Usai Kios Pasar Kuripan Dibongkar, Pemkot Banjarmasin Incar Ruko dan TPS Veteran BMW M1 milik mendiang Paul Walker “Fast and Furious” Dilelang Rumdin Kepala Kemenag HSU Ambruk ke Air, Begini Nasib Penghuninya 2 Segmen Rampung, Jembatan Bailey Pabahanan Tala Sudah Bisa Dilewati Kenakan Sarung, Mayat Gegerkan Warga Ratu Zaleha Banjarmasin

Minus Pedagang Banjarmasin, Pasar Marabahan Sedikit Lengang

- Apahabar.com Selasa, 14 April 2020 - 18:10 WIB

Minus Pedagang Banjarmasin, Pasar Marabahan Sedikit Lengang

Suasana Pasar Marabahan yang sedikit lengang, pasca-pembatasan jumlah pedagang dari Banjarmasin, Selasa (14/4). Foto:apahabar.com/Bastian Alkaf

apahabar.com, MARABAHAN – Pembatasan pedagang dari Banjarmasin, ternyata berimbas kepada suasana Pasar Marabahan, Selasa (14/4).

Mengantisipasi peningkatan penyebaran Covid-19 dari zona merah, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Barito Kuala membatasi jumlah pedagang Banjarmasin.

Aturan tersebut tidak hanya berlaku di Pasar Marabahan, melainkan semua pasar tradisional di Batola.

Hanya pedagang bahan pokok yang diperbolehkan berniaga di Bumi Selidah. Sebaliknya pedagang bukan bahan pokok dianjurkan tak menggelar dagangan, selama Covid-19 masih mengancam.

Anjuran itu ternyata cukup ditaati pedagang Banjarmasin. Kendati tidak semuanya, banyak lapak pedagang pakaian atau kain, elektronik dan barang pecah belah yang kosong.

Sementara pedagang dari Nagara, Hulu Sungai Selatan, masih terlihat berbaur dengan pedagang lokal lantaran tidak menjadi sasaran imbauan pembatasan jumlah pedagang tersebut.

Situasi ini membuat suasana pasar terlihat lebih lengang. Di sisi lain, masyarakat Marabahan dan sekitarnya juga memilih menahan diri mendatangi tempat-tempat umum.

“Biasanya di belakang lapak saya, diisi pedagang Banjarmasin semua. Mungkin setelah anjuran itu, mereka tidak berjualan,” papar Sandi, salah seorang pedagang pakaian dari Marabahan.

“Tetapi tidak semua pedagang Banjarmasin tak berjualan. Masih terdapat beberapa yang berjualan, seperti pedagang masker dan sandal,” imbuhnya.

Situasi tersebut membuat beberapa pedagang menginginkan Diskoperindag Batola lebih reaktif, terutama dalam menyampaikan imbauan.

“Mungkin pedagang Banjarmasin yang masih datang, tak mengetahui pengumuman itu,” cetus Budi, pedagang lokal yang berjualan kacamata.

Terkait beberapa pedagang non bahan pokok dari Banjarmasin yang masih beraktivitas, Diskoperindag Batola segera mengambil tindakan.

“Situasi ini menjadi bahan evaluasi kami. Sedangkan tindakan selanjutnya, sedang dikoordinasikan dengan pihak terkait,” jawab Surono, Kabid Perdagangan Diskopperindag Batola.

Reporter: Bastian Alkaf
Editor: Syarif

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Bapemperda DPRD Banjarmasin Ajukan 20 Raperda
apahabar.com

Kalsel

Ibu Persit Kodim 1007 Tanam Kebiasaan Menabung pada Anak Usia Dini
apahabar.com

Kalsel

Memilih Hewan Kurban Jelang Idul Adha 1441 H, Ini Ciri Jika Sakit
apahabar.com

Kalsel

Penghitungan Terbaru KPU di Kalsel, 25 April: 01 (35,36%), 02 (64,64%)
Serongga

Kalsel

Ironi Pasar Rp 5,2 M di Kotabaru: Tak Terurus akibat Korupsi Terendus
apahabar.com

Kalsel

Permudah Pelajar ke Sekolah, Pemkab Banjar Sediakan BUNGAS
apahabar.com

Kalsel

Massa Aksi Mulai Sesaki Jalan Lambung Mangkurat, Lalu Lintas Lumpuh Total
apahabar.com

Kalsel

Tim Susur Sungai BI Kalsel Temukan Uang Palsu di Pasar Marabahan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com