Dinkes Banjarmasin Langgar Prokes, Pejabat Pemkot Melempem Sidang Kasus Sabu 300 Kg di Banjarmasin, 4 Terdakwa Terancam Hukuman Mati! Tipu-Tipu Oknum DLH Banjarmasin, Sekantoran Diutangi Ratusan Juta Tipu Belasan Penyapu Jalan, Oknum ASN di Banjarmasin Akhirnya Mengaku! Berstatus Waspada, PVMBG Sebut Aktivitas Gunung Semeru Masih Fluktuatif

Nestapa Ribuan Karyawan Hotel di Banjarmasin, Ada Kena PHK dan Dirumahkan

- Apahabar.com Selasa, 7 April 2020 - 19:38 WIB

Nestapa Ribuan Karyawan Hotel di Banjarmasin, Ada Kena PHK dan Dirumahkan

Ilustrasi pekerja hotel. Foto- Shutterstock/Dragon Images

apahabar.com, BANJARMASIN – Banyak dampak yang terjadi akibat pandemi virus Corona atau COVID-19. Termasuk babak belurnya perputaran roda perekonomian di Banjarmasin.

Bisnis hotel pun mengambil kebijakan menutup operasional untuk mencegah penyebaran virus Corona. Akibat keputusan itu tidak ada pendapatan yang masuk ke kas perusahaan.

Otomatis turut menjalar kepada dirumahkannya karyawan. Pemkot Banjarmasin mencatat ada 1.523 karyawan diliburkan dan 121 orang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Diantara karyawan dirumahkan dari sektor perhotelaan penyumbang paling banyak dengan 1080 karyawan.

Sisanya sektor perdagangan 210 karyawan dan industri 139 karyawan. Kemudian disusul jasa dan rumah sakit swasta 94 karyawan.

“Kita (Pemkot) menetralisir dan mencegah dampak itu berkepanjangan,” ujar Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina.

Meski prihatin, Pemkot Banjarmasin tidak bisa berbuat banyak kepada karyawan dirumahkan maupun PHK.

Padahal ditempat lain Pemerintah daerah mengeluarkan kebijakan untuk meniadakan pemungutan pajak kepada bisnis yang terjun bebas akibat virus Corona.

Kenyataan dilapangan mereka masih berkewajiban menyetorkan pajak ke Pemkot Banjarmasin.

Ibnu menerangkan kondisi demikian karena Banjarmasin tidak termasuk dari 10 destinasi wisata yang diputuskan Pemerintah Pusat.

Penghapusan pajak ke10 lokasi itu sebagai bentuk stimulus terhadap perekonomian, terutama di sektor pariwisata, akibat sentimen buruk wabah virus corona.

Diantaranya Batam, Denpasar, Yogyakarta, Labuan Bajo, Lombok, Malang, Manado, Toba (Silangit), Tanjung Pandan, dan Tanjung Pinang. Secara keseluruhan, ada 33 kabupaten/kota di destinasi wisata tersebut.

Dilain pihak, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) pusat mendesak Pemkot Banjarmasin untuk segera mengambil kebijakan.

“Kami akan memutuskan nantinya apakah ada  reaklasasi perhitungan ulang, pengurangan atau penghapusan pajak dampak dari virus Corona,” pungkasnya.

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Mulai 2020, Blangko KTP Lebih Mudah Diperoleh
apahabar.com

Kalsel

Konvoi Sungai, Bank Kalsel Jadi Klotok Favorit
apahabar.com

Kalsel

Blakblakan Jaksa Soal Dugaan Aliran Sesat Abah Pal Lima di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Selain HSS, Hari Ini BMKG Peringatkan Tiga Wilayah Kalsel untuk Waspada!
apahabar.com

Kalsel

Antisipasi Covid-19, Pemkot Banjarmasin Semprot Disinfektan
apahabar.com

Kalsel

Puluhan Jurnalis Kalsel Ikuti UKW
apahabar.com

Kalsel

Cegah Karhutla dan Gangguan Kamtibmas, Polsek Tambang Ulang Rutin Patroli Siang Malam
apahabar.com

Kalsel

Inalillah, Tokoh Ulama Manado Asal Banjar Wafat, Dimakamkan di Kampung Kadi HST
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com