Breaking News! Warga Tangkap Buaya Pemangsa di Pantai Kotabaru Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir

Pembatasan Banjarmasin, Dewan Ingatkan Urusan Perut Warga

- Apahabar.com Senin, 13 April 2020 - 16:42 WIB

Pembatasan Banjarmasin, Dewan Ingatkan Urusan Perut Warga

Warga mengantre belanja di pusat grosir Lotte Mart Banjarmasin sebelum pandemi Covid-19, 21 Maret silam. Foto-apahabar.com/Ahya Firmansyah

apahabar.com, BANJARMASIN – Wali Kota Ibnu Sina kian serius menerapkan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Rencana untuk meredam penularan virus corona (Covid-19) itu disikapi anggota DPRD Banjarmasin.

Ketua Komisi IV Matnor Ali meminta rencana itu harus disiapkan secara matang. “Jika mau melakukan PSBB saya rasa itu lebih bagus namun dengan syarat apakah Pemkot sudah siap dengan segala kebutuhan masyarakat Banjarmasin,” kata Matnor Ali kepada apahabar.com, Senin (13/4).

Matnor menjelaskan kesiapan Pemkot mesti dalam segala hal. Semua itu agar tak ada masalah di kemudian hari.

“Kita harus perhitungkan masalah sembako, gejolak sosialnya, tentang keamanan, kemudian anggaran dan segala macamnya. Kalau belum siap dikhawatirkan akan jadi konflik sosial nantinya di tengah masyarakat kita,” ungkap politikus Golkar ini.

Matnor mendukung jika langkah Pemkot direstui Kementerian Kesehatan dalam mengambil kebijakan PSBB.
Karena menurutnya ini adalah salah satu cara terbaik memutus penyebaran virus Corona yang sudah berdampak buruk bagi perekonomian dan sosial masyarakat.

“Kalau sudah siap dengan semua kebutuhan, dan Pemkot menjamin ketersediaan logistik dan memperhitungkan gejolak sosialnya terpenuhi seperti yang tidak bekerja itu akan seperti apa, maka kebijakan PSBB itu bagus,” jelas Matnor.

Matnor menilai niatan Banjarmasin untuk PSBB saat ini sedang dalam tahap persiapan.

“Saya belum dapat laporan apakah rencananya itu sudah final. Karena PSBB perlu adanya koordinasi dengan Kabupaten/Kota perbatasan. Kita bisa berkoordinasi dengan Batola dengan Kabupaten Banjar, dengan Tanah Laut. Ini harus terkoordinasi,” ujarnya.

Dikatakan Matnor, pemberlakuan PSBB disarankan dengan segala kesiapan. Seperti dukungan sumber daya manusia (SDM) dan perangkat-perangkat lainnya.

“Kita harus membentengi tiga pintu gerbang. Personel kita sudah harus siap seperti di pelabuhan, bandara, jalur darat. Seperti terpantau di perbatasan di Handil Bakti penjaganya kosong itu gabungan tapi tidak ada penjaganya. Tidak ada Satpol PP dan Dishub di sana. Itu yang harus kita siapkan,” terangnya.

Selain itu Matnor juga mengingatkan agar kebutuhan masyarakat terhadap sandang pangan tidak bermasalah jika PSBB berlangsung.

“Terhadap logistik jangan sampai terjadi permasalahan di kita. Bahan pokok kita harus terpenuhi karena ini urusan perut. Maka nanti jangan sampai terjadi gejolak sosial,” tandas Matnor.

Sebagaimana diketahui, wabah virus Corona makin meluas di Bumi Lambung Mangkurat. Satgas Darurat Covid-19 Kalsel mencatat ada 34 kasus, 28 pasien dirawat, dua sembuh, dan empat di antaranya meninggal dunia. Dari jumlah itu 14 di antaranya berasal dari Banjarmasin.

Pemkot Banjarmasin telah mengajukan PSBB ke Kemenkes RI. Itu disampaikan langsung Wali Kota Ibnu Sina, Senin (13/4).

Pemkot melayangkan surat pengajuan PSBB ke Kementerian Kesehatan RI melalui Pemprov Kalsel sejak Jumat (10/4).

“Baru koordinasi dengan Gubernur Kalsel dan suratnya sudah diteruskan Sabtu lalu (11/4). Kemungkinan informasinya hari ini dibahas di Kemenkes,” ujar Ibnu.

Ibnu bilang pengajuan penerapan PSBB ke Kemenkes tak hanya Pemkot Banjarmasin saja. Namun Ibnu merasa Banjarmasin yang paling layak untuk di-PSBB.

“Karena selama ini kita membuktikan secara nyata penambahan kasus Corona. Berati pada kurva ketiga sudah naik dan meledak di kurva keempat. Itu prediksi ideologi,” tegasnya.

Masih kata Ibnu, jika Kalsel menerapkan PSBB paling ideal di kawasan Banjarbakula: Banjarmasin, Banjarbaru dan Kabupaten Banjar.

“Minimal di Kota Banjarmasin dulu,” tuturnya.

Lanjut Ibnu, jika diberlakukannya PSBB Banjarmasin siap secara kelengkapan medis. Mulai dari rumah sakit rujukan Covid-19, dan tenaga medis yang memadai.

Banjarmasin mungkin hanya perlu penambahan jumlah APD, rapid test, serta tempat karantina saja.

Pemprov Kalsel sendiri, kata Ibnu, telah menyatakan siap untuk membantu pendanaan selama PSBB.

“Lupakan soal Pilkada. Karena kita sedang berhadapan dengan virus sesuai dengan pedoman Kemenkes,” pungkasnya.

Apabila PSBB diterapkan, Ibnu juga meminta peran serta masyarakat. Jangan keluar rumah jika tidak berkepentingan dan selalu mengenakan masker.

Sebagai informasi, langkah PSBB telah diambil oleh Presiden Joko Widodo dalam mempercepat penanganan virus Corona (Covid-19).

Sekolah-sekolah, perkantoran ataupun aktivitas bisnis atau keagamaan dihentikan sementara waktu. Serupa Jakarta, jika PSBB diterapkan akses keluar masuk orang akan makin dibatasi.

apahabar.com

Ketua Komisi IV Matnor Ali. Foto-apahabar.com/Ahya Firmansyah

Reporter: Ahya Firmansyah/Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Pembunuhan Sadis di Tapin, Keluarga Pelaku Minta Maaf
apahabar.com

Kalsel

Keluarga Besar Lanal Kotabaru Peringati Kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW
apahabar.com

Kalsel

Disiplinkan Prokes di Pasar Baru, Polsek Marabahan: Tak Pakai Masker Disanksi Nyanyi
apahabar.com

Kalsel

KSOP Pastikan Terdapat Kapal Navigasi dan KPLP Secara Gratis
apahabar.com

Kalsel

Jelang Lebaran Besok, Kue Kering Diserbu Pembeli
Bumiputera Banjarmasin

Kalsel

Kesal, Nasabah Segel Kantor Bumiputera Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Kebakaran Marak di Alalak, Warga Mengadu ke DPRD Banjarmasin
Tenggelam

Kalsel

Geger, Santri Al-Ihsan Banjarmasin Tenggelam di Sungai Martapura
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com