ga('send', 'pageview');
BREAKING NEWS: Banjarmasin Barat Geger, Kebakaran Rumah Padat Penduduk di Kuin Cerucuk Resmi Sebagai Calon di Pilgub Kalsel, Sahbirin Noor Lepas Jabatan Gubernur Kalsel Pengundian Nomor Urut Pilwali Banjarmasin, KPU Warning Pasangan Calon Jokowi Ungkap Sederet Masalah Food Estate Penyelamat Pangan RI di Kalteng dan Sumut Klaster Perkantoran Pertama di Tabalong, Belasan Pegawai KPP Pratama Tanjung Terpapar Covid-19

MUI Kalsel: Begini Menyikapi Kematian Orang Tertular Covid-19

- Apahabar.com Kamis, 9 April 2020 - 08:42 WIB

MUI Kalsel: Begini Menyikapi Kematian Orang Tertular Covid-19

Ilustrasi. Foto-Net

apahabar.com, BANJARMASIN – Perdebatan terkait penyelenggaraan jenazah yang terdampak kasus virus Covid-19, menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Dalam Islam, tata cara pengurusan jenazah dilakukan dalam empat perkara yaitu memandikan, mengafankan, mensalatkan dan menguburkan.

“Fardu kifayah normalnya melakukan 4 perkara tadi, tapi berbeda untuk kasus orang yang tertular Corona dan meninggal karena itu,” jelas Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Selatan, H Asfiani Norhasani saat dijumpai di kantornya, Rabu (8/4).

Dari sisi kesehatan, tim medis melakukan protap pemulasaraan Covid-19 dengan membungkus jenazah menggunakan plastik agar kedap udara, sehingga tidak menularkan virus yang masih tersisa ditubuhnya ataupun mencegah sesuatu masuk ke dalam kantong mayat tersebut.
Dalam kondisi seperti itu, MUI telah mengeluarkan fatwa yang memperbolehkan jenazah tidak dimandikan atau ditayamumkan untuk menghindari sentuhan langsung dengan orang lain.

Baca juga :  Covid-19 Masih Melanda Banjarmasin, Kampanye Terbuka Ditiadakan?

“Kalau diwudukan harus menggunakan air, kalau ditayamumkan pakai tanah tetapi masih harus disentuh. Itu berisiko bagi penyelenggara atau tukang mandi, bisa terpapar virusnya,” terangnya

Setelah dibungkus menggunakan plastik kedap udara, kemudian dibalut kain kafan layaknya jenazah pada umumnya. Sedangkan pada proses salat jenazah, hukum Islam memperbolehkan untuk dilakukan oleh dua orang saja.
“Saya tidak tahu prosedur kesehatan seperti apa, tetapi kalau memang tidak boleh mendekat, bisa menjaga jarak atau melaksanakan salat gaib,” sebutnya

“Ketika kita mendengar seseorang meninggal dunia dan dia bagian keluarga kita. Di mana pun kita tinggal dapat melakukan salat gaib seperti salat jenazah. Dengan niat ‘Aku sengaja melaksanakan salat mayit, fulan bin fulan. 4 takbir karena Allah Ta’ala’,” lanjutnya.

Proses terakhir adalah penguburan jenazah. Di kondisi normal, orang yang meninggal dianjurkan diantar oleh orang banyak. Sementara untuk menghindari penularan dalam kasus Covid-19, prosedur dilakukan oleh sedikit orang dan harus menggunakan alat pelindung diri (APD). Liang kubur pun disarankan lebih dalam dari kuburan biasanya.

Baca juga :  Update Covid-19 Kalsel: 82 Positif, 98 Pasien Sembuh

“Cukup 2-3 orang seperlunya saja yang menguburkan. Prosedurnya juga di bawah 4 jam, begitu meninggal harus sesegera mungkin dikuburkan,” imbuhnya

Menyikapi polemik yang terjadi di tengah masyarakat, MUI Kalsel mengimbau agar masyarakat mematuhi aturan yang ditetapkan pemerintah dan tim medis. Masifnya penularan virus ini terjadi secara cepat dan tanpa disadari oleh orang awam.
“Selama ini kita cukup berseberangan. Tetapi secara kiasan, sebagai orang yang tahu saya akan lebih takut daripada orang yang tidak tahu (dampak penularan),” pungkasnya.

MUI Kalsel: Begini Menyikapi Kematian Orang Tertular Covid-19

Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Selatan, H Asfiani Norhasani. Foto-apahabar.com/Musnita Sari

Reporter: Musnita Sari
Editor: Muhammad Bulkini

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Besok, Cek Arah Kiblat Salat Saat Matahari di Atas Kakbah
apahabar.com

Habar

‘Bagarakan Sahur’ Ternyata Sudah Ada di Zaman Rasulullah
apahabar.com

Habar

Ratusan Jemaah Sambut Habib Merah di Lumajang, Jenazah Dimakamkan Ba’da Jumat
apahabar.com

Habar

Kecewa dengan Aksi Cina di Natuna, MUI: Kaji Ulang Hubungan dengan Mereka
apahabar.com

Habar

Polda Kalsel Gelar Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Terkait Pengamanan Haul Guru Sekumpul
apahabar.com

Religi

Pemkab HSS Sediakan Bus untuk Jemaah Haul Abah Guru Sekumpul ke-14
apahabar.com

Habar

Ustadz Somad ke Kalsel dengan Dua Kali Keberangkatan
apahabar.com

Religi

Masjid Al A’la Simbol Dakwah Islamiah di HST
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com