7 POPULER KALSEL: Ibu Bunuh Anak di Benawa HST hingga Ketua Nasdem Tala Buron Positif Sabu, Oknum Anggota DPRD Tala Terancam Dipecat! Hasil Visum: 2 Anak yang Diduga Dibunuh Ibu di Benawa HST Mati Lemas! Orbawati Buron, Nasdem Tanah Laut Fokus Menangkan BirinMu Detik-Detik Akhir Kampanye, Bawaslu RI Turun ke Banjarmasin

PSBB Banjarmasin Mulai Berlaku, Waspadai Lonjakan Orang Miskin Baru

- Apahabar.com Senin, 20 April 2020 - 12:22 WIB

PSBB Banjarmasin Mulai Berlaku, Waspadai Lonjakan Orang Miskin Baru

Suasana di lampu merah kawasan Sutoyo saat hari pertama pembatasan sosial berskala besar di Banjarmasin. Foto-apahabar.com/Robby

apahabar.com, BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel diharap dapat berpikir cepat untuk menyiasati potensi lonjakan orang miskin baru akibat dampak virus Corona (Covid-19). Terlebih pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mulai berlaku di Banjarmasin.

“Sampai dengan 13 April saja tercatat kurang lebih ada 1.600 tenaga kerja sudah terbukti PHK. Ini dari sektor perdagangan, sektor usaha dan lainnya. Dan ini dipastikan akan terus meningkat,” ujar Anggota DPRD Kalsel, HM Lutfi Saifuddin kepada apahabar.com.

Lutfi melihat wabah virus Corona sudah cukup berdampak ke segala sektor, termasuk sisi ekonomi.

Wabah Covid-19 juga sudah jadi penyebab merosotnya pendapatan bagi pekerja formal maupun informal. Tak sedikit dari mereka yang terkena PHK, seperti kata Lutfi tadi.

Dengan PHK ini akan muncul potensi orang miskin baru. Maka pemerintah harus dapat lebih jeli melihat tujuan bantuan kepada mereka yang terdampak.

“Belum lagi tenaga kerja informal, sampai sekarang kita belum ada data berapa tenaga informal seperti tukang, pedagang kaki lima, buruh harian, buruh angkut, juru parkir, tukang ojek, tukang becak dan supir kelotok. Mereka inilah tenaga informal,” kata Lutfi.

Maka, dikatakan Lutfi, Pemprov maupun pemerintah kota/kabupaten harus gencar membantu mereka seperti tenaga informal dan mereka yang terkena PHK.

“Harus dibantu adalah mereka yang berpotensi orang miskin baru. Kalau data di Dinas Sosial itu sudah terdata orang miskin dan rentan miskin dari program keluarga harapan. Itu sudah dibantu pemerintah pusat. Maka yang harus dipikirkan dibantu tadi adalah mereka di luar data,” tuturnya.

Ketua Komisi IV DPRD Kalsel itu menilai dengan melihat kondisi data penambahan jumlah orang positif tertular virus Corona semakin hari kian bertambah. Bisa saja pandemi Corona baru bisa teratasi empat hingga lima bulan mendatang.

“Bayangkan kalau satu bulan saja sudah ada 1.600 karyawan di-PHK. Ini adalah orang miskin baru. Bagaimana jika ini terjadi berbulan-bulan lamanya. Sudah seharusnya pemerintah daerah harus memikirkan mereka yang terdampak,” jelas dia.

Jika wabah corona ini berakhir belum tentu pabrik-pabrik atau pun perusahaan dapat segera pulih dalam satu atau dua tahun. Tentunya semua akan melakukan pemulihan secara bertahap. Sementara jumlah orang miskin di Kalsel sudah bertambah dari kalangan pengangguran.

“Iya kalau perusahaan itu bisa pulih. Kalau ternyata justru bangkrut tidak bisa survive atau bertahan, yang ada akan menambah pengangguran,” sebutnya.

Tak hanya itu Lutfi juga menuturkan ekonomi Kalsel akan sangat merosot jika tidak ditangani dengan tepat.

Inflasi Kalsel akan meningkat drastis. Sementara pertumbuhan ekonomi Kalsel bisa saja nol.

Hari pertama penerapan PSBB, arus lalu lintas dan sejumlah pasar di Banjarmasin masih terpantau ramai dan lancar.

Sebelumnya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menyetujui pemberlakuan PSSB di Banjarmasin per Minggu 19 April kemarin.

Persetujuan itu tertuang di keputusan Menkes RI Nomor HK.O 1.07 / MENKES I 262 I 2O20 dalam rangka percepatan penanganan Covid-19.

“Alhamdulillah malam ini dapat kiriman dari Kepala Biro Hukum Kementerian Kesehatan,” ujar Juru Bicara Tim Gugus Tugas P3 Covid-19 Banjarmasin Machli Riyadi kepada apahabar.com, malam tadi.

Reporter: Ahya Firmansyah
Editor: Fariz Fadhillah

CATATAN REDAKSI: Seiring penetapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Banjarmasin, masyarakat diimbau untuk disiplin menjaga jarak, mencuci tangan, berdiam diri di rumah, menggunakan masker jika beraktifitas di luar rumah.

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Cuncung Ajak Pengurus KADIN Tanbu Majukan Pembangunan Daerah
Covid-19 Kotabaru

Kalsel

Kabar Baik, 10 Orang Sembuh, Sisa 41 Pasein dalam Perawatan Covid-19 Kotabaru
apahabar.com

Kalsel

Warga di Gambut Bahagia Rumah Reyotnya Dibedah
apahabar.com

Kalsel

Dua Pemuda Kotabaru Diduga Simpatisan HTI Diadili, Satu Terdakwa Pasrah
Jumani Balangan Ceritakan Alasannya Mengaku Nabi Isa

Kalsel

Jumani Balangan Ceritakan Alasannya Mengaku Nabi Isa
apahabar.com

Kalsel

Pemkab Banjar Berencana Asuransikan Anggota BPK
apahabar.com

Kalsel

Pemasangan APK Langgar Aturan, PKS Salahkan Pihak Ketiga
apahabar.com

Kalsel

Bocah 10 Tahun Diduga Tenggelam di Sungai Martapura, Warga Kecamatan Astambul Mendadak Heboh
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com