Lagi, Polisi Kotabaru Endus Dugaan Korupsi Dana Desa Kemenpora Cetak 5 Ribu Pengusaha Muda, Hipmi Siap Berkolaborasi Resmi, Pekapuran Raya-Pemurus Dalam Zona Hitam Covid-19! H2 Juli, Kalsel Tambah Ratusan Kasus Baru Covid-19 Hore! Listrik Gratis Diperpanjang hingga September




Home Kalsel

Kamis, 9 April 2020 - 16:19 WIB

Limbah Medis Meningkat, Rumah Sakit di Kalsel Musnahkan dengan Incinerator

Uploader - Apahabar.com

Kepala Seksi Pengelolaan Limbah B3 DLH Kalsel, Muhammad Husin. Foto-apahabar.com/Musnita Sari

Kepala Seksi Pengelolaan Limbah B3 DLH Kalsel, Muhammad Husin. Foto-apahabar.com/Musnita Sari

apahabar.com, BANJARBARU – Penggunaan bahan dan peralatan kesehatan terus meningkat seiring merebaknya virus Covid-19. Meski tidak semua, namun beberapa rumah sakit di Kalimantan Selatan telah memiliki teknologi untuk proses pemusnahan limbah medis tersebut.

“Limbah medis dimusnahkan di unit-unit incinerator yang dimiliki oleh rumah sakit,” ucap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana melalui pesan singkat kepada apahabar.com, Kamis (9/4) siang.

Berbeda dari limbah biasa, limbah medis cukup riskan sebab terdiri dari bahan berbahaya dan beracun (B3). Sehingga, proses pemusnahannya harus dibakar pada suhu 800 derajat celcius menggunakan alat berupa tungku. Namun tidak semua rumah sakit memiliki incinerator, ada pula yang bekerja sama dengan pihak penyedia jasa untuk dikirim dan diproses di luar Kalsel.

Baca juga :  Polsek Limpasu Gencarkan Upaya Pencegahan Karhutla di HST

“Ada yang kerjasama dengan pihak penyedia jasa yang mengangkut khusus limbah-limbah fasyankes (fasilitas pelayanan kesehatan), dikumpulkan dan dikirimkan ke pemusnahan di Jawa. Sementara itu yang kita awasi,” kata Kepala Seksi Pengelolaan Limbah B3 DLH Kalsel, Muhammad Husin saat ditemui terpisah di ruang kerjanya.

Sebelum pandemi Covid-19 meluas, rumah sakit yang tidak memiliki incinerator mengumpulkan limbah medis untuk dikirimkan pada penyedia jasa di luar Kalsel. Pengiriman juga tidak dilakukan sembarangan sebab harus mendapatkan izin dari kementerian lingkungan hidup. Ini tertuang dalam peraturan pemerintah (PP) No. 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun.

Baca juga :  Lelah Tunggu Hasil PCR, Batola Segera Beli Peralatan Sendiri

“Ada protap khusus. Tidak boleh dicampur karena disesuaikan karateristiknya. Ada limbah yang berbahaya bagi alam dan bagi manusia secara langsung,” jelasnya

Salah satu rumah sakit yang memiliki incinerator adalah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin.

Pemerintah Kalsel melalui DLH telah merencanakan untuk membangun incinerator di TPA Regional Banjarbakula pada 2021 mendatang.

“Nanti, masing-masing rumah sakit yang memiliki incinerator, oleh Pemprov diperintahkan untuk siap menerima apabila ada lonjakan limbah B3 medis ini,” tutup Husin.

Reporter: Musnita Sari
Editor: Muhammad Bulkini

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kapolresta Banjarmasin Ingatkan Kembali Fungsi Polri dalam Apel Jam Pimpinan
apahabar.com

Kalsel

Wali Kota Banjarbaru Menilai Tepat Relokasi Pasar Bauntung ke Stadion Mini
apahabar.com

Kalsel

Akhir Pekan, Waspada Hujan Petir di Siang Hari
apahabar.com

Kalsel

Update 14 April, 3 Kelurahan di Banjarmasin Paling Rentan Covid-19
apahabar.com

Kalsel

6 Rumah Kampung Melayu Terbakar
apahabar.com

Kalsel

Dibanding Kasus Positif Covid-19, Perkembangan Pasien Sembuh di Kalsel Meningkat
apahabar.com

Kalsel

Perlakuan Kompol Ukkas Kepada Para Tahanan Kriminal
apahabar.com

Kalsel

Baarak Naga: Berawal dari Peristiwa Gaib
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com