Pak Wali… Pengungsi Banjir di Banjarmasin Mulai Sakit-sakitan, Poskes Over Diduga Sakit Hati, Pria Gantung Diri di Batulicin Sering Cekcok dengan Istri Malam Ini, Mata Najwa Kupas Biang Kerok Banjir Kalsel Banjir dan Ancaman Tim Paman Birin, “Sudah Jatuh Warga Tertimpa Tangga” PMI Balikpapan Tak Terima Bantuan Pakaian Bekas untuk Korban Banjir Kalsel

Pemerintah Buka Pendaftaran Mitra Resmi Kartu Prakerja

- Apahabar.com Kamis, 23 April 2020 - 17:54 WIB

Pemerintah Buka Pendaftaran Mitra Resmi Kartu Prakerja

Ilustrasi - Petugas mendampingi warga yang melakukan pendaftaran calon peserta Kartu Prakerja di LTSA-UPT P2TK di Surabaya, Jawa Timur. Foto-Antara/Moch Asim/wsj

apahabar.com, JAKARTA – Pemerintah membuka pendaftaran bagi perusahaan penyelenggara layanan digital baik pemerintah atau swasta untuk menjadi mitra resmi Kartu Prakerja. Pemerintah tidak membatasi jumlah mitra yang bergabung menjadi mitra digital Kartu Prakerja.

“Dengan makin banyak platform, nanti jumlah pelatihan akan kami tambahkan yang ada dari tingkat tinggi hingga rendah,” kata Asisten Deputi Ketenagakerjaan Kemenko Perekonomian, Yulius dalam diskusi daring di Jakarta, Kamis (23/04).

Syaratnya adalah perusahaan digital itu harus memiliki cakupan layanan berskala nasional, memiliki sistem informasi dan teknologi yang memadai, dan mendukung program Kartu Prakerja, memiliki portal, situs, atau aplikasi yang bisa diakses melalui internet.

Selain itu, memiliki kerja sama dengan lembaga pelatihan yang memiliki program pelatihan berbasis kompetensi kerja, dan untuk pihak swasta, harus berbadan hukum PT dan memiliki izin usaha.

Saat ini, sudah ada delapan mitra digital resmi yang diajak bekerja sama yakni Tokopedia, Ruang Guru, Mau Belajar Apa, Bukalapak, Pintaria, Sekolahmu, Pijar Mahir, dan dari pemerintah yakni Sistem Informasi Ketenagakerjaan (Sisnaker) Kementerian Ketenagakerjaan.

Meski membuka seluas-luasnya, namun Yulius menekankan pemerintah melalui manajemen pelaksana (PMO) akan tetap melakukan seleksi. “Apa sudah pasti dapat? Belum tentu, artinya jika platform melamar, nanti PMO mengklarifikasi, screening lagi, memang sesuai atau tidak,” katanya.

Sementara itu, Direktur Kemitraan dan Komunikasi PMO Kartu Prakerja Panji Winanteya Ruky mengatakan pemerintah juga membuka pendaftaran lembaga pelatihan. Hingga saat ini sudah ada 1.500 lembaga pelatihan dan pada hari ini sudah bertambah sekitar 200 lembaga pelatihan.

Lembaga pelatihan itu menyediakan pelatihan mulai dari tingkat ringan hingga pelatihan dengan kemahiran tertentu. Sedangkan, untuk mitra resmi Kartu Prakerja, ia mengatakan ada empat perusahaan yang ingin berpartisipasi dan saat ini sedang dalam tahap evaluasi.

“Kami akan evaluasi berdasarkan kriteria Kemenko Perekonomian, dan jika ada kesepakatan kami bisa lanjutkan ke nota kesepahaman dan kemudian nanti bisa bermitra dan bangun integrasi teknologi di belakangnya,” katanya.

Pengumuman pendaftaran bagi perusahaan marketplace digital sebagai mitra Kartu Prakerja dan lembaga pelatihan salah satunya diunggah melalui akun media sosial Instagram prakerja.go.id.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: rifad - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Kenali MyBrand, Situs Jualan Makanan Online Baru
apahabar.com

Ekbis

Hari Ini, Harga Emas Antam Kembali Turun Rp 2.000 per Gram
apahabar.com

Ekbis

BNI Perkuat Pembiayaan Dolar di New York
apahabar.com

Ekbis

Manfaatkan Kolam, Perumahan Wellbeing Kembangkan Budidaya Ikan Keramba
apahabar.com

Ekbis

Surat Edaran Menaker, THR Bisa Dicicil atau Ditunda
apahabar..com

Ekbis

Harga Emas Antam Turun Rp1000
apahabar.com

Ekbis

Pertamina Belum Berencana Lepas Elpiji 3 Kg Non-Subsidi ke Kalimantan Selatan
apahabar.com

Ekbis

Menkeu: Keputusan MA Pengaruhi Keberlanjutan BPJS Kesehatan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com