Video Detik-detik Buaya Raksasa Diangkat dari Sungai Kayubesi Babel, Diyakini Warga Sebagai ‘Siluman’ Kasus Pembunuhan Istri Muda Pembakal di HST Inkrah, Jaksa Eksekusi Terpidana ke Martapura Muatan Politis dalam Pencopotan Sekda Tanah Bumbu Kantongi 3 Barang Bukti, Bawaslu Dalami Dugaan Pelanggaran BirinMU BW, Eks Pimpinan KPK Buka-bukaan Alasan Turun Gunung Bantu H2D

PSBB Jalan di Tempat, Harapan Ibnu Bergantung 3 Daerah

- Apahabar.com Selasa, 28 April 2020 - 16:01 WIB

PSBB Jalan di Tempat, Harapan Ibnu Bergantung 3 Daerah

Sejak hari ketiga, Pemkot Banjarmasin tak lagi mengandalkan thermo gun saat PSBB. Tampak petugas melakukan pemeriksaan warga dari luar Banjarmasin di kawasan Jalan Ahmad Yani Km 6. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Menginjak hari kelima, pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Banjarmasin dinilai masih belum efektif. Lantas bagaimana evaluasinya?

Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina menganggap empat hari pelaksanaan belum cukup untuk menguji efektifitas PSBB.

Alih-alih memutus mata rantai Covid-19, jumlah penderita di Banjarmasin terus bertambah selama PSBB.

Dirinya merasa perlu waktu tambahan untuk mensosialisasikan penerapan PSBB dan Perwali.

Catatan apahabarcom, pada hari pertama PSBB, pengawasan masih agak longgar.

Baru mulai hari ketiga dan keempat tak ada lagi pengemudi kendaraan roda dua dan empat yang tak memakai masker.

Pintu masuk ke Kota Banjarmasin pun dijaga ketat oleh tim gabungan. Dari Dinas Perhubungan, Satpol PP, bahkan TNI dan Polri.

Mereka yang hendak masuk diperiksa tanda pengenalnya. Dipastikan memakai masker. Tak boleh berboncengan. Hingga pengecekan suhu tubuh.

Namun pemeriksaan terakhir tak diprioritaskan lagi sejak kemarin. Sebab semua petugas medis dari Dinas Kesehatan ditarik dari posko PSBB.

Ada empat lokasi pintu masuk dalam kota yang dibatasi selama PSBB. Yakni Jalan Kayutangi yang berbatasan Kabupaten Barito Kuala (Batola).

Kemudian Jalan Sungai Lulut, Jalan Lingkar Selatan dan Jalan Ahmad Yani Km 6 yang berbatasan langsung Kabupaten Banjar.

Menarik petugas medis dari posko PSBB, Ibnu tampak lebih memaksimalkan penerapan social distancing warga luar sebelum masuk ke Banjarmasin.

Para petugas medis kemudian dimaksimalkan untuk menjadi garda terdepan di puskesmas dan rumah sakit rujukan Covid-19 di Banjarmasin.

Di dalam kota, edukasi kepada warga melalui informasi baik sound system dan lurah mulai berjalan.

“Sudah cukup rasanya dan sejak hari kelima sangat ketat karena kita perlu lagi [waktu] untuk benar benar efektif,” ujar Ibnu.

Untuk diketahui, PSBB telah disetujui Kementerian Kesehatan. Berlaku sejak 24 April hingga 14 hari ke depan.

Dengan waktu sembilan hari yang tersisa, Ibnu sangat berharap usulan PSBB di daerah tetangga disetujui.

Tiga daerah itu Kota Banjarbaru, Kabupaten Barito Kuala (Batola) dan Banjar. Semuanya bertetanggan langsung dengan Banjarmasin.

Jika begitu, Ibnu yakin pemberlakuan PSBB akan benar benar efektif. Karena keluar pintu masuk kota Banjarmasin tak perlu dijaga lagi. Misalnya di Jalan Ahmad Yani Km 6 dan Jalan Kayu Tangi.

“Mudahan-mudahan seminggu ini sangat efektif karena pintu masuk tidak perlu diportal karena sudah dilakukan daerah tertangga,” pungkasnya.

Praktis, langkah selanjutnya tinggal memperketat akses. Khususnya keempat lokasi pintu masuk ke Banjarmasin tadi.

Keputusan ini juga sudah sesuai evaluasi PSBB selama hari keempat dan hasil rapat Polresta dan Dinas Perhubungan (Dishub).

“Itu sebenarnya sudah benar benar efektif dan kemarin pukul 09.00 malam pintu masuk ditutup kecuali logistik, ambulans dan memperlihatkan surat tugas,” ujarnya.

Ibnu menerangkan apabila pengetatan pintu keluar masuk ini, maka langkah selanjutnya yang diambil Pemkot adalah menyisir aktivitas warga di dalam kota.

Maksudnya, hingga skala kelurahan dan beberapa titik akan dipasangi portal supaya warga tetap berada di rumah ketika penerapan jam malam dari pukul 21.00 hingga 06.00 Wita.

“Kita perlu meminta kesadaran warga untuk tetap berada di rumah jika tidak begitu penting,” ucapnya.

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Pemuda di Tapin Dibunuh Saat Tertidur Pulas di Musala
apahabar.com

Kalsel

Danrem 101/Antasari Sinergikan TNI dan Insan Pers
apahabar.com

Kalsel

Diyakini Ada Makam Syekh, Lokasi Kuburan Cina Martapura Bakal Jadi Cagar Budaya
apahabar.com

Kalsel

Update Corona di Kalsel 31 Maret: Jumlah Pasien Positif Bertambah Tiga

Kalsel

16 Wanita Pemandu Karaoke di LAU Barabai Digaruk Petugas, 3 Masih Bocah
apahabar.com

Kalsel

Alimansyah Rasakan Manfaat JKN-KIS di Usia Senja
apahabar.com

Kalsel

Kunjungi Dewan Pers, Jurnalis Banjar Serap Banyak Ilmu
apahabar.com

Kalsel

Carut-marut Regulasi, Akar Polemik Pembongkaran Baliho di Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com