Hasil Liga Italia, Taklukkan Crotone 2-1, Fiorentina Kembali ke Jalur Kemenangan Hasil Liga Inggris, Watkins Antar Aston Villa Tenggelamkan Newcastle 2-0 Breaking News! Warga Tangkap Buaya Pemangsa di Pantai Kotabaru Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota

Perdagangan Sesi Awal, IHSG Bergerak Dua Arah

- Apahabar.com Senin, 13 April 2020 - 11:27 WIB

Perdagangan Sesi Awal, IHSG Bergerak Dua Arah

Ilustrasi - Pegawai mengamati layar yang menampilkan halaman muka situs Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto-Antara/Dhemas Reviyanto/aww

apahabar.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak dalam dua arah pada sesi awal perdagangan awal pekan ini.

IHSG dibuka dibuka menguat 2,29 poin atau 0,05 persen menjadi 4.651,37. Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 0,06 poin atau 0,01 persen menjadi 700,12.

Namun, tak lama berselang IHSG terpantau berbalik arah ke area negatif atau melemah sebesar 8,13 poin (0,17 persen) menjadi 4.649,94. Begitupun dengan indeks LQ45 yang tertekan 2,66 persen menjadi 697,39.

“Pasar masih dibayangi ketidakpastian dari COVID-19, meskipun sejumlah bank sentral dunia mengeluarkan stimulus, tetapi dampak penyebaran virus ini masih menjadi kendala pasar dunia, termasuk IHSG,” kata Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah di Jakarta, Senin (13/04).

Ia menambahkan investor juga masih bersikap hati-hati di tengah spekulasi kapan ekonomi akan recovery dengan cepat.

Ia mengemukakan langkah yang diambil pemerintah dalam menangani dampak virus corona di sektor moneter dilakukan oleh Menteri Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) dengan mengadakan pembahasan secara maraton dalam merumuskan kebijakan penanganan wabah Covid-19.

“Kebijakan yang diambil yakni mengalokasikan anggaran untuk kesehatan, jaring pengaman sosial, sektor usaha hingga dampak kepada lembaga jasa keuangan,” katanya.

Dalam penanganan Covid-19, lanjut dia, pemerintah mengeluarkan anggaran Rp405 triliun, diperoleh dari sejumlah pos di antaranya sisa lebih penghitungan anggaran, dana di badan layanan umum pemerintah, penerbitan surat utang negara hingga kerja sama dengan lembaga multilateral dunia.

“Kendati demikian, dampak dari stimulus pemerintah dengan anggaran tersebut beresiko terjadinya pembengkakan utang,” katanya.

Sementara itu, bursa regional antara lain indeks Nikkei melemah 175,40 poin (0,90 persen) ke 19.323.10, indeks Shanghai melemah 10,75 poin (0,38 persen) ke 2.785,88, dan indeks Straits Times melemah 1,81 poin (0,07 persen) ke posisi 2.569,51.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: rifad - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

ITDP: Ajak Investor Asing Jadi Tolak Ukur Pengembangan Mobil Listrik
apahabar.com

Ekbis

Harga Minyak Melonjak pada Akhir Perdagangan Kamis
Rupiah

Ekbis

Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Rupiah Ikut Melemah
apahabar.com

Ekbis

2020, Pertamina Targetkan Transaksi di SPBU Gunakan Non Tunai
apahabar.com

Ekbis

Toraja Utara Siapkan 387 Objek Wisata Baru
Covid-19

Ekbis

Dibayangi Sentimen Penyebaran Covid-19, Rupiah Dibuka Melemah
apahabar.com

Ekbis

Target Apple di Awal Tahun Meleset, Harga Jual Menjadi Masalahnya
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Jumat Pagi, Lanjut Terkoreksi ‘Second Wave’ Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com