Update Covid-19 Tanbu: Sembuh 1 Orang, Positif Nihil 6 Preman Kampung Pemeras Warga di Jalan Nasional Kalsel-Kaltim Disikat Polisi Pasangannya Meninggal, Rahmad Masud: Saya Masih Nggak Nyangka, Ini Seperti Mimpi Wawali Terpilih Meninggal, Begini Penjelasan RSP Balikpapan Respons Pemprov, Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Kalsel

Musim Virus, Nelayan Pulau Laut Kotabaru Menjerit

- Apahabar.com Kamis, 16 April 2020 - 20:55 WIB

Musim Virus, Nelayan Pulau Laut Kotabaru Menjerit

Kades Rampa, Pulau Laut, Kotabaru, Syamsir, bersama Bhabinkamtimbas setempat saat meninjau kondisi nelayannya. Foto-Masduki

apahabar.com, KOTABARU – Imbas pandemi Corona (Covid-19), perekonomian warga kecil di Kotabaru terus melorot. Terlebih nelayan.

Kali ini giliran yang bermukim di Desa Rampa Lama, Kecamatan Pulau Laut Utara harus gigit jari.

Selama pandemi Covid-19, hasil tangkapkan melaut mereka tak laku. Kalaupun ada, harga belinya di bawah normal.

Dijumpai apahabar.com, Wara, salah satu nelayan Desa Rampa merasakan benar paceklik penghasilan akibat Covid-19 itu.

“Jadi, sejak musim Corona ini, kami susah, mas. Sebab, semua jenis ikan atau hasil tangkapan kami tidak laku. Kalaupun ada yang mau beli, harganya murah sekali,” ujar Wara, Kamis (16/4) sore.

Hal serupa juga disampaikan Kepala Desa Rampa, Syamsir. Menurutnya, mayoritas warga terpaksa bertahan hidup dengan kondisi seadanya.

“Iya, kondisi saat ini sangat berpengaruh terhadap ekonomi nelayan di desa kami,” ujar Syamsir.

Selain itu, Syamsir bilang, menyikapi persoalan tersebut pihaknya sedang mencarikan solusi terbaik untuk para nelayan.

“Jadi, rencananya, kami bersama Bhabinkamtibmas, dan pihak terkait akan membuat tampungan ikan. Supaya hasil tangkap nelayan nanti bisa terakomodir,” ujarnya.

Sebelum mengakhiri, Syamsir berharap agar pemerintah daerah dapat memberikan solusi. Sehingga, hasil tangkap nelayan bisa terjual, dan terpasarkan dengan harga normal.

“Kami berharap Pemda ini bisa membantu persoalan nelayan ini. Supaya ikan nelayan bisa laku, untuk menyambung hidup hidup mereka,” Syamsir mengakhiri.

Reporter: Masduki
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Cetak Rekor Baru, Huawei Jual 200 Juta Ponsel di 2018
apahabar.com

Ekbis

PLN Umumkan Golongan yang Terima Stimulus Covid-19
apahabar.com

Ekbis

Toraja Utara Siapkan 387 Objek Wisata Baru
apahabar.com

Ekbis

Alasan Mengapa Honda Beat Generasi Lima lebih Ringan
apahabar.com

Ekbis

Pemkot Banjarmasin Tarik Pajak Warung Kopi Modern
apahabar.com

Ekbis

Bursa Saham Global Naik, IHSG Awal Pekan Ikut Menguat
apahabar.com

Ekbis

Penerbangan Subsidi Buntok-Banjarmasin Turun Drastis
apahabar.com

Ekbis

Mengintip Perjuangan Peternak Sapi Perah Satu-satunya di Kotabaru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com