Dukung Infrastruktur Food Estate Kalteng, Kemenhub Tinjau Lokasi Dermaga Kapuas Usai Divaksin, Nakes di Palangka Raya Terpapar Covid-19 Kabar Baik, RSUD Ulin Akhirnya Punya Radioterapi untuk Pengobatan Kanker Jatanras Polda Kaltim Ringkus Sindikat Curanmor Antarkota di Balikpapan Obok-Obok Kantor Kades Kelumpang, Intel Kejari Amankan Duit Tunai

Penjelasan Kenapa Pemakaman Kepala BNNP Kalteng Sesuai Protokol Kesehatan

- Apahabar.com Kamis, 30 April 2020 - 23:20 WIB

Penjelasan Kenapa Pemakaman Kepala BNNP Kalteng Sesuai Protokol Kesehatan

Proses Pemakaman Kepala Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Kalimantan Tengah Brigjen Pol Marudut Hutabarat dengan protokol kesehatan. Foto : apahabar.com/ISTIMEWA

apahabar.com, PALANGKA RAYA – Kepala Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Kalimantan Tengah Brigjen Pol Marudut Hutabarat (53 tahun) meninggal dunia, Rabu (29/4), pukul 21.50 WIB.

Alumni Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) tahun 1997 meninggal dunia di RS Siloam Palangka Raya, dan dikabarkan karena serangan jantung.

Namun video pemakaman jenderal bintang satu ini beredar di media sosial. Tampak petugas menggunakan alat pelindung diri (APD), yang merupakan protokol penanganan corona virus disease atau Covid-19.

Direktur Operasional RS Siloam Palangka Raya, dr Kevin Chrisanta B yang dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (30/4) coba menjelaskan hal tersebut.

Setelah meninggal dunia, mendiang langsung dimakamkan di taman pemakaman umum (TPU) Kristen Kilometer 12 Palangka Raya, menggunakan penanganan corona.

Tak hanya itu saja, almarhum dimasukkan dalam kategori pasien dalam pengawasan (PDP). Bahkan tes swab sempat dilakukan dan sudah dikirim, tinggal menunggu hasil.

“Kita tidak berani bilang negatif Covid-19, sampai ada hasil yang menyatakan beliau negatif,” ucapnya.

Sewaktu datang ke RS Siloam, memang karena serangan jantung, tapi ketika dilakukan rontgen, ada gambaran pneumonia.

“Kita tidak tahu, apakah pneumonia karena Covid-19 atau serangan jantungnya,” ujarnya.

Tetapi tidak semua orang pneumonia dimasukkan dalam PDP, karena orang yang terkena serangan jantung juga bisa menunjukkan gambaran pneumonia.

“Cuma sekarang lagi wabah Covid-19, kita lebih waspada daripada terlambat, makanya tetap dimasukkan dalam ruang isolasi,” ujarnya.

Sebenarnya, pasien mau dirujuk ke RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya, untuk pemasangan ring jantung. Tapi waktu itu ruangan masih penuh.

“Ketika Doris menghubungi, sudah ada kamar, kondisi beliau sudah drop, sehingga tidak sempat dirujuk,” ujarnya.

Menurut Kevin, pasien hanya sempat menjalani perawatan sehari. Sewaktu datang ke RS ke Siloam, masih dalam kondisi sadar, tetapi kesadaran sempat turun naik.

“Jadi memang ada fase ketika beliau kesadaran turun, dan ada fase dalam keadaan baik dan turun lagi,” tuturnya.

Memang awalnya pihak keluarga, sempat keberatan dilakukan proses pemakaman secara protap corona. Tetapi akhirnya diterima, setelah diberi pemahaman.

Hingga saat ini RS Siloam merawat 8 PDP Covid 19. Namun hanya untuk kasus ringan dan sedang saja.

“Tetapi areanya ada dan ada ruangan isolasi khusus. Jadi aman untuk pasien umum lain dan staf,”imbuhnya

Reporter: Ahc23
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Terkait Penganggaran, Gubernur Kalteng Minta Pemerintah Pusat Berlaku Adil
Pasar Kahayan

Kalteng

Resmikan Pasar Kahayan Sebagai Pasar Tangguh, Simak Harapan Kapolda
apahabar.com

Kalteng

Jalan Strategis di Kalteng 2019 Tidak Kebanjiran
Meninggal Dunia

Kalteng

Kabar Duka dari Kapuas, Satu Pasien Covid-19 Meninggal Dunia
Kalteng

Kalteng

Update Pilgub Kalteng, 9 Wilayah Rampung, Sugianto-Edy Unggul Tipis
Desa Budi Mupakat

Kalteng

Belasan Jamban Helikopter di Desa Budi Mupakat Kapuas Dibongkar

Kalteng

Kebakaran di Kapuas, Satu Gudang Hangus Terbakar
apahabar.com

Kalteng

Plt Sekda Kapuas Kalteng Imbau ASN Bijak Gunakan Medsos
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com