Gugatan 2BHD Diterima MK, SJA-Arul Pede Menangi Pilbup Kotabaru Alhamdulillah, 21 Warga Tanbu Sembuh dari Covid-19 Gunakan Pakaian Adat, Mitra Pariwisata Kapuas Galang Dana untuk Banjir Kalsel Terparah dalam Sejarah, Jokowi Blakblakan Biang Kerok Banjir Kalsel Wali Kota Beber Biang Kerok Banjir Banjarmasin, Bukan karena Hujan

Penyebaran Covid-19 di Makassar Melalui Transmisi Lokal

- Apahabar.com Sabtu, 11 April 2020 - 19:00 WIB

Penyebaran Covid-19 di Makassar Melalui Transmisi Lokal

Ilustrasi Covid-19. Foto-Pixabay

apahabar.com, MAKASSAR – Pejabat (Pj) Wali Kota Makassar, M Iqbal Suhaeb mengungkapkan penyebaran virus corona baru atau Covid-19 di kota itu tidak lagi melalui klaster, tapi sudah menyebar melalui transmisi lokal di tengah masyarakat.

“Klaster-kluster tidak terlalu berpengaruh lagi, tapi penyebarannya saat ini melalui kontak-kontak lokal antarmasyarakat atau transmisi lokal,” ungkap Iqbal saat video conference di Posko Gugus Tugas Covid-19, Pemprov Sulsel, Makassar, Sabtu (11/04).

Karena sebelumnya, kata Iqbal, penyebaran virus ini telah bagi tiga klaster yakni klaster pertemuan ibadah di Muna, Raha, Provinsi Sulawesi Tenggara, klaster umroh terakhir dan pertemuan Itjima Zona Asia 2020 di Pakkatto, Kabupaten Gowa.

Menurut dia, upaya yang dilakukan Pemerintah Kota dengan penerapan physical distancing atau menjaga jarak aman sudah dijalankan sebagai bentuk pemutusan kontak langsung manusia ke manusia.

Oleh karena itu, peran RT dan RW sangat diharapkan sebagai ujung tombak dalam memberikan sosialisasi imbauan bagi masyarakat bahwa jaga jarak harus dilakukan guna memutus mata rantai penyebarannya.

“Memang secara tegas komitmen kami menerapkan physical distancing untuk bagaimana mengatasi penyebarannya, selain isolasi mandiri,” kata mantan Kepala Biro Humas dan Protokol Pemrov Sulsel itu.

Terkait dengan penyebaran virus ini, sebut dia, dari 15 Kecamatan di Makassar, ada tiga wilayah menjadi zona merah dengan tingkat penyebaran infeksinya cukup tinggi yakni di Kecamatan Panakukang, Rappocini, Tamalate dan Ujungpandang.

Saat ditanyakan apakah Pemkot Makassar dalam waktu dekat memberlakukan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mengingat jumlah warga yang terinfeksi terus mengalami kenaikan, kata dia, masih dibicarakan lebih lanjut.

“Kalau soal PSBB di Makassar, kita masih membicarakan dengan Pemerintah Kabupaten Gowa dan Maros karena ini yang paling berkaitan,” beber dia.

Selain itu, penyebaran Covid-19 menjadi bahan pertimbangan sangat penting mengingat Makassar masih terintegrasi antara perbatasan antarkota kabupaten di Gowa dan Maros.

“Ini masih dipertimbangkan, nanti setelah menerima laporan dan hasil koordinasi mengenai soal PSBB itu. Kita saat ini masih bicarakan,” paparnya.

Berdasarkan pantauan data di situs covid19.sulselprov.go.id. pukul 17.07 WITA, jumlah Orang Dalam Pantauan (ODP) di Kota Makassar sebanyak 433 kasus.

Selanjutnya, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 152 kasus dan positif Covid-19 sebanyak 110 kasus.

Sementara tercatat jumlah orang yang meninggal dunia di Sulsel sebanyak 14 kasus, 23 orang sembuh dan menjalani perawatan sebanyak 131 orang.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Agustusan di Istana Merdeka, Gerakan Save Meratus Kembali Bergaung
apahabar.com

Nasional

Isyarat Kematian Khairullah, Begal Sapi Penembak Polisi Tala dan Permintaan Maaf Keluarga
apahabar.com

Nasional

OTT Hakim, KPK Sita Ribuan Dolar Singapura
apahabar.com

Nasional

Wamena Berangsur Kondusif, Warga Mulai Kembali ke Rumah
apahabar.com

Nasional

ISPA Jadi Penyakit Keluhan Utama CJH di Mekkah
apahabar.com

Nasional

Di Manggarai Barat, Presiden Jokowi Bagi-Bagi Ribuan Sertifikat Tanah
apahabar.com

Nasional

Pembinaan Karakter Jadi Tantangan Pendidikan Indonesia
apahabar.com

Nasional

Dibanding Negara Tetangga, Jumlah Wirausahawan di Indonesia Masih Rendah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com