Tragis, Petani Tabalong Tersambar Petir Sepulang Tanam Padi Ssttt.. Rampok Tanah Laut Lolos dari Penyekatan di Hutan Samboja Alasan H2D Kembali Tolak Hasil Rekapitulasi PSU di Banjarmasin Heboh Buronan Kalsel Kabur ke Hutan Samboja, Ternyata Rampok Tanah Laut Batal Tender Jalan di Batola, CV Ridho Menang Gugatan PTUN

Pemprov Kalsel Setuju Kabupaten Banjar Terapkan PSBB

- Apahabar.com Selasa, 21 April 2020 - 19:57 WIB

Pemprov Kalsel Setuju Kabupaten Banjar Terapkan PSBB

Rapat tim GTPP Covid-19 Kabupaten Banjar bersama Pemprov Kalsel, melalui video conferensi, di Command Center, Martapura, Selasa (21/4). Foto-Istimewa

apahabar.cm, MARTAPURA – Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Banjar mengajukan permohonan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Permohonan ini disampaikan tim GTPP Covid-19 Banjar saat rapat bersama Pemprov Kalsel melalui video konferensi, di Command Center, Martapura, Selasa (21/4).

Menurut HM Hilman, Sekda Banjar sekaligus Wakil Ketua GTPP Covid-19 Banjar, usulan PSBB sebagai tindaklanjut untuk pencegahan pandemi Covid-19 seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Banjarmasin.

“PSBB perlu dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, sebagai dasar hukum untuk bisa menegakkan disiplin dan keamanan di tengah masyarakat,” kata Hilman.

Ia memaparkan, setidaknya ada 6 kecamatan yang diusulkan PSBB. Masing-masing Kecamatan Kertak Hanyar yang berbatasan dengan Kota Banjarmasin, Sungai Tabuk, Tatah Makmur, Gambut, serta Martapura Kota dan Martapura Timur yang berbatasan dengan Kota Banjabaru yang sangat memungkinkan terjadinya paparan Covid-19.

Hilman berharap, pelaksanaan PSBB di Kabupaten Banjar dapat dilaksanakan paling lambat 1 minggu setelah pelaksanaan di Kota Banjarmasin.

“Pelaksanaan yang efektif akan kelihatan hasilnya 1 minggu sebelum Idul Fitri,” jelasnya.

Dengan menerapkan PSBB, tim GTPC Covid-19 Banjar bisa memisah antara orang sehat dan orang yang sakit agar penyebaran bisa dikendalaikan.

“Sehingga PSBB tidak perlu dilanjutkan dan cukup menetapkan standar bagaimana cara pencegahannya,” imbuhnya.

Sementara Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Abdul Haris Makkie menyatakan sepakat atas usulan dari Kabupaten Banjar tersebut.

Ia berharap adanya sosialisasi yang dilakukan terhadap masyarakat, serta penggunaan dana penanggulangan covid-19 tersebut bisa dimanfaatkan dengan efektif.

“Seperti mempersiapkan data masyarakat terdampak yang akurat, atau jangan sampai ada data yang tumpang tindih hingga pada akhirnya menimbulkan permasalahan baru,” kata Sekdaprov Kalsel.

Rapat tim GTPP Covid-19 Kabupaten Banjar bersama Pemprov Kalsel, melalui video conferensi, di Command Center, Martapura, Selasa (21/4). Foto-Istimewa

Reporter: Hendra Lianor
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Sport Tourism Tour

Pemprov Kalsel

Siap-Siap! Pemprov Kalsel Geber Ajang Sport Tourism Tour de Loksado
Puncak Musim Hujan

Pemprov Kalsel

Puncak Musim Hujan Juni 2021, Kalsel Evaluasi Sistem Peringatan Dini

Pemprov Kalsel

Kunjungi Kalsel, Wamen LHK RI Sampaikan Strategi Antisipasi Banjir
apahabar.com

Pemprov Kalsel

Banyak Jabatan Kosong, Pemprov Kalsel Tunggu Persetujuan Kemendagri
Vaksinasi

Pemprov Kalsel

Tinjau Vaksinasi Massal di Balangan, Pj Gubernur Kalsel Sampaikan ini
DLH Kalsel

Pemprov Kalsel

DLH Kalsel Fokus Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan di Banua

Pemprov Kalsel

Pelantikan Bupati/Walikota, Pj Gubernur Kalsel Imbau Warga Kurangi Euforia
Wamen LHK

Pemprov Kalsel

Penebangan Liar di Kalsel, Wamen LHK Soroti Pemain Belakang Layar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com