Menteri Siti Blakblakan Biang Kerok Banjir Kalsel, Bukan Tambang dan Sawit Selain Surat Miskin, Berikut Syarat Pengobatan Gratis Korban Banjir di Banjarmasin Hingga Hari ke-10 Memori CVR Sriwijaya Air Belum Ditemukan UPDATE 264 Rumah di HST Hilang Disapu Banjir, 9 Meninggal BANYU LALU HAJA Tim Paman Birin Mau Polisikan Warga, Peradi-Komnas HAM Pasang Badan

Peneliti India Buat Stetoskop Pintar Jarak Jauh

- Apahabar.com Senin, 13 April 2020 - 07:00 WIB

Peneliti India Buat Stetoskop Pintar Jarak Jauh

Ilustrasi stetoskop pintar. Foto-Pixabay via Antara

apahabar.com, JAKARTA – Tim dari Institut Teknologi India di Bombay (IIT-B) mengembangkan stetoskop pintar yang dapat mendengarkan detak jantung dari kejauhan dan merekamnya, meminimalkan risiko tertular virus corona bagi para pekerja medis.

Dikutip dari laman Gadget 360, Minggu (12/04), data atau suara dari dada pasien secara nirkabel dikirim ke dokter menggunakan Bluetooth.

Tim IIT-B telah mengantongi paten untuk perangkat yang merekam suara auskultasi dan menyimpannya sebagai bagian dari catatan kesehatan pasien.

Data itu kemudian dapat dibagikan kepada dokter lain untuk analisis dan tindak lanjut.

Di bawah startup bernama “AyuDevice” dari inkubator bisnis teknologi IIT, tim tersebut telah mengirim 1.000 stetoskop ke berbagai rumah sakit dan pusat kesehatan di seluruh India. Perangkat ini telah dikembangkan dengan masukan klinis dari dokter di sejumlah rumah sakit.

“Pasien yang didiagnosis dengan virus corona sering mengalami sesak napas, yang mengarah ke sindrom gangguan pernapasan akut. Dokter menggunakan stetoskop (tradisional) untuk mendengarkan suara dada yang muncul,” ujar salah satu pengembang Adarhsa K.

Namun hal ini, menurut dia, menimbulkan risiko bagi dokter, terbukti dari meningkatnya jumlah infeksi di kalangan profesional kesehatan yang menangani pasien Covid-19.

Adarhsa menjelaskan bahwa stetoskop digital tersebut “terdiri dari sebuah tabung yang terhubung ke dua earphone. Tabung mentransmisikan suara dari tubuh sekaligus menghilangkan suara bising di lingkungan sekitar yang dapat mengganggu diagnosis.”

“Keuntungan kedua adalah stetoskop tersebut mampu menguatkan dan menyaring beberapa suara dan menerjemahkannya menjadi sinyal elektronik, yang selanjutnya volume dapat diperbesar untuk mendengarkan secara optimal,” kata Adarhsa.(Ant)

“Sinyal elektronik tersebut kemudian dapat ditampilkan sebagai phonocardiogram pada smartphone atau laptop. Sebaliknya, stetoskop biasa terbatas dalam hal memperkuat suara dan tidak ada cara merekam suara-suara itu dan membagikannya. Bahkan tidak ada visualisasi, yang berarti seseorang tidak dapat melihat grafik dan mengidentifikasi kelainan,” dia menambahkan.

Editor: Aprianoor

Editor: rifad - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Potensi Bisnis 5G, Pelanggannya Diprediksi 190 Juta Akhir 2020
apahabar.com

Gaya

Gugus Tugas Jelaskan Protokol Saat Menerima Kiriman Barang
apahabar.com

Gaya

Cara Menghilangkan Bau Amis Ikan, Ini Bahannya
apahabar.com

Gaya

Duh, Berita ‘Tak Sehat’ dan Medsos Pengaruhi Kelompok Rentan Bunuh Diri
apahabar.com

Gaya

Jangan sampai Salah Mengartikan Mobil Facelift dan All New
apahabar.com

Gaya

Intip Fungsi LiDAR, Sensor Kamera pada iPhone 12 Pro
apahabar.com

Gaya

Ramadan, Mercure Hotel Banjarmasin Suguhkan Patin Bakar Sambal Tempoyak
apahabar.com

Gaya

Gandeng Lamborghini, Oppo Hadirkan Find X2 Pro Edisi Khusus, Segini Harganya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com