Menteri Siti Blakblakan Biang Kerok Banjir Kalsel, Bukan Tambang dan Sawit UPDATE 264 Rumah di HST Hilang Disapu Banjir, 9 Meninggal BANYU LALU HAJA Tim Paman Birin Mau Polisikan Warga, Peradi-Komnas HAM Pasang Badan Duuh, 8 Kecamatan di Tanah Laut Hilang Disapu Banjir Dear Korban Banjir Kalsel, Telkomsel Bebaskan Telepon-SMS

PSBB Banjarmasin Diminta Tak Jadi Ajang Pencitraan

- Apahabar.com Sabtu, 25 April 2020 - 11:54 WIB

PSBB Banjarmasin Diminta Tak Jadi Ajang Pencitraan

apahabar.com, BANJARMASIN – Anggota DPR RI Syafruddin H Maming meminta penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Banjarmasin tidak dijadikan sebagai ajang pencitraan.

“PSBB harus dilaksanakan dengan benar. Jangan dijadikan sebagai ajang pencitraan,” ucap politisi PDI Perjuangan kepada apahabar.com, Sabtu (25/4).

Menurut dia, PSBB di Banjarmasin harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh. Pembagian dana untuk warga miskin juga harus merata. Ia tidak ingin mendengar selama masa PSBB ada warga yang tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah.

“Penyaluran untuk warga miskin harus merata. Jangan sampai ada yang ketinggalan,” katanya.

Tak hanya itu, Cuncung meminta akses keluar masuk kota Banjarmasin diperketat. Sebab, ia masih mendengar informasi bahwa saat PSBB dilaksanakan, akses tersebut masih longgar.

Dia juga meminta Tim Gugus Tugas P3 Covid-19 Banjarmasin segera menertibkan warga yang masih bandel tidak mengenakan masker saat keluar rumah, masih membuat kerumunan, dan masih ada warga yang berboncengan saat berkendara.

“Harus diperketat dan dipertegas lagi agar PSBB ini sukses,” katanya.

Pemkot Banjarmasin sendiri telah menganggarkan dana Rp 1,5 miliar untuk satu hari selama 14 sampai 30 hari ke depan. Anggaran itu di antaranya digunakan membeli sembako untuk warga miskin.

Sebelumnya, Juru Bicara Tim Gugus Tugas P3 Covid-19 Banjarmasin, Machli Riyadi mengakui pihaknya kewalahan akan jumlah warga masuk.

Sebelum PSSB resmi berlaku, Pemkot Banjarmasin memanfaatkan empat hari waktu guna simulasi.

Sejauh simulasi dilakukan, rupanya masih banyak warga yang berkeliaran di jalan. Mereka seolah tak takut pada ancaman virus mematikan itu.

Petugas dari Satpol PP pun memilih memakai rotan selayaknya perangkat yang dipakai polisi India merazia warganya yang nekat keluar rumah saat lockdown.

“Di PSBB tidak boleh ada warga keluar di saat malam hari. Jika keluyuran, maka kami tindak dengan pukulan kasih sayang menggunakan rotan seperti polisi India,” ujar Plt Kepala Satpol PP Banjarmasin, Ichwan Noor Chalik dihubungi apahabar.com, Kamis (23/4).

Editor: Puja Mandela

Editor: Kiki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Gubernur Kalsel Hadiri Halalbihalal Pakuwojo Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Besok, Dua Mantan Kadishub Banjarbaru Disidangkan
apahabar.com

Kalsel

Cegah Kebakaran Meluas, Intip Inisiatif Koramil Banjarmasin Barat dan Kalsel Peduli
apahabar.com

Kalsel

Bidik RTH Kamboja Pusat Pasar Ramadhan
apahabar.com

Kalsel

PLN Kalselteng Promosi Sambung Listrik 1,7 VA untuk PT TIA
apahabar.com

Kalsel

Polisi: Narkoba di Banjarbaru Banyak dari Lapas
apahabar.com

Kalsel

Perebutan Kursi Terakhir Dapil Kalsel II DPR RI; Dua Tokoh Muda Kalsel Beradu ‘Sakti’
apahabar.com

Kalsel

Sejumlah Sanksi akan Diterima, Jika Melanggar Perbup Tala
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com