Penyerang Polsek Daha Simpatisan ISIS, Legislator Kalsel: Agamanya Kurang Breaking News: PDP Kabur di Banjarbaru Akhirnya Ditemukan! Pertama, Kalsel Uji Terapi Pengobatan Pasien Covid-19 Pengganti Vaksin Toko Buah di Teweh Diserbu Pria Bersajam, Dua Perempuan Terluka Polisi Bongkar Makam Korban Pembunuhan Ibu Kandung di Teweh




Home Hikmah

Minggu, 26 April 2020 - 06:30 WIB

Menggali Makna Imsak Selama Ramadan

rifad - Apahabar.com

Ilustrasi lembaran jadwal imsakiyah. Foto-grid.id

Ilustrasi lembaran jadwal imsakiyah. Foto-grid.id

apahabar.com, JAKARTA – Sepanjang bulan suci Ramadan, kata imsak akan kembali naik daun. Imsak bahkan menajdi kata yang sangat berwibawa selama bulan suci tersebut.

Waktu imsak dapat dimaknai sebagai beberapa menit sebelum azan shalat Subuh. Dalam pada itu, seseorang yang telah berniat berpuasa berhenti total dari makan dan minum.

Dikutip dari khazanah.republika.co.id, secara harfiah, imsak mempunyai arti ‘pengendalian diri.’ Dalam perspektif fikih, puasa juga sering didefinisikan sebagai “al-imsak ‘anil akl wa al-syurb wa al-jima.” Artinya, mengendalikan diri dari makan, minum, dan hubungan suami-istri.

Baca juga :  Cerita Tambuang, Menjadi Muslim di Tengah Keluarga China

Tiga hal itulah yang menjadi gatra utama pengendalian diri seseorang ketika sedang berpuasa, sekaligus menjadi kriteria keabsahan puasanya.

Jika seseorang telah memenuhi kriteria itu, jadilah ia ‘shaimin’ atau ‘shaimat’ minimalis. Namun, seorang minimalis sekalipun mempunyai peluang untuk menjadi manusia bermartabat jika ia benar-benar mampu melakukan imsak tersebut secara total.

Kalangan maksimalis tentu berpuasa bukan semata-mata mencegah diri dari makan, minum, dan hubungan seksual suami-istri. Mereka tentu mengejar seluruh keutamaan puasa.

Mereka juga akan ber-imsak dari segala bentuk keakuan (ananiyat), seperti egoisme diri, egoisme kelompok atau golongan (ananiyah hizbiyah). Puasa akan dimanifestasikan dalam imsak dari segala bentuk keangkuhan (takabburat), seperti arogansi intelektual, politik, atau kekuasaan.

Baca juga :  Muslim Dunia Memulai Ramadan dengan Suasana Lockdown

Maka, Ramadan ini perlu kita jadikan sebagai momentum untuk melakukan ‘imsak’ nasional. Yakni, agar seluruh bangsa menahan diri dalam egoisme dan segala hal yang melahirkan keburukan.

Baik yang di tingkat elite hingga masyarakat bawah. Salah satu realisasi imsak tersebut adalah berkata dengan baik. Seperti diisyaratkan dalam sebuah hadis. Di antara tanda-tanda orang beriman adalah berkata baik atau diam.(Rep)

Editor: Aprianoor

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hikmah

Ketika Rasulullah SAW Menangis karena Kesyukuran
apahabar.com

Hikmah

Tiga Tahap Alquran Diturunkan Allah SWT
Pesan Ali bin Abi Thalib untuk Pria Kaya dan Rumahnya

Hikmah

Pesan Ali bin Abi Thalib untuk Pria Kaya dan Rumahnya
apahabar.com

Hikmah

Para Ulama yang Mendoakan Imam Syafi’ie dalam Shalat Puluhan Tahun
apahabar.com

Hikmah

Pendidikan Karakter Berpusat pada Hati
apahabar.com

Hikmah

Ini Lafal Zikir Pagi dan Petang Seperti Dicontohkan Rasulullah SAW
apahabar.com

Hikmah

Amar Makruf Nahi Mungkar Tapi Penuh Benci dan Cacian?
apahabar.com

Hikmah

Mukmin Harus Jadi Kuat, Begini Hadis Rasulullah