Kalsel Kedatangan Pejabat Pusat, Ibnu Sina Minta Laboratorium Bertambah Belasan, 6 Positif Covid-19 di Kotabaru Pejuang Medis dan WNA Sosok AS, Terduga Teroris di Tanbu yang Diamankan Densus 88 Densus 88 Beraksi di Tanah Bumbu, Buku Jihad dan Syal Diamankan Tagihan Listrik di Kalsel-Teng Membengkak? PLN Ungkap Penyebabnya




Home Ekbis

Rabu, 8 April 2020 - 13:12 WIB

Miliaran Rupiah Menguap, Imbas Pembebasan Pajak Hotel di Banjar

Triaji Nazulmi - Apahabar.com

Ilustrasi salah satu hotel di Banjar yang tergabung dalam PHRI. Foto-Istimewa

Ilustrasi salah satu hotel di Banjar yang tergabung dalam PHRI. Foto-Istimewa

apahabar.com, MARTAPURA – Imbas pembebasan pajak hotel akibat pandemi Covid-19, Pemkab Banjar diprediksi kehilangan Rp 1 miliar.

Sebagaimana diketahui, Pemkab Banjar telah mengabulkan permohonan Persatuan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI) Kalsel. Permintaan pembebasan pajak hotel tersebut sebelumnya diamini Bupati Banjar KH Khalilurrahman saat pengurus PHRI Kalsel bersama sejumlah owner hotel di Kabupaten Banjar bertandang ke rumah dinas sang bupati, Selasa (7/4).

Dalam kesepakatannya, pajak yang dibebaskan termasuk pajak restoran pada hotel. Diungkapkan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Banjar, HM Farid Soufian, hotel yang dibebaskan pajak merupakan mereka yang tergabung dalam organisasi PHRI Kalsel. Masing-masing Hotel Aston Banua, Hotel Treepark, dan Hotel Amaris.

Baca juga :  Minyak Mentah Tergelincir, Batu Bara Newcastle Ditutup Melemah

“Bupati mengabulkan permintaan bebas pajak terhitung mulai April sampai Juni,” ujar Farid kepada apahabar.com, Rabu (8/4).

Semula PHRI menyurati kepala daerah termasuk bupati Banjar untuk permohonan pembebasan pajak.

“Selain pajak hotel dan restoran, mereka awalnya juga meminta bebas pajak hiburan, reklame, dan PBB. Tapi kami tidak bisa mengabulkan semuanya,” papar Farid.

Adapun payung hukum pembebasan pajak itu berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 tahun 2020 dan serta status tanggap darurat Covid-19 sesuai surat edaran sampai 30 Juni.

Baca juga :  Dalam Proses, Ribuan Spesimen Covid-19 Masih Antre di Lab BBTKLPP Banjarbaru

Sementara akibat dari pembebasan pajak hotel itu Pemkab Banjar harus kehilangan pendapatan kurang lebih 1 miliar rupiah. “Dari pajak tiga hotel tersebut selama tiga bulan, pendapatan daerah berkurang sekitar Rp1 miliar,” jelas Farid Soufian.

Dalam waktu dekat ini, tambah Farid, pihaknya akan merevisi anggaran APBD 2020 bersama tim anggaran karena banyaknya pendapatan yang diprediksi menguap di tengah pendemi Covid-19.

 Miliaran Rupiah Menguap, Imbas Pembebasan Pajak Hotel di Banjar

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Banjar Dr Ir HM Farid Soufian. Foto-apahabar.com/Hendra

Reporter: Hendra Lianor
Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Baru Rilis Honda X-ADV 150 Siap Rebut Pasar Motor Sejenis di Kalsel
apahabar.com

Ekbis

Hari Ini, TCASH Berubah Menjadi LinkAja
apahabar.com

Ekbis

Harga Bawang di Rantau Melonjak Naik
Per Hari Ini, Harga Pertamax di Kalsel Jadi Rp 9.200

Ekbis

Per Hari Ini, Harga Pertamax di Kalsel Jadi Rp 9.200
apahabar.com

Ekbis

Tepis Suku Bunga Negatif, Ketua Fed Bikin Rupiah Melemah
apahabar.com

Ekbis

Pandemi Membuat Transaksi DANA Naik
apahabar.com

Ekbis

Jelang Ramadan, Harga Bawang di Kalsel Kompak Naik
apahabar.com

Ekbis

Kebakaran Kilang di Balikpapan Dijamin Tak Ganggu Produksi