Salah Tulis, Perbaikan Plang Nama SDN di Banjarmasin Tunggu Dana BOS Cair Bawa Pesan Damai ke Ukraina-Rusia, Jokowi Dianggap Layak Raih Nobel Diguyur Hujan Berjam-Jam, Sejumlah Kawasan di Banjarbaru Tergenang Banjarmasin Terendam Lagi, Masyarakat Diminta Waspada Air Kiriman! Banjarbaru Terendam, Sejumlah Warga Dievakuasi

Pliisss..Taati Protokol Kesehatan, Tangis Haru Tenaga Medis

- Apahabar.com     Minggu, 26 April 2020 - 13:49 WITA

Pliisss..Taati Protokol Kesehatan, Tangis Haru Tenaga Medis

Perawat medis pasien Covid-19 sebagai foto ilustrasi. Foto-net.

apahabar.com, JAKARTA – Tak terbayang seperti apa sekarang, perasaan para perawat Covid-19 yang telah bertugas, lama meninggalkan keluarga di rumah. Ada rindu yang mereka rasakan.

Contohnya perawat Covid-19 di RS Darurat Wisma Atlet, Jakarta. Sudah berkerja satu bulan ini dan harus pula diisolasi jauh dari keluarga.

Kapten Fitdy Eka, salah satu perawat di sana, mengungkapkan, para tenaga kesehatan juga rindu untuk pulang.

Mereka, lanjut Fitdy, memohon masyarakat menaati protokol kesehatan agar wabah segera selesai.

“Rekan-rekan kami juga ingin pulang ketemu keluarga, anak istri, orang tua. Pergerakan kami dibatasi, kami menyesuaikan. Anda agar tetap di rumah, kami bekerja biar kita putus rantai penularan Covid-19,” kata Ketua Tim Perawatan RSD Wisma Atlet Kapt Fitdy Eka dalam jumpa pers virtual di Jakarta, Minggu (26/4).

Dia mengatakan bagi tenaga kesehatan yang mengurusi pasien Covid-19 seperti dokter, perawat, analis dan tenaga kesehatan (nakes) lainnya memiliki prosedur pembatasan interaksi langsung dengan keluarga, demi alasan mengurangi risiko penularan.

Para tenaga medis, kata dia, harus tetap tinggal di dekat area perawatan pasien Covid-19 selama beberapa pekan terakhir, sehingga interaksi dengan keluarga dan kerabat dilakukan dengan panggilan video/ video call melalui ponsel.

“Baik dokter, perawat, analis dan nakes lainnya semua memiliki rasa kangen, rindu keluarga, berkumpul, bersenda gurau langsung,” katanya.

Dalam bertugas, Fitdy mengatakan harus bisa mengatasi rasa bosan di tengah tugas harus mengenakan alat pengaman diri (APD) lengkap selama delapan jam tanpa makan, minum dan buang air.

Terdapat tiga tim tenaga kesehatan yang bekerja selama 24 jam, terbagi masing-masing delapan jam untuk tiga shift.

Pada tahap itu, lanjut dia, mereka berupaya mengatur sedemikian rupa agar pelaksanaan merawat pasien Covid-19 tetap berjalan baik. Sehingga pasien Covid-19 dapat sembuh dan corona tidak menginfeksi petugas.

Menilik suka duka mereka itu, Fitdy mengajak masyarakat turut berupaya memutus rantai penularan Covid-19. Sehingga tidak ada lonjakan drastis dari penderita.
Jika jumlah penderita Covid-19 melebihi kapasitas fasilitas kesehatan, maka akan semakin banyak yang tidak tertolong.

Di bulan Ramadan dan jelang Idul Fitri, dia mengatakan masyarakat juga agar tidak mudik terlebih dahulu guna mencegah penularan Covid-19 yang lebih masif.

“Anda tidak ingin mudik membawa penyakit kan? Tidak usah mudik untuk memutus mata rantai Covid-19 agar jangan terus berlangsung,” kata dia.

“Pakai masker jika harus ke luar, cuci tangan pakai sabun selama 20 detik, jaga jarak interaksi tempat umum 1-2 meter, belajar/bekerja di rumah, belanja kalau bisa lakasanakan online. Dengan begitu, hal-hal terkait memutus mata rantai Covid-19 bisa lebih maksimal. Pandemi bisa diakhiri, ingat kita rindu tradisi mudik saat masa pembatasan ini,” kata dia.(ant)

apahabar.com

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa menggelar tatap muka melepas rindu secara virtual antara perawat Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto dengan keluarganya yang ditinggal berbulan-bulan untuk berjuang sebagai garda terdepan menangani pasien terjangkit virus corona (Covid-19). Antara.

Editor : Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Update

Nasional

Update Covid-19 Nasional, Catat Rekor 5.828 Kasus Baru
apahabar.com

Nasional

Luangkan Waktu Khusus untuk Jenguk Ani Yudhoyono
apahabar.com

Nasional

Pemerintah Dorong Terwujudnya Perlindungan Pekerja Perempuan dari Pelecehan Seksual
apahabar.com

Nasional

Demo di Jayapura Ricuh, Kantor Telkom Dibakar Massa
Pasca-Bom

Nasional

Pasca-Bom di Gereja Katedral, Polisi Perketat Pengamanan Objek Vital di Sulsel
apahabar.com

Nasional

Pembunuh Febri, Waria yang Tewas di Salon Banjarmasin Selatan Masih Berkeliaran
jilbab

Nasional

Alasan Eks Wali Kota Padang Wajibkan Siswi Berjilbab: Biar Tidak Digigit Nyamuk!

Nasional

Pemindahan Ibu Kota, Pengamat Sebut Tanbu Lebih Berpeluang dari Penajam
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com