UPDATE 264 Rumah di HST Hilang Disapu Banjir, 9 Meninggal BANYU LALU HAJA Tim Paman Birin Mau Polisikan Warga, Peradi-Komnas HAM Pasang Badan Duuh, 8 Kecamatan di Tanah Laut Hilang Disapu Banjir Dear Korban Banjir Kalsel, Telkomsel Bebaskan Telepon-SMS Demi Aliran Sungai, Pos Polisi di Jalan Veteran Banjarmasin Dibongkar

Lawan Covid-19. G20 Luncurkan Inisiatif Percepat Akses Alat Kesehatan

- Apahabar.com Minggu, 26 April 2020 - 20:35 WIB

Lawan Covid-19. G20 Luncurkan Inisiatif Percepat Akses Alat Kesehatan

Menteri Keuangan Mohammed al-Jadaan. Foto-AFP/Fayed Nureldine

apahabar.com, RIYADH – Kelompok 20 negara kaya dan berkembang meluncurkan inisiatif internasional untuk mempercepat akses ke alat-alat kesehatan yang diperlukan untuk melawan virus corona jenis baru atau Covid-19.

Menteri keuangan Arab Saudi, ketua G20 saat ini, mengatakan kelompok itu masih bekerja untuk menjembatani kesenjangan pendanaan sekitar 8 miliar dolar AS untuk memerangi pandemi.

“G20 akan terus memperkuat kerja sama global di semua bidang, dan yang paling penting, pada penutupan kesenjangan pembiayaan kesehatan langsung,” ujar Menteri Mohammed al-Jadaan, Minggu (26/04)

Dia menambahkan bahwa “komunitas internasional masih menghadapi ketidakpastian luar biasa tentang kedalaman dan lamanya krisis kesehatan ini,” kata pernyataan itu.

Arab Saudi awal bulan ini menjanjikan 500 juta dolar AS untuk mendukung upaya global memerangi pandemi virus corona jenis baru.

Sebelumnya, Australia meminta negara-negara anggota G20 untuk mengakhiri pasar basah yang menjual daging hewan liar karena lokasi itu mengancam kesehatan manusia dan pasar pertanian.

Langkah itu kemungkinan akan memperburuk hubungan dengan China setelah Canberra meminta agar penyelidikan internasional digelar pada penularan virus corona, yang kini menjadi pandemi global.

Menteri Pertanian David Littleproud pada Kamis menyebut bahwa dia telah meminta pejabat pemerintahan negara-negara G20 untuk mendukung rencana mengakhiri pasar basah tersebut.

“Ada sejumlah risiko pada pasar basah hewan liar dan bisa menjadi risiko besar bagi industri pertanian kita serta kesehatan publik,” kata Littleproud dalam wawancara di stasiun televisi Channel 7.

Dalam pernyataan itu, mereka mengulangi seruannya pada semua negara, organisasi non-pemerintah, dermawan dan sektor swasta untuk membantu menutup kesenjangan pembiayaan.(Ant/Rts)

Editor: Aprianoor

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Tragedi Limpasu HST Masuk Radar Kementerian!
apahabar.com

Nasional

Dukung PJJ, Advan Rilis Tablet Murah
Jokowi Harapkan Kapal Selam KRI Alugoro Sebagai Awal Kemandirian Alutsista Nasional

Nasional

Jokowi Harapkan Kapal Selam KRI Alugoro Sebagai Awal Kemandirian Alutsista Nasional
apahabar.com

Nasional

Rusuh Wamena, Sudah 10 Ribu Warga Minta Diungsikan
apahabar.com

Nasional

4 Tahun Dipenjara, Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari Bebas

Nasional

POTRET Hiruk Pikuk Ribuan Jemaah Jejali Kawasan Sekumpul
apahabar.com

Nasional

Pemilu 2019, Intelijen Negara Mesti Netral
apahabar.com

Nasional

Jumlah Pasien Sembuh di Indonesia Meningkat, Simak Rinciannya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com