Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel

Optimalisasi Work From Home Bagi ASN      

- Apahabar.com Senin, 6 April 2020 - 18:56 WIB

Optimalisasi Work From Home Bagi ASN      

Riswan Erfa Mustajillah. Foto-Istimewa

Oleh Riswan Erfa Mustajillah

Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang begitu masif telah membuat berbagai pihak kewalahan. Himbauan pembatasan sosial terus dilakukan. Setiap orang diminta untuk semaksimal mungkin melakukan berbagai kegiatan dari rumah. Berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah untuk memutus penyebaran Covid-19. Salah satunya adalah membuat kebijakan bagi ASN agar bisa bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH)

Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) mengeluarkan Surat Edaran Nomor 19 Tahun 2020 tentang Penyesuaian Sistem Kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Upaya Pencegahan Covid-19 di Lingkungan Instansi Pemerintah. ASN dapat bekerja tanpa harus masuk kantor. Langkah pemerintah pusat itu pun ditindaklanjuti oleh Pemerintah Daerah (Pemda). Misalnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov) telah mengeluarkan Edaran Nomor 065/0312/ORG Tahun 2020 tentang Penyesuaian Sistem Kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Upaya Pencegahan Covid-19 di Lingkungan Pemprov Kalsel. Bahkan masa WFH bagi ASN Pemprov Kalsel diperpanjang hingga 20 April 2020 melalui Surat Edaran yang baru. Beberapa Pemerintah Kabupaten/Kota juga mengambil kebijakan yang sama.

Sebelum adanya himbauan WFH bagi ASN karena adanya wabah Covid-19, Pemerintah memang mulai memformulasikan kebijakan agar ASN bekerja tanpa perlu datang ke kantor. Pada Januari 2020 kebijakan tersebut mulai diujicoba terhadap 1.000 ASN di lingkungan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Kebijakan ASN boleh bekerja dimana saja dibuat untuk menyesuaikan dengan era modern untuk mewujudkan smart government. Dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, pekerjaan-pekerjaan ASN dinilai bisa dilakukan secara lebih fleksibel baik dari segi tempat maupun waktu.

WFH bagi ASN pada dasarnya memang dapat dilakukan sepanjang fungsi dan tugas ASN yang dibebankan oleh Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN dapat dipenuhi. UU tersebut menyatakan bahwa ASN berfungsi sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, dan perekat dan pemersatu bangsa. Oleh karenanya, ASN bertugas untuk melaksanakan kebijakan dan memberikan pelayanan publik, serta mempererat persatuan dan kesatuan NKRI. Fokusnya adalah bagaimana ASN dapat menyelesaikan tugas dan fungsinya dengan sebaik mungkin. Sehingga dari mana ASN menyelesaikannya tidak lagi terlalu relevan. Meskipun tentu pada ASN yang diharuskan secara langsung memberikan pelayakan publik dan berhubungan dengan dengan masyarakat WFH akan menjadi kendala tersendiri.

Langkah Optimalisasi

Optimalisasi WFH bagi ASN penting mengingat ASN juga dibebankan tugas untuk melaksanakan pembangunan tertentu. ASN dibebankan untuk melaksanakan tugas tersebut melalui pembangunan bangsa (cultural and political development) serta melalui pembangunan ekonomi dan sosial (economic and social development). Beban tugas tersebut ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran seluruh masyarakat. Hal tersebut harus dijalankan oleh ASN dengan sebaik-baiknya. WFH jangan sampai menjadi penghambat ASN dalam melaksanakan tugas pembangunan tertentu itu.

Kondisi pandemic Covid-19 yang mengharuskan Pemerintah dan Pemda membuat kebijakan WFH bagi ASN harus dimanfaatkan sebagai sarana untuk menemukan formula teknis yang tepat ke depan. Kondisi saat ini memang bukanl kondisi yang ideal, tapi pelaksanaan kebijakan WFH bagi ASN tersebut dapat digunakan sebagai bahan evaluasi ke depan. Evaluasi implementasi itu nantinya dapat membantu penyempurnaan konsep pelaksanaan WFH. Setidaknya ada empat langkah yang harus dicermati untuk membuat WFH bagi ASN lebih optimal.

Pertama ASN harus punya Key Performance Indicator (KPI) yang jelas dan terukur. KPI adalah satu ukuran yang digunakan untuk bisa mengukur tingkat  kinerja, seberapa baik seorang individu dapat mencapai sasaran atau tujuan strategis yang telah dibebankan kepadanya. KPI harus dibuka secara transparan. KPI tidak hanya diketahui oleh individu yang bersangkutan, tetapi harus diketahui oleh rekan kerja bahkan oleh publik. Hal tersebut dapat membantu membuat WFH lebih terkontrol dan terukur.

Kedua, kesiapan fasilitas. WFH tentu membutuhkan fasilitas kerja yang berbeda dengan bekerja konvensional. Kapasitas akses internet yang cepat adalah salah satu contoh sederhana. Misalnya, saat WFH membutuhkan rapat daring, maka kapasitas koneksi internet haruslah bagus. Hal ini tentu tidak dibutuhkan saat semua orang secara fisik hadir di kantor.

Ketiga, adaptasi budaya kerja yang cepat. Karakteristik bekerja WFH tentu tidak sama saat bekerja dengan secara langsung bekerja di kantor. Meskipun secara waktu WFH lebih fleksibel tapi fokus dalam bekerja dapat menjadi masalah. Kondisi suasana rumah setiap ASN tentu berbeda, ada yang bisa mendukung dan ada yang menghambat. Pemahaman budaya kerja WFH ini tidak hanya penting dipahami oleh individu ASN, tetapi juga oleh individu lain yang ada di rumah saat ASN melakukan WFH. Kemampuan adaptasi individu-individu tersebut terhadap budaya kerja inilah yang juga dapat membantu optimalisasi WFH.

Keempat, insentif yang jelas terutama bagi ASN tidak bisa WFH karena karateristik tugasnya dan ASN yang bisa melakukan WFH. ASN yang dapat bekerja tanpa harus masuk kantor secara tidak langsung mendapat insentif waktu yang lebih fleksibel. Sementara ASN yang secara langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat, misalnya seperti tenaga kesehatan tentu sulit untuk menerapkan WFH. Ada disparitas insentif yang dapat membuat soliditas birokrasi terganggu. Oleh karenanya harus ada pola insentif yang tepat.

Kondisi saat ini yang memaksa ASN harus menjalankan tugas dan fungsinya dengan cara WFH harus dipastikan bisa berjalan optimal. Selain sebagai upaya memutus penyebaran Covid-19, WFH bagi ASN saat ini diharapkan mampu menjadi stimulus adaptasi dengan tuntutan era modern dalam smart government untuk dapat bekerja dari mana saja. Wallahualam bi sawab.

Analis Hukum (ASN) pada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Opini

Tetty Paruntu: Pak Pratikno yang WA Saya Minta Menghadap Presiden
apahabar.com

Opini

Jika Belajar Mengajar di Rumah Diperpanjang, Bagaimana Nasib Siswa Berkebutuhan Khusus?
apahabar.com

Opini

Kekuatan Sedekah di Tengah Wabah Virus Corona
Medina untuk Corona

Opini

Medina untuk Corona
apahabar.com

Opini

Demo Mahasiswa dan Viral Tilawah Fathur
apahabar.com

Opini

Pandeminiafuzz; Penanda Sebuah Peristiwa
apahabar.com

Opini

Mengamalkan Wiridan Tanpa Ijazah; Menyikapi Fenomena Kitab Imdad Abah Guru Sekumpul

Opini

Rekonstruksi Makna Shalat, Dari Rutinitas Jasmani Menjadi Suluk Ruhani
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com