Hasil Liga Inggris, Watkins Antar Aston Villa Tenggelamkan Newcastle 2-0 Breaking News! Warga Tangkap Buaya Pemangsa di Pantai Kotabaru Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil

Melanggar PSBB, 7 Perusahaan di Jakarta Barat Ditutup

- Apahabar.com Rabu, 22 April 2020 - 21:46 WIB

Melanggar PSBB, 7 Perusahaan di Jakarta Barat Ditutup

Ilustrasi - Sejumlah pekerja berjalan usai bekerja dengan latar belakang gedung perkantoran di Jl Jenderal Sudirman. Pemprov DKI Jakarta akan memberikan saksi berupa mencabut perizinan kepada perusahaan yang tetap beroperasi di masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) kecuali delapan sektor yang memang diizinkan. Foto-Antara/Akbar Nugroho Gumay/hp.

apahabar.com, JAKARTA – Sebanyak 7 perusahaan ditutup sementara oleh Suku Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Energi Jakarta Barat karena melanggar pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

“Sampai kemarin sudah 59 perusahaan yang kami monitoring, namun tujuh di antaranya kami lakukan penutupan sementara,” kata Kepala Suku Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Energi Jakarta Barat, Ahmad Ya’la di Jakarta, Rabu (22/04).

Ya’la mengatakan, 7 perusahaan tersebut tidak termasuk perusahaan yang dikecualikan menurut aturan PSBB.

Sedangkan bagi perusahaan yang termasuk sektor pengecualian dalam PSBB, selama beroperasi wajib mematuhi dan melaksanakan protokol kesehatan.

Bagi perusahaan yang tidak termasuk dalam sektor dikecualikan, namun memiliki izin dari Kementerian Perindustrian, juga wajib melaksanakan protokol kesehatan.

Protokol kesehatan tersebut diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 33 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan PSBB dalam Penanganan COVID-19, seperti menjaga jarak fisik, menerapkan “work from home” (WFH), pemeriksaan suhu tubuh, menyediakan penyanitasi tangan dan lain sebagainya.

Ya’la mengatakan, monitoring dan pengawasan pada sejumlah perusahaan di Jakarta Barat sudah dilakukan sejak 14 April 2020. Tercatat hingga Selasa (21/04) dipantau sebanyak 59 perusahaan tersebar di sejumlah kecamatan di Jakarta Barat.

“Jika tidak mematuhi, maka akan kami lakukan penutupan sementara. Monitoring ini kami laksanakan hingga 23 April, jika PSBB diperpanjang, maka monitoring akan terus dilakukan,” kata dia.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: rifad - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Nasional

HUT ke-70 Ikatan Dokter Indonesia, Simak Pesan MKKI
apahabar.com

Nasional

Gelombang Jemaah Haul Guru Sekumpul Terus Berdatangan di Bandara Syamsudin Noor
apahabar.com

Nasional

Polda Metro Belum Berencana Panggil Anji
apahabar.com

Nasional

Tsunami Tanpa Peringatan Dini di Selat Sunda, Ini Penjelasan Vulkanolog ITB
VIRAL: Diduga Bobol ATM, WN Malaysia Ditangkap di Banjarmasin

Nasional

Diduga Bobol ATM, WN Malaysia Ditangkap di Banjarmasin
apahabar.com

Nasional

Tahun Depan Kendaraan Wajib Uji Emisi
apahabar.com

Nasional

BPBD: Banjir Mulai Surut, Jakarta Barat Paling Banyak Terdampak
Habib Luthfi

Nasional

Habib Luthfi bin Yahya Diangkat Jadi Penasihat Menag
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com