Pantas GR86 Jadi Primadona di GIIAS 2022, Berapa Harganya? Akhirnya, Truk Pertamina yang Terbalik di Martapura Berhasil Dievakuasi Maksimalkan Potensi EBT, CPI: Pengembangan EBT Jangan Asal-asalan! Dilantik Jadi Sekda, Yani Tambah Daftar Kosong Kepala Dinas Pemkab HST Heboh Siswa Banjarmasin Diduga Tertular Covid-19, Disdik Turun Tangan
agustus

Lihat Supermoon Terbesar 7 April 2020, Semoga Covid-19 Sirna

- Apahabar.com     Sabtu, 4 April 2020 - 10:24 WITA

Lihat Supermoon Terbesar 7 April 2020, Semoga Covid-19 Sirna

Ilustrasi. Foto-Boris Horvat/AFP

apahabar.com, JAKARTA – Ketika mata dunia tertuju pada Covid-19, fenomena alam yang akan mewarnai.  Diperkirakan 7 April 2020 malam ada supermoon terbesar tampak terlihat. Semoga saja peristiwa langka ini bisa membuat Covid-19 sirna.

“Akan terlihat bulatan Bulan yang ukurannya cukup besar dibandingkan biasanya. Ya, karena pada malam itu ia sedang menuju jarak terdekatnya dari Bumi pada tahun ini,” demikian info Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) soal supermoon,” Sabtu (4/4).

BMKG menyebut, semakin malam, Bulan akan semakin dekat. Pada pukul 01.08 WIB, 8 April 2020, Bulan berada di perige dengan jarak 356.910 km dari Bumi.

“Pada saat tersebut, jari-jari Bulan yang tampak dari Bumi adalah sebesar 16,73 menit busur. Delapan jam 27 menit kemudian, Bulan pun berada pada fase purnama. Karena itu, pada malam tersebut, Bulannya disebut sebagai purnama perige atau dikenal juga sebagai supermoon,” jelas BMKG.

Supermoon Paling Besar

BMKG menyebut Bulan purnama perige pada 8 April 2020 nanti, merupakan satu dari tiga supermoon pada 2020.

Dua supermoon lainnya terjadi pada 10 Maret 2020 yang sudah lewat dan 7 Mei 2020 nanti.

“Pada kedua supermoon ini, ukuran jari-jari Bulan sedikit lebih kecil daripada ukuran Bulan purnama perige pada 8 April 2020 nanti. Karena itu, supermoon 8 April 2020 merupakan “puncak” supermoon pada 2020 ini,” sebut BMKG.

Minimoon

Pada lain waktu, Bulan purnama pun akan terjadi saat Bumi-Bulan berada pada jarak terjauh atau apoge. Bulan purnama ini dikenal sebagai purnama apoge atau minimoon.

Fenomena ini akan terjadi pada 2 Oktober 2020, 31 Oktober 2020, dan 30 November 2020.

Pada ketiga purnama itu, jarak Bumi-Bulan lebih dari 400.000 km, sehingga ukuran jari-jari Bulan yang tampak dari Bumi akan kurang dari 15 menit busur.

Bisa Dibedakan?

Dapatkah kita membedakan kapan suatu Bulan dalam kondisi supermoon atau minimoon?

“Tentu saja dapat, jika kita memfoto Bulan baik saat supermoon maupun saat minimoon dengan peralatan dan pengaturan yang identik,” ujar BMKG.

Menurut BMKG, jari-jari Bulan saat di perige adalah 14 persen lebih besar daripada jari-jari Bulan saat di apoge.

Demikian juga kecerlangan keduanya yang berbeda 30 persen. (lip6)

Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Satu Napi di Lapas Cipinang Hilang Diduga Melarikan Diri
apahabar.com

Nasional

Beri Efek Positif ke Kalimantan, NasDem Dukung Pemindahan Ibu Kota
Banjir Aceh Timur

Nasional

Banjir Aceh Timur, 6.003 Rumah di Tujuh Kecamatan Terendam
apahabar.com

Nasional

Warga Pulau Sebesi Belum Tersentuh Bantuan Pasca-Disapu Tsunami
Omicron

Nasional

Masyarakat Diminta tak Panik Tanggapi Varian Omicron di Indonesia

Nasional

Harmoko Akan Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata Siang Ini
Bayi Hiu

Nasional

Heboh Bayi Hiu Mirip Wajah Manusia, Begini Penjelasan BBKSDA

Nasional

Menkes Berharap Seniman-Budayawan Jadi Teladan Lansia Jalani Vaksinasi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com