Detik-Detik Akhir Kampanye, Bawaslu RI Turun ke Banjarmasin Bisnis Terselubung, Polisi Kotabaru Tangkap 2 Pelaku TV Kabel Terpapar Covid-19, Kemenag Tutup Satu Ponpes di Palangka Raya Cobain Bikin Video Berkualitas Film dengan Galaxy Note20 Series Maladministrasi, Pemkot Banjarmasin Diminta Setop Tertibkan Reklame Sepihak

Para Pakar Banua Kritisi Kebijakan PSBB

- Apahabar.com Minggu, 12 April 2020 - 20:12 WIB

Para Pakar Banua Kritisi Kebijakan PSBB

Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kota Banjarmasin bekerjasama dengan Pusat Kajian Anti Korupsi and Good Governance (PARANG) ULM mengadakan diskusi daring dengan tema "Menakar Dampak Sosial, Ekonomi dan Politik atas Kebijakan PSBB Bagi Ummat Jelang Ramadhan", Minggu (12/04). Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kota Banjarmasin bekerjasama dengan Pusat Kajian Anti Korupsi and Good Governance (PARANG) ULM mengadakan diskusi daring dengan tema “Menakar Dampak Sosial, Ekonomi dan Politik atas Kebijakan PSBB Bagi Ummat Jelang Ramadhan”, Minggu (12/04).

Diskusi daring ini dilaksanakan melalui aplikasi Zoom yang menghadirkan lima narasumber dari berbagai kalangan dan pakar di bidang masing-masing.

Di antaranya Pakar Hukum Tata Negara Prof. Hadin Muhjad, Pakar Ekonomi Muhammad Yunani, Pakar Kesehatan Masyarakat dan Dekan FK UPR Syamsul Arifin, Pakar Lingkungan Hidup Hafiziannor, dan Ketua LPJK Kalsel Subhan Syarif.

Diskusi daring tersebut menghasilkan beberapa rekomendasi yang ditawarkan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel).

Pertama, mereka menyarankan harus adanya evaluasi terhadap kebijakan yang sudah ditetapkan pemerintah yaitu PP PSBB dan harus melihat kondisi riil yang terjadi di masyarakat.

Kedua, pemerintah wajib berkordinasi kepada SKPD terkait, seperti Dinas Pangan dan Pertanian, Dinas Perikanan, Dinas Perdagangan, Bulog dan lembaga terkait lainnya untuk memastikan serta menjamin kesediaan pangan masyarkat di Kalsel.

“Kita menyarankan agar Pemrov untuk mengakumulasi estimasi pendapatan jika ada kemungkinan penetapan PP PSBB di Kalsel, seperti yang sudah diterapkan di DKI Jakarta,” ucap Pakar Hukum Tata Negara, Prof. Hadin Muhjad.

Pemprov Kalsel sebagai otoritas pemerintah harus menjadi corong dalam penerapan PSBB, yang nantinya akan dieksekusi di level terbawah pemerintahan seperti RT/RW.

“Bisa melibatkan seluruh RT atau hanya terbatas pada RT yang terindikasi ada positif Covid-19,” bebernya.

Selain itu, Pemprov harus mengoptimalisasi peran pengusaha di Kalsel. Baik di sektor pertambangan, kelapa sawit maupun usaha lainnya.

Di mana memiliki notabene sebagai sumber daya daerah untuk bisa memberikan sumbangsih dalam membantu penanganan Covid-19 di Kalsel.

“Ini harus ada penangangan dan penekanan pada sumber penyebaran Covid -19. Sejauh ini sudah ada dua klaster penyebaran, tetapi yang sangat masif dari klaster Gowa, sehingga pemerintah harus aktif jemput bola untuk mencegah penyebaran di masyarakat,” cetusnya.

Ia mengajak seluruh tokoh agama dan masyarakat untuk aktif dan terlibat dalam mengedukasi masyarakat untuk tetap bekerja, belajar dan beribadah di rumah.

Mengingat, tidak sedikit masyarakat yang memaksakan untuk tetap mengadakan peribadatan difasilitas publik seperti masjid, gereja dan lainnya.

Di mana bisa mengumpulkan massa dalam jumlah banyak dan mempermudah penyebaran Covid-19.

“Untuk menindaklanjuti berbagai rekomendasi ini, salah satunya bisa menghadirkan pemerintah terkait baik di tingkatan provinsi maupun kabupaten atau kota untuk bersama berdiskusi dengan pakar di berbagai bidang terkait guna penerapan kebijakan di Kalsel,” pungkasnya.

Adapun, Diskusi Daring ini dipandu oleh mantan Presiden Mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin, Muhammad Rizali.

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kotabaru Tanggap Darurat Covid-19, Sekolah Diliburkan
apahabar.com

Kalsel

Dorong Gemar Membaca, Dispersip Kalsel Gelar Sosialisasi di MAN 2 Model Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Kematian Lebih Tinggi, Data Covid-19 di Banjarmasin Ditengarai Belum Sempurna
apahabar.com

Kalsel

Jelang Haul Abah Guru Sekumpul, Drainase Mulai Dibersihkan
apahabar.com

Kalsel

Ustadz Mushaffa Zakir Ikut Semarakkan Maulid Nabi Muhammad SAW Bersama Warga Sungai Andai
apahabar.com

Kalsel

Diamuk Covid-19, Kuda Lumping di Batola Curhat: Sulitnya Cari ‘Makan’
apahabar.com

Kalsel

Kapolres Kotabaru Berbagi Hewan Kurban ke Pesantren
apahabar.com

Kalsel

Larangan Celana Cingkrang dan Cadar, Sekda Kotabaru: Pakaian ASN Sudah Diatur
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com