Usai Beasiswa 1000 Doktor, SHM Bakal Cetak Ribuan Sarjana Baru di Tanah Bumbu Sederet Prestasi Niha, Hafizah Cilik Kotabaru dari MTQ Tingkat Kabupaten hingga Provinsi Polisi Anulir Pernyataan Status Tersangka Dua Mahasiswa Kalsel 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Paula Verhoeven Hamil, Kiano Bakal Punya Adik, Baim Wong Ingin Mak Beti Ucapkan Selamat ke Sang Istri

Obati Pasien Covid-19, Ilmuwan Prancis Uji Teori Pemanfaatan Nikotin

- Apahabar.com Selasa, 28 April 2020 - 14:20 WIB

Obati Pasien Covid-19, Ilmuwan Prancis Uji Teori Pemanfaatan Nikotin

Sejumlah ilmuwan melakukan test sampel Covid-19 di dalam laboratorium di Dinas Kesehatan Kota New York, di tengah merebaknya virus corona (Covid-19) di Kota New York, New York, Amerika Serikat, Kamis (23/04). Foto-Reuters/Brendan McDermid via Antara

apahabar.com, PARIS – Para ilmuwan Prancis sedang bersiap meluncurkan uji coba manusia untuk menguji hipotesis mereka bahwa nikotin dapat membantu tubuh memerangi infeksi Covid-19.

Uji coba ini akan melibatkan kelompok petugas kesehatan dan pasien yang menggunakan patch (lembaran) nikotin dan kelompok lain yang menggunakan patch plasebo. Kemudian mereka akan diuji untuk melihat perbedaan dalam cara tubuh mereka merespons virus.

Uji coba ini merupakan tindak lanjut dari sebuah penelitian data kesehatan masyarakat Prancis, yang diterbitkan bulan lalu, yang tampaknya menunjukkan bahwa perokok memiliki kemungkinan 80 persen lebih rendah untuk terkena Covid-19 dibandingkan bukan perokok pada usia dan jenis kelamin yang sama.

Para ilmuwan berhipotesis dalam penelitian mereka bahwa nikotin, yang terkandung dalam rokok, dapat mempengaruhi kemampuan molekul virus corona melekat pada reseptor di dalam tubuh.

“Anda memiliki virus yang tiba di reseptor, dan nikotin menghalangi itu, dan mereka berpisah,” kata Jean-Pierre Changeux, profesor emeritus ilmu syaraf di institut Pasteur Prancis, menggambarkan proses dari hipotetis itu.

Dia ikut menulis penelitian dengan Zahir Amoura, seorang profesor di Rumah Sakit Universitas Pitie-Salpetriere Paris, dan mereka berdua melakukan uji coba itu.

Amoura mengatakan bagian terpenting dari uji coba itu adalah pengujian pada kelompok sampel yang terdiri dari 1.500 profesional kesehatan.

Mereka akan dinilai untuk melihat apakah mereka terinfeksi virus, dan apakah mereka yang memakai patch nikotin lebih tahan daripada rekan mereka yang memakai patch plasebo.

“Itu bisa memberi kita cara untuk mengurangi penyebaran virus,” kata Amoura.

Pengujian serupa akan dilakukan pada 400 orang yang telah dirawat di rumah sakit dengan gejala virus corona, untuk memahami apakah nikotin mengubah perkembangan penyakit.

Pengujian akan dilakukan selama sekitar tiga minggu. Para peneliti mengatakan mereka akan berhati-hati untuk memastikan penelitian mereka tidak mendorong orang untuk merokok, mengingat dampaknya yang berbahaya pada kesehatan manusia.

“Itu akan menjadi bencana besar,” kata Changeux.(Ant/Rts)

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Wiranto: Peran KPI Sentral Merawat Kebhinekaan
apahabar.com

Nasional

Jokowi Dorong Kerja Sama Peningkatan Konektivitas ASEAN-Korea Selatan
apahabar.com

Nasional

Indonesia Bakal Pulangkan 2 Buronan di Amerika, Polri Akan Lakukan Barter
apahabar.com

Nasional

PBNU Minta Dubes Arab Saudi Dipulangkan
apahabar.com

Nasional

Jokowi Sedang Cari Calon Pemimpin Ibu Kota Baru
apahabar.com

Nasional

Donald Trump: China Seharusnya Bisa Hentikan Penyebaran Covid-19
apahabar.com

Nasional

Kasus Kecelakaan Maut Speedboat di Sungai Sebangau Dilimpahkan ke Denpom
apahabar.com

Nasional

Survei Indo Barometer: Erick Thohir Sosok Menteri dengan Kerja Nyata
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com