Tenang.. Kombes Subchan Jamin Stok Oksigen Kalsel Aman! Resmi, Jokowi Perpanjang PPKM Level IV hingga 2 Agustus Pakar ULM: Pelacakan Covid-19 di Banjarmasin Mendekati Nol! STOK Oksigen di RS Ulin Banjarmasin Tinggal Hitungan Jam, Cek Faktanya Kucurkan Miliaran Rupiah, PPKM Level IV Banjarmasin Tanpa Jam Malam

Minyak Tertekan, Rupiah Terkoreksi Lagi

- Apahabar.com     Rabu, 22 April 2020 - 11:58 WITA

Minyak Tertekan, Rupiah Terkoreksi Lagi

Ilustrasi karyawan menghitung uang rupiah dan dolar AS. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta kembali terkoreksi seiring tertekannya harga minyak dunia, Rabu (22/4) pagi tadi.

Pada pukul 10.20 WIB, rupiah melemah 71 poin atau 0,46 persen menjadi Rp15.539 per dolar AS dari sebelumnya Rp15.468 per dolar AS.

“Harga minyak mentah kemarin kembali turun yang memberikan sentimen negatif ke pelaku pasar,” kata Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta.

Menurut Ariston, industri minyak melibatkan banyak pemangku kepentingan. Termasuk perusahaan keuangan. Sehingga bila industri terpuruk, dampak negatif bisa terasa ke perekonomian.

Turunnya harga minyak juga disebut memberi sinyal ekonomi global masih tertekan yang menurunkan permintaan minyak sebagai sumber energi.

“Bila sentimen negatif ini bertahan, rupiah bisa kembali tertekan ke kisaran 15.600 dengan potensi support di kisaran 15.400,” ujar Ariston.

Harga minyak berjangka Brent anjlok pada akhir perdagangan Selasa lalu (Rabu pagi WIB).

Hal itu memperpanjang kepanikan pasar menyusul meningkatnya banjir pasokan minyak mentah global karena pandemi Covid-19 telah melenyapkan permintaan bahan bakar.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni ditutup anjlok 24 persen menjadi 19,33 dolar AS per barel. Itu terendah sejak Februari 2002.

Sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk penyerahan Juni, terperosok 8,86 dolar AS atau 43 persen, menjadi menetap di 11,57 dolar AS per barel.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi juga memperkirakan rupiah akan melemah namun masih berpeluang menguat.

“Dalam perdagangan hari ini rupiah kemungkinan masih akan bergolak. Walaupun dibuka melemah, tetapi kemungkinan ditutup menguat,” ujar Ibrahim.

Ibrahim memperkirakan rupiah pada hari ini akan bergerak di kisaran Rp15.320 per dolar AS hingga Rp15.570 per dolar AS.

Sementara itu kurs tengah Bank Indonesia pada Rabu menunjukkan rupiah menguat menjadi Rp15.567 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp15.643 per dolar AS. (Ant)

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Asperindo Surati Presiden Terkait Tarif Bagasi
apahabar.com

Ekbis

Berhasil Tipu Google dan Facebook, Pria Ini Kantongi Rp 1,7 triliun
apahabar.com

Ekbis

Khawatir Gelombang Ke-2 Covid-19, Bursa Saham Tokyo Ditutup Turun
apahabar.com

Ekbis

Kementerian ESDM Ubah Lagi Formula Harga BBM Solar
apahabar.com

Ekbis

Erick Thohir Tunjuk Putra Papua Jadi Bos Freeport Indonesia
apahabar.com

Ekbis

Kotabaru (Masih) Menanti Dana Bagi Hasil Migas di Blok Sebuku
apahabar.com

Ekbis

Dalam KTT RoK-ASEAN, Jokowi: Tiga Hal Perlu Dilakukan Hadapi Resesi
apahabar.com

Ekbis

IHSG Dibuka Menguat, Ditopang Kenaikan Wall Street dan Bursa Asia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com