indah Lestari II Kecamatan Utara, Kota Banjarmasin.

Mereka memprotes rencana pemerintah menjadikan Gedung Karantina Balai Teknologi Informasi Komunikasi Pendidikan milik Pemprov Kalsel sebagai lokasi isolasi.

Warga yang protes mendatangi gedung itu, Selasa (14/4) siang. Mereka membawa serta kertas bertulisan penolakan tempat itu dijadikan tempat karantina pasien Corona.

Warga enggan daerahnya menjadi tempat karantina karena dianggap akan membahayakan lingkungan tempat tinggal mereka.

Ketua RT 24 H Zainuri memastikan aksi penolakan ini merupakan inisiatif warganya.

Kebetulan pada Sabtu (11/4) lalu, ia ditelepon oleh Lurah Alalak Utara untuk melihat bangunan itu.

Saat proses peninjuan warga sekitar mendampingi tim yang diisi oleh Dinas Kesehatan (Dinkes), anggota DPRD dan Tim Gugus Tugas P3 Covid-19 Kalsel.

“Setelah mendengarkan penjelasan, kami menyimpulkan untuk mengambil sikap menjadikan bangunan ini ruang karantina,” ujarnya.

Warga lainnya H Khairul membeberkan alasan keberatan ruang karantina ini karena wabah virus Corona sudah sampai meluas. Ditambah Kecamatan Banjarmasin Utara adalah zona merah.

Belum lagi tidak adanya sosialisasi dari Pemkot ke warga untuk menjadikan bangunan itu ruang karantina.

Kondisi demikian lah, kata dia, yang mendorong warga umenyampaikan aspirasi melalui sebuah surat.

Keterangan tertulis tersebut berisi keberatan dan juga menerima tetapi dengan catatan sebanyak 9 item.

“Surat ini sudah disampaikan ke Pemkot tapi warga tak sabar mana hasilnya sehingga keluar lah kejadian seperti ini [unjuk rasa, Red],” pungkasnya.

Sebenarnya pihaknya mendukung program Pemda untuk menjadikan gedung itu tempat karantina. Tapi warga mempertanyaan perlindungan dirinya dari virus itu.

Jangan sampai warga sekitar gedung tersebut juga terpapar Corona.

Terlebih akses keluar-masuk ruang karantina hanya satu, yakni jalan kompleks itu. Namun apabila Pemkot membuka akses jalan alternatif lain, maka warga bersedia dengan lapang dada.

“Jaminan pengawalan supaya pasien dikarantina tidak keluar dan juga penyemprotan disinfektan berkala di kompleks,” tuturnya.

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Terbakar Cemburu, Pria di Banjarmasin Barat Bacok Teman Dekat Istrinya
apahabar.com

Kalsel

Posko Kesehatan Pintu Air Tangani Ratusan Jemaah, Rata-Rata Kelelahan

Kalsel

PSU Pilgub Kalsel, Antrean Cetak e-KTP Masih Padati Kecamatan Banjarmasin Selatan
PPKM

Kalsel

PPKM Banjarmasin di Tengah Bencana, Ibnu Sina: Semoga Covid-19 Hanyut Bersama Banjir
apahabar.com

Kalsel

Kalsel Waspada Potensi Hujan Petir Hari Ini
apahabar.com

Kalsel

Cegah Karhutla dan Gangguan Kamtibmas, Polsek Tambang Ulang Rutin Patroli Siang Malam
apahabar.com

Kalsel

Bhakti Sosial, Kodim Barabai Bagi Ratusan Sembako
apahabar.com

Kalsel

Bendera Pataka Kesetiakawanan Sosial Nasional Disambut Kabupaten Banjar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com