Penyerang Polsek Daha Simpatisan ISIS, Legislator Kalsel: Agamanya Kurang Breaking News: PDP Kabur di Banjarbaru Akhirnya Ditemukan! Pertama, Kalsel Uji Terapi Pengobatan Pasien Covid-19 Pengganti Vaksin Toko Buah di Teweh Diserbu Pria Bersajam, Dua Perempuan Terluka Polisi Bongkar Makam Korban Pembunuhan Ibu Kandung di Teweh




Home Kalsel

Kamis, 9 April 2020 - 10:54 WIB

Pemakaman Penderita Covid-19 Tapin, Keluarga Wajib Baca Imbauan MUI

Triaji Nazulmi - Apahabar.com

Foto sebagai ilustrasi keluarga memantau dari jauh pemakaman salah satu anggotanya yang meninggal karena Covid-19. Foto-BAY ISMOYO/AFP via BCC

Foto sebagai ilustrasi keluarga memantau dari jauh pemakaman salah satu anggotanya yang meninggal karena Covid-19. Foto-BAY ISMOYO/AFP via BCC

apahabar.com, RANTAU – Imbauan Majelis Ulama Indonesia (MUI) bisa menjawab gejolak keresahan warga Kecamatan Hatungun, Tapin, Kalimantan Selatan khususnya pihak keluarga.

Sebelumnya, kabar duka datang dari Hatungun khususnya Desa Matang Batas. Seorang warga yang menderita Covid-19 di sana meninggal dunia di RSUD Ulin Banjarmasin, Kamis (9/4) dini hari tadi.

Perdebatan terkait penyelenggaraan jenazah yang terdampak kasus virus Covid-19 muncul. Menimbulkan pro dan kontra di masyarakat di sana. Nah, dalam Islam tata cara pengurusan jenazah dilakukan dalam empat perkara yaitu memandikan, mengafankan, mensalatkan dan menguburkan.

“Fardu kifayah normalnya melakukan 4 perkara tadi, tapi berbeda untuk kasus orang yang tertular Corona dan meninggal karena itu,” jelas Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Selatan, H Asfiani Norhasani saat dijumpai di kantornya, Rabu (8/4).

Dari sisi kesehatan, tim medis melakukan prosedur tetap pemulasaraan Covid-19 dengan membungkus jenazah menggunakan plastik agar kedap udara. Itu agar virus yang masih tersisa di tubuh korban tidak menular ataupun mencegah sesuatu masuk ke dalam kantong mayat tersebut.

Dalam kondisi seperti itu MUI telah mengeluarkan fatwa yang memperbolehkan jenazah tidak dimandikan atau di-tayamumkan untuk menghindari sentuhan langsung dengan orang lain.

“Kalau diwudukan harus menggunakan air, kalau ditayamumkan pakai tanah tetapi masih harus disentuh. Itu berisiko bagi penyelenggara atau tukang mandi, bisa terpapar virusnya,” terangnya

Baca juga :  Ritel Modern ‘Gusur’ Pedagang Kecil

Setelah dibungkus menggunakan plastik kedap udara, kemudian dibalut kain kafan layaknya jenazah pada umumnya. Sedangkan pada proses Salat Jenazah, hukum Islam memperbolehkan untuk dilakukan oleh dua orang saja.

“Saya tidak tahu prosedur kesehatan seperti apa, tetapi kalau memang tidak boleh mendekat, bisa menjaga jarak atau melaksanakan Salat Gaib,” sebutnya

“Ketika kita mendengar seseorang meninggal dunia dan dia bagian keluarga kita. Di mana pun kita tinggal dapat melakukan Salat Gaib seperti Salat Jenazah. Dengan niat ‘Aku sengaja melaksanakan Salat Mayit, fulan bin fulan. 4 takbir karena Allah Ta’ala’.”

Proses terakhir adalah penguburan jenazah. Di kondisi normal, orang yang meninggal dianjurkan diantar oleh orang banyak.

Sementara dalam kasus Covid-19, prosedur dilakukan oleh sedikit orang dan harus menggunakan alat pelindung diri (APD). Liang kubur pun disarankan lebih dalam dari kuburan biasanya.

“Cukup 2-3 orang seperlunya saja yang menguburkan. Prosedurnya juga di bawah 4 jam, begitu meninggal harus sesegera mungkin dikuburkan,” imbuhnya

Menyikapi polemik di tengah masyarakat, MUI Kalsel mengimbau agar masyarakat mematuhi aturan yang ditetapkan pemerintah dan tim medis. Masifnya penularan virus ini terjadi secara cepat dan tanpa disadari oleh orang awam.

“Selama ini kita cukup berseberangan. Tetapi secara kiasan, sebagai orang yang tahu saya akan lebih takut daripada orang yang tidak tahu (dampak penularan),” pungkasnya.

Baca juga :  Kabar Gembira! Bantuan Tunai di Banjarmasin Cair Hari Ini

Camat Hatungun, Slamet Suryanto memberi kabar bahwa ada dua opsi terkait pemakaman korban. Pertama di pemakaman umum Desa Matang Batad. Kedua di belakang kediaman rumah almarhum.

Soal pemakaman mendian yang berusia 56 tahun itu Slamet tak menampik adanya gejolak oleh sebagian masyarakat setempat terkait lokasi.

“Memang ada gejolak sedikit namun kita pagi ini akan mengedukasi masyarakat dengan tim kesehatan kabupaten, puskesmas, kecamatan, Danramil dan relawan desa,” ujarnya.

Slamet menjamin pemakaman korban akan sesuai dengan prosedur tetap pemulasaraan Covid-19. Keluarga pasien mau tidak mau juga harus mengikuti.

“Pihak keluarga menyerahkan kepada pihak kesehatan yang mengerti akan hal ini (pemakaman jenazah),” ujar Slamet.

Adapun saat ini kepulangan jenazah dari Banjarmasin ke Tapin masih diurus oleh Dinas Kesehatan setempat.

Reporter: Muhammad Fauzi Fadillah/Musnita Sari
Editor: Fariz Fadhillah

CATATAN REDAKSI: Artikel ini semata untuk mewaspadai penyebaran informasi yang belum tentu benar di tengah wabah Covid-19. Jika Anda merasakan gejala batuk-batuk, demam, dan lainnya serta ingin mengetahui informasi yang mendalam soal virus corona Covid-19, silakan hubungi Hotline Dinas Kesehatan Kalsel 082157718672 atau ke nomor 082157718673.

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Terlibat Prostitusi, Pemkot Banjarmasin Ancam Bekukan Izin Hotel
apahabar.com

Kalsel

Andalkan Penyamaran, Polisi Sergap Pengedar Sabu di Siring 0 Kilometer
apahabar.com

Kalsel

Cegah Pungli, Polsek Batulicin Gencar Sosialisasi ke Masyarakat
apahabar.com

Kalsel

Di Tengah Pandemi Covid-19, Apindo Kalsel Ingatkan Pengusaha Bayar THR
apahabar.com

Kalsel

Biddokkes Polda Kalsel Periksa Kesehatan Korban Banjir di Banjarbaru
apahabar.com

Kalsel

HKSN di Tapin, Paman Birin Buat Kuis Hadiah Rp 1 Juta
apahabar.com

Kalsel

Lewat Literasi Media, Masyarakat Dituntut Mengevaluasi Penyiaran
apahabar.com

Kalsel

Siapkan Payung untuk Menemani Kesibukan Anda Hari Ini