Kronologi Lengkap Penemuan Jasad Tak Utuh di Gang Jemaah II Banjarmasin Mudik Dilarang, Terminal Pal 6 Banjarmasin Tutup Rute Antarkabupaten-kota Mudik Ramadan Dilarang, Pertamina Kalimantan Tambah 3 Persen Pasokan Gas Hilang Beberapa Hari, Warga Gang Jemaah Banjarmasin Ditemukan Sudah Jadi Mayat Asyik! PNS Banjarmasin Pulang Lebih Cepat Saat Ramadan

PSBB Banjarmasin Mulai Berlaku, Waspadai Lonjakan Orang Miskin Baru

- Apahabar.com Senin, 20 April 2020 - 12:22 WIB

PSBB Banjarmasin Mulai Berlaku, Waspadai Lonjakan Orang Miskin Baru

Suasana di lampu merah kawasan Sutoyo saat hari pertama pembatasan sosial berskala besar di Banjarmasin. Foto-apahabar.com/Robby

apahabar.com, BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel diharap dapat berpikir cepat untuk menyiasati potensi lonjakan orang miskin baru akibat dampak virus Corona (Covid-19). Terlebih pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mulai berlaku di Banjarmasin.

“Sampai dengan 13 April saja tercatat kurang lebih ada 1.600 tenaga kerja sudah terbukti PHK. Ini dari sektor perdagangan, sektor usaha dan lainnya. Dan ini dipastikan akan terus meningkat,” ujar Anggota DPRD Kalsel, HM Lutfi Saifuddin kepada apahabar.com.

Lutfi melihat wabah virus Corona sudah cukup berdampak ke segala sektor, termasuk sisi ekonomi.

Wabah Covid-19 juga sudah jadi penyebab merosotnya pendapatan bagi pekerja formal maupun informal. Tak sedikit dari mereka yang terkena PHK, seperti kata Lutfi tadi.

Dengan PHK ini akan muncul potensi orang miskin baru. Maka pemerintah harus dapat lebih jeli melihat tujuan bantuan kepada mereka yang terdampak.

“Belum lagi tenaga kerja informal, sampai sekarang kita belum ada data berapa tenaga informal seperti tukang, pedagang kaki lima, buruh harian, buruh angkut, juru parkir, tukang ojek, tukang becak dan supir kelotok. Mereka inilah tenaga informal,” kata Lutfi.

Maka, dikatakan Lutfi, Pemprov maupun pemerintah kota/kabupaten harus gencar membantu mereka seperti tenaga informal dan mereka yang terkena PHK.

“Harus dibantu adalah mereka yang berpotensi orang miskin baru. Kalau data di Dinas Sosial itu sudah terdata orang miskin dan rentan miskin dari program keluarga harapan. Itu sudah dibantu pemerintah pusat. Maka yang harus dipikirkan dibantu tadi adalah mereka di luar data,” tuturnya.

Ketua Komisi IV DPRD Kalsel itu menilai dengan melihat kondisi data penambahan jumlah orang positif tertular virus Corona semakin hari kian bertambah. Bisa saja pandemi Corona baru bisa teratasi empat hingga lima bulan mendatang.

“Bayangkan kalau satu bulan saja sudah ada 1.600 karyawan di-PHK. Ini adalah orang miskin baru. Bagaimana jika ini terjadi berbulan-bulan lamanya. Sudah seharusnya pemerintah daerah harus memikirkan mereka yang terdampak,” jelas dia.

Jika wabah corona ini berakhir belum tentu pabrik-pabrik atau pun perusahaan dapat segera pulih dalam satu atau dua tahun. Tentunya semua akan melakukan pemulihan secara bertahap. Sementara jumlah orang miskin di Kalsel sudah bertambah dari kalangan pengangguran.

“Iya kalau perusahaan itu bisa pulih. Kalau ternyata justru bangkrut tidak bisa survive atau bertahan, yang ada akan menambah pengangguran,” sebutnya.

Tak hanya itu Lutfi juga menuturkan ekonomi Kalsel akan sangat merosot jika tidak ditangani dengan tepat.

Inflasi Kalsel akan meningkat drastis. Sementara pertumbuhan ekonomi Kalsel bisa saja nol.

Hari pertama penerapan PSBB, arus lalu lintas dan sejumlah pasar di Banjarmasin masih terpantau ramai dan lancar.

Sebelumnya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menyetujui pemberlakuan PSSB di Banjarmasin per Minggu 19 April kemarin.

Persetujuan itu tertuang di keputusan Menkes RI Nomor HK.O 1.07 / MENKES I 262 I 2O20 dalam rangka percepatan penanganan Covid-19.

“Alhamdulillah malam ini dapat kiriman dari Kepala Biro Hukum Kementerian Kesehatan,” ujar Juru Bicara Tim Gugus Tugas P3 Covid-19 Banjarmasin Machli Riyadi kepada apahabar.com, malam tadi.

Reporter: Ahya Firmansyah
Editor: Fariz Fadhillah

CATATAN REDAKSI: Seiring penetapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Banjarmasin, masyarakat diimbau untuk disiplin menjaga jarak, mencuci tangan, berdiam diri di rumah, menggunakan masker jika beraktifitas di luar rumah.

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Covid-19

Kalsel

Update Covid-19 Kalsel: Tambah 11 Kasus dan 15 Pasien Sembuh
apahabar.com

Kalsel

Jumlah Pasien Sembuh Terus Lampaui Kasus Positif Covid-19 di Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Badan BPOM HSU Temukan Garam Tidak Standar 
apahabar.com

Kalsel

Bertani Cabai Hiyung Sambil Budidaya Ikan Gabus di Tapin
apahabar.com

Kalsel

PLN Pertahankan Tarif Dasar Listrik Semua Golongan

Kalsel

Lagi, Bocah 125 Kg Tanah Laut Batal Dirawat Rumah Sakit
apahabar.com

Kalsel

Ini Himbauan Mayor Gatot Saat Jadi Pembina Upacara di SMAN 3 Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Tiga Wilayah Kalsel Berpotensi Hujan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com