ga('send', 'pageview');
Terindikasi HTI, Dua Pemuda Kotabaru Diciduk Polisi Push Up Bak Lelucon, Banjarbaru Terapkan Denda Tak Pakai Masker Terungkap, Dugaan Kebakaran di PAUD Aisyiyah Banjarmasin Karier Mengilap Kasat Reskrim Kotabaru: Tempur Melawan OPM Kerugian Banjir Pelaihari Sentuh Miliaran Rupiah!




Home Ekbis

Selasa, 21 April 2020 - 10:36 WIB

Pertama Kali Dalam Sejarah, Harga Minyak AS Anjlok di Bawah Nol Dolar

Redaksi - Apahabar.com

Ilustrasi pengeboran minyak. Foto-Bloomberg

Ilustrasi pengeboran minyak. Foto-Bloomberg

apahabar.com, NEW YORK – Harga minyak mentah berjangka AS untuk kontrak Mei anjlok hingga di bawah nol dolar AS pada penutupan perdagangan Senin (21/04) waktu setempat atau Selasa (22/04) pagi WIB.

Penurunan tersebut merupakan yang terendah untuk pertama kalinya dalam sejarah seiring dengan rendahnya permintaan dan pasokan yang menumpuk akibat pandemi corona baru atau Covid-19.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei merosot 55,9 dolar AS atau lebih dari 305 persen, menjadi menetap di -37,63 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange, setelah menyentuh titik terendah sepanjang masa -40,32 dolar AS per barel.

Harga minyak negatif menyiratkan bahwa produsen akan membayar pembeli untuk mengambil minyak dari tangan mereka. Ini menandai pertama kalinya kontrak berjangka minyak diperdagangkan negatif dalam sejarah, menurut Dow Jones Market Data. Kontrak Mei berakhir pada Selasa.

Baca juga :  Cenderung Terkoreksi, IHSG Diprediksi Bergerak Mendatar

Kontrak WTI untuk penyerahan Juni juga jatuh lebih dari 18 persen menjadi 20,43 per barel.

Sementara itu, patokan global, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni turun 2,51 dolar AS atau sembilan persen menjadi ditutup pada 25,57 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange. Penurunan Brent tidak sederas WTI karena lebih banyak tempat penyimpanan tersedia di seluruh dunia.

Pedagang bergegas untuk membongkar posisi mereka menjelang berakhirnya kontrak, berkontribusi pada penurunan bersejarah, para ahli mencatat.

“Kami menghubungkan pelemahan harga WTI dengan berakhirnya kontrak Mei besok dan volume perdagangan rendah yang menyertainya,” kata Giovanni Staunovo, seorang analis komoditas di UBS Global Wealth Management, kepada Xinhua pada Senin (20/04).

Permintaan yang lebih lemah terkait dengan pandemi Covid-19 dan potensi kelebihan pasokan adalah masalah yang lebih parah, menurut analis.

Baca juga :  Wow, Indonesia Punya Potensi Energi Terbarukan 442,4 GW

“Penurunan lebih banyak dalam kontrak berjangka yang likuid cair mencerminkan masalah yang lebih luas yang kita miliki di pasar minyak – kelebihan pasokan parah di kuartal kedua,” kata Staunovo.

Permintaan minyak global diperkirakan akan turun dengan rekor 9,3 juta barel per hari (bph) tahun ke tahun pada 2020, Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan dalam laporan bulanannya yang baru dirilis.

“Dampak dari tindakan penguncian di 187 negara dan wilayah telah membuat mobilitas hampir terhenti,” kata IEA, menambahkan permintaan pada April diperkirakan 29 juta barel per hari lebih rendah dari tahun lalu, turun ke level terakhir terlihat pada 1995.

Ketika miliaran orang di seluruh dunia tinggal di rumah untuk memperlambat penyebaran virus corona baru, permintaan fisik untuk minyak mentah telah mengering, menciptakan kelebihan pasokan global.(Ant)

Editor: Aprianoor

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Adaro Konsisten Penyumbang Devisa Negara Terbesar
apahabar.com

Ekbis

Kesadaran Masyarakat akan Keamanan Siber Masih Kurang
apahabar.com

Ekbis

Peduli Inflasi di Kalsel, Bank Indonesia Inisiasi Komunitas Move On Generation
apahabar.com

Ekbis

Tamu Asing Meningkat, TPK Hotel Berbintang Kalsel Naik
apahabar.com

Ekbis

Ekspor Kalsel Merosot, Pengamat: Pengaruh Ekonomi Global
apahabar.com

Ekbis

Biar Tak Boros, Mau Tau Caranya?
apahabar.com

Ekbis

Penyebab Gagal Target Pajak 2019
Musda Hipmi Jabar, MHM Dorong Anak Muda Jadi Pengusaha Sukses Milenial

Ekbis

Musda Hipmi Jabar, MHM Dorong Anak Muda Jadi Pengusaha Sukses Milenial
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com