Terima Kasih Warga Banjarmasin, Korban Banjir Batola Terima Bantuan dari Posko apahabar.com Operasi SAR SJ-182 Dihentikan, KNKT Tetap Lanjutkan Pencarian CVR Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Talaud Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami Potret Seribu Sungai, Serunya Memancing di Jembatan Sudimampir Banjarmasin Menengok Kondisi Pengungsi Banjar di Kota Idaman Banjarbaru

ODP dan OTG dari Batola Mulai Dikarantina di SKB

- Apahabar.com Rabu, 15 April 2020 - 18:54 WIB

ODP dan OTG dari Batola Mulai Dikarantina di SKB

Wakil Bupati Barito Kuala, H Rahmadian Noor, memeriksa kesiapan SKB Batola yang dijadikan tempat karantina OTG dan ODP. Foto:apahabar.com/Bastian Alkaf

apahabar.com, MARABAHAN – Sejak 15 April 2020 hingga beberapa hari kedepan, suasana Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Barito Kuala dipastikan sedikit berbeda.

Tempat yang biasa digunakan untuk kegiatan pendidikan non formal itu, disulap menjadi lokasi karantina Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan Orang Tanpa Gejala (OTG) dari berbagai kecamatan di Batola.

Karantina ODP dan OTG tersebut merupakan salah satu upaya Batola memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Upaya ini sekaligus mengurangi kekhawatiran masyarakat sekitar ODP dan OTG.

“Melihat perkembangan penyebaran Covid-19, Pemkab Batola memutuskan mengisolasi OTG dan ODP,” ungkap Wakil Bupati Batola, H Rahmadian Noor, Rabu (15/4).

“Memang mereka bukan pasien positif. Tapi karantina ini menjadi langkah awal pencegahan, sekaligus mengurangi kekhawatiran di tengah masyarakat akibat isolasi mandiri yang kurang tertib,” imbuhnya.

Terdiri dari 5 kamar dengan daya tampung per kamar 10 orang, ODP dan OTG yang pertama memasuki SKB berasal dari Wanaraya. Prioritas itu dilandasi 4 pasien positif dan 1 PDP dari kecamatan tersebut.

“Dalam tahap pertama, kami mengkarantina 28 ODP dan OTG dari Wanaraya, baru kemudian dari kecamatan lain, ” jelas Rahmadi.

Terkait kondisi SKB yang berada di tepi jalan dan berdekatan dengan perumahan warga, Pemkab Batola meyakinkan bahwa situasi tersebut sudah dikaji dan dikomunikasikan.

“Sebelum diputuskan menjadi tempat karantina, warga sekitar SKB sudah diberi pemahaman bahwa ODP dan OTG bukan pasien,” tegas Rahmadi.

“Selama dalam karantina, mereka dipantau 24 jam. Seandainya memperlihatkan gejala, mereka langsung dibawa ke Rumah Sakit Abdul Aziz,” imbuhnya.

Untuk memantau semua ODP dan OTG, Batola mensiagakan 1 doktes spesialis paru yang memeriksa setiap hari.

“Juga terdapat dokter umum yang bertugas selama 24 jam, ditambah perawat dan petugas gizi dengan sistem kerja tiga shift,” timpal dr Azizah Sri Widari, Kepala Dinas Kesehatan Batola.

Juga disiagakan petugas keamanan yang berasal dari Kodim 1005 Marabahan, Polres Batola dan Satpol PP. Sama seperti petugas medis, pengamanan dilakukan dalam tiga shift.

Reporter: Bastian Alkaf
Editor: Syarif

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Dua Konfederasi Buruh Deklarasikan Diri Menangkan Sahbirin-Muhidin di Pilkada Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Hujan Ringan Sejumlah Wilayah
vaksin covid-19

Kalsel

Polisi Jaga Ketat Distribusi Vaksin Covid-19 Tahap Dua di Kalsel
apahabar.com

Kalsel

PT Batulicin Enam Sembilan dan Yayasan Haji Maming Distribusikan 5.5 Ton Beras untuk Korban Banjir
apahabar.com

Kalsel

Antisipasi Ada Korban KM Pieces, Polda Kalsel Dirikan Posko Postmortem
apahabar.com

Kalsel

Polisi Ungkap Penyebab Kecelakaan Maut Basirih yang Tewaskan 2 Pengendara
apahabar.com

Kalsel

Calon Haji Banjar Meninggal Sebelum Berangkat, Kemenag: Duit Aman
apahabar.com

Kalsel

Calon Wali Kota Banjarmasin Nomor Urut 2 Ibnu Sina Sambangi Warga di Basirih Selatan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com