Akhir Pekan Ini, Wisata Siring Banjarmasin Resmi Ditutup Lagi Dokter Kalsel Gugur karena Covid-19, IDI: Sudah 55 Terjangkit! Ibunya Reaktif Tes Covid-19, Bayi di Banjarmasin Meninggal Dunia Rapid Test di Banjarmasin Rp 500 Ribu, Dinkes Siapkan Sanksi Klarifikasi Oknum Dokter Banjarbaru Dugaan KDRT Istri Pertama




Home Ekbis

Rabu, 22 April 2020 - 11:58 WIB

Minyak Tertekan, Rupiah Terkoreksi Lagi

Redaksi - Apahabar.com

Ilustrasi karyawan menghitung uang rupiah dan dolar AS. Foto-Antara

Ilustrasi karyawan menghitung uang rupiah dan dolar AS. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta kembali terkoreksi seiring tertekannya harga minyak dunia, Rabu (22/4) pagi tadi.

Pada pukul 10.20 WIB, rupiah melemah 71 poin atau 0,46 persen menjadi Rp15.539 per dolar AS dari sebelumnya Rp15.468 per dolar AS.

“Harga minyak mentah kemarin kembali turun yang memberikan sentimen negatif ke pelaku pasar,” kata Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta.

Menurut Ariston, industri minyak melibatkan banyak pemangku kepentingan. Termasuk perusahaan keuangan. Sehingga bila industri terpuruk, dampak negatif bisa terasa ke perekonomian.

Turunnya harga minyak juga disebut memberi sinyal ekonomi global masih tertekan yang menurunkan permintaan minyak sebagai sumber energi.

Baca juga :  Butuh Duit? Pilih Pinjol atau Kartu Kredit

“Bila sentimen negatif ini bertahan, rupiah bisa kembali tertekan ke kisaran 15.600 dengan potensi support di kisaran 15.400,” ujar Ariston.

Harga minyak berjangka Brent anjlok pada akhir perdagangan Selasa lalu (Rabu pagi WIB).

Hal itu memperpanjang kepanikan pasar menyusul meningkatnya banjir pasokan minyak mentah global karena pandemi Covid-19 telah melenyapkan permintaan bahan bakar.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni ditutup anjlok 24 persen menjadi 19,33 dolar AS per barel. Itu terendah sejak Februari 2002.

Sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk penyerahan Juni, terperosok 8,86 dolar AS atau 43 persen, menjadi menetap di 11,57 dolar AS per barel.

Baca juga :  Butuh Duit? Pilih Pinjol atau Kartu Kredit

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi juga memperkirakan rupiah akan melemah namun masih berpeluang menguat.

“Dalam perdagangan hari ini rupiah kemungkinan masih akan bergolak. Walaupun dibuka melemah, tetapi kemungkinan ditutup menguat,” ujar Ibrahim.

Ibrahim memperkirakan rupiah pada hari ini akan bergerak di kisaran Rp15.320 per dolar AS hingga Rp15.570 per dolar AS.

Sementara itu kurs tengah Bank Indonesia pada Rabu menunjukkan rupiah menguat menjadi Rp15.567 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp15.643 per dolar AS. (Ant)

Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Rupiah Babak Belur, Dolar AS Melesat ke Rp 14.500
apahabar.com

Ekbis

Minyak Naik karena Optimisme Pengurangan Produksi OPEC+
apahabar.com

Ekbis

Indosat Luncurkan Asisten Google, Cara Baru Cari Informasi Lewat Telepon Gratis
apahabar.com

Ekbis

NASA Temukan Galaksi Kanibal, Apakah Bumi Terancam ?
apahabar.com

Ekbis

Setelah Natal, Harga Emas Antam Melambung Rp 6.000
apahabar.com

Ekbis

Hipmi Siap Minimalisir PHK di Tengah Pandemi Covid-19
apahabar.com

Ekbis

OJK Hentikan Usaha 589 Pinjaman Daring Ilegal
apahabar.com

Ekbis

2019, Penyaluran Pupuk Bersubsidi Petrokomia Gresik Berkurang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com