Motif Pembunuhan Dipocong di Tabat HST Terungkap, Polisi Tetapkan 4 Tersangka Masih Didera Covid-19, Denny Indrayana Tetap Perjuangkan PSU yang Jujur dan Adil Seluruh Tempat Wisata di Jaro Tabalong Ditutup Saat Idulfitri Ingin Pukul Ibunya, Seorang Adik di Telaga Langsat HSS Tikam Kakak hingga Tewas Pasca-satu Masjid di Balikpapan Terpapar Covid-19, Perum Bumi Nirwana Dijaga Ketat Petugas

PMI Banjarmasin Krisis Darah, Ayo Donor!  

- Apahabar.com Selasa, 7 April 2020 - 20:29 WIB

PMI Banjarmasin Krisis Darah, Ayo Donor!   

Kepala Unit Transfusi Darah PMI Banjarmasin dr. Aulia Ramadhan Supit menunjukkan stok darah di penyimpanan PMI Banjarmasin kosong. Foto-apahabar.com/Ahya Firmansyah

apahabar.com, BANJARMASIN – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banjarmasin membutuhkan warga Banjarmasin untuk mendonorkan darahnya.

Dikemukakan Kepala Unit Transfusi Darah PMI Banjarmasin, dr Aulia Ramadhan Supit, jumlah warga Banjarmasin sebanyak kurang lebih 700.000 jiwa hanya memerlukan lima sampai sepuluh persen dari total penduduk untuk memenuhi kebutuhan darah Kota Banjarmasin.

“Artinya sekitar 35.000 sampai 70.000 jiwa terketuk hati untuk membantu sesama agar kebutuhan stok darah di Banjarmasin terpenuhi sehari-harinya,” kata dr.Rama, Selasa (7/4).

Mengingat saat ini sedang dalam kekhawatiran wabah virus corona, stok darah di PMI Banjarmasin benar-benar kosong.

“Bisa dilihat sendiri, stok darah kami kosong tidak ada penyimpanan darah sama sekali. Saat ini pun kalau ada yang mendonorkan darah masih belum bisa menyetok, ketika ada pendonor itu sudah pesanan yang membutuhkan,” ungkapnya.

Dijelaskan Rama, kebutuhan akan darah di Kota Banjarmasin terus meningkat. Sehingga ia pun memohon kepada warga Banjarmasin dapat mendonorkan darah dan tidak harus takut selama merasa diri sehat.

“Kami harap warga mau mendonorkan darah, karena kebutuhan kita terus meningkat yang seharinya biasa 100 sampai 150, ini bisa sampai 200 sehari. Dari mana lagi kami mendapatkan darah karena darah ini kan tidak bisa dibuat di pabrik,” jelasnya.

Rama pun menerangkan kebutuhan darah sangat diperlukan saat ini, karena pihak yang memerlukan ini adalah semua Rumah Sakit di Banjarmasin.

“Kita sudah sosialisasi ke mana-mana, meminta bantuan ke instansi minta bantuan dan menyurati mereka agar membantu mendonorkan darah. Karena untuk kebutuhan satu RS saja seperti RS Ulin memerlukan sedikitnya 50 sampai 100 kantong darah seharinya,” ujar Rama.

Ia pun mengimbau ke masyarakat agar tidak khawatir mendonorkan darah di tengah pandemi virus corona.

“Kalau covid-19 sendiri tidak menular lewat darah, jadi aman. Di sini jua kita akan menyaring terlebih dahulu darah pendonor itu layak atau tidak untuk kemudian disalurkan,” pungkasnya.

Reporter: Ahya Firmansyah
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

31 Penyelam Polda Kalsel Ikut Pecahkan Rekor Dunia Selam di Manado
apahabar.com

Kalsel

Derita Liver, Ibunda Wakil Walikota Banjarbaru Tutup Usia
Bangun Insinerator

Kalsel

Bangun Insinerator di TPA Banjarbakula, Kalsel Optimis Tingkatkan PAD
apahabar.com

Kalsel

Kapolda Kalsel Apresiasi Sinergitas Masyarakat Bangun Kampung Tangguh Banua di Angsana
apahabar.com

Kalsel

BMKG Prakirakan Kalsel Hujan Lokal dan Ringan Hari ini
apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 Kotabaru, Positif dan Sembuh Nihil

Kalsel

Pengakuan Pembunuh Kekasih di Kandangan: Kasihan namun Khilaf 

Kalsel

Setubuhi Keluarga Sendiri, ‘Kakek Sugiono’ Banjar Kena Getahnya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com