Fix, Pengeboran Migas di Mahakam Ulu Kaltim Lanjut 2021 Seruan Jokowi: Buru Pelaku Pembantaian Satu Keluarga di Sigi! Malu-maluin! Pemuda di Kotabaru Jambret Wanita demi Komix Terungkap, Korban Tewas Kecelakaan di Tapin Warga Wildan Banjarmasin INALILAHI Hujan Lebat, Pengendara Vario di Tapin Tewas

Lihat Supermoon Terbesar 7 April 2020, Semoga Covid-19 Sirna

- Apahabar.com Sabtu, 4 April 2020 - 10:24 WIB

Lihat Supermoon Terbesar 7 April 2020, Semoga Covid-19 Sirna

Ilustrasi. Foto-Boris Horvat/AFP

apahabar.com, JAKARTA – Ketika mata dunia tertuju pada Covid-19, fenomena alam yang akan mewarnai.  Diperkirakan 7 April 2020 malam ada supermoon terbesar tampak terlihat. Semoga saja peristiwa langka ini bisa membuat Covid-19 sirna.

“Akan terlihat bulatan Bulan yang ukurannya cukup besar dibandingkan biasanya. Ya, karena pada malam itu ia sedang menuju jarak terdekatnya dari Bumi pada tahun ini,” demikian info Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) soal supermoon,” Sabtu (4/4).

BMKG menyebut, semakin malam, Bulan akan semakin dekat. Pada pukul 01.08 WIB, 8 April 2020, Bulan berada di perige dengan jarak 356.910 km dari Bumi.

“Pada saat tersebut, jari-jari Bulan yang tampak dari Bumi adalah sebesar 16,73 menit busur. Delapan jam 27 menit kemudian, Bulan pun berada pada fase purnama. Karena itu, pada malam tersebut, Bulannya disebut sebagai purnama perige atau dikenal juga sebagai supermoon,” jelas BMKG.

Supermoon Paling Besar

BMKG menyebut Bulan purnama perige pada 8 April 2020 nanti, merupakan satu dari tiga supermoon pada 2020.

Dua supermoon lainnya terjadi pada 10 Maret 2020 yang sudah lewat dan 7 Mei 2020 nanti.

“Pada kedua supermoon ini, ukuran jari-jari Bulan sedikit lebih kecil daripada ukuran Bulan purnama perige pada 8 April 2020 nanti. Karena itu, supermoon 8 April 2020 merupakan “puncak” supermoon pada 2020 ini,” sebut BMKG.

Minimoon

Pada lain waktu, Bulan purnama pun akan terjadi saat Bumi-Bulan berada pada jarak terjauh atau apoge. Bulan purnama ini dikenal sebagai purnama apoge atau minimoon.

Fenomena ini akan terjadi pada 2 Oktober 2020, 31 Oktober 2020, dan 30 November 2020.

Pada ketiga purnama itu, jarak Bumi-Bulan lebih dari 400.000 km, sehingga ukuran jari-jari Bulan yang tampak dari Bumi akan kurang dari 15 menit busur.

Bisa Dibedakan?

Dapatkah kita membedakan kapan suatu Bulan dalam kondisi supermoon atau minimoon?

“Tentu saja dapat, jika kita memfoto Bulan baik saat supermoon maupun saat minimoon dengan peralatan dan pengaturan yang identik,” ujar BMKG.

Menurut BMKG, jari-jari Bulan saat di perige adalah 14 persen lebih besar daripada jari-jari Bulan saat di apoge.

Demikian juga kecerlangan keduanya yang berbeda 30 persen. (lip6)

Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Sekelumit Peran BRG di Kalsel, Lembaga yang Bakal Dibubarkan Jokowi
apahabar.com

Nasional

Hasil Rakorev Putuskan Munas JMSI Dilaksanakan Juni Mendatang
apahabar.com

Nasional

Polisi Periksa Kejiwaan Si Pembanting Motor
apahabar.com

Nasional

Ditolak Tetangga, Tim Medis Covid-19 Jakarta Sudah Dapat ‘Rumah’
apahabar.com

Nasional

Aneh Ada Janin di Kambing Jantan Usai Disembelih, Sempat Hidup Lagi
apahabar.com

Nasional

Terkait Pemindahan Ibu Kota, Presiden Jokowi Tinjau Sejumlah Lokasi di Kalteng
apahabar.com

Nasional

Kominfo: Hoaks Meningkat Jelang Pilpres
apahabar.com

Nasional

BPBD: Banjir Mulai Surut, Jakarta Barat Paling Banyak Terdampak
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com