Misteri 2 Bocah Dibunuh Ibu Depresi di Benawa HST, Saksi Kunci Buka Suara! Oknum Simpatisan Terjerat Sabu di Kotabaru, FPI Bantah Anggotanya Cabuli Murid, Oknum Guru Olahraga di SD Banjarbaru Langsung Dipecat! Ketuanya Buron, Joko Pitoyo Ambil Alih Nasdem Tanah Laut Laporan Denny Rontok di Bawaslu Pusat, Tim BirinMu Endus Motif Lain

Psikolog: Fenomena Penolakan Jenazah Covid-19 Butuh Edukasi Ilmiah

- Apahabar.com Jumat, 17 April 2020 - 15:09 WIB

Psikolog: Fenomena Penolakan Jenazah Covid-19 Butuh Edukasi Ilmiah

Pelaku penolakan pemakaman jenazah korban pandemi COVID-19 dijerat pasal berlapis. Ilustrasi. Foto-antara

apahabar.com, JAKARTA – Warga dinilai membutuhkan edukasi secara ilmiah tentang penanganan jenazah yang meninggal akibat Covid-19 dan contoh penanganan yang benar sehingga tidak terjadi penolakan.

“Jadi fenomena penolakan warga atas pemakaman jenazah (COVID-19) ini perlu segera diatasi dengan edukasi secara ilmiah,” kata Psikolog Dompet Dhuafa, Maya Sita Darlina melalui pesan tertulis, Jumat (17/4).

Umumnya penolakan berawal dari banyaknya berita negatif di media tentang bahaya penularan Corona yang semakin masif di kalangan masyarakat.

“Sayangnya sebagian masyarakat lebih dipengaruhi oleh berita negatif ini. Kalaupun ada berita positif, masyarakat telanjur terdistorsi. Jadi yang masuk ke kepala hanya kengerian,” katanya.

Di tengah serangan berita-berita negatif yang banyak dikonsumsi masyarakat itu muncul kebingungan dan kepanikan serta perasaan merasa tak berdaya dengan kondisi yang tengah dihadapi.

“Ini bisa terjadi pada sebagian orang atau juga kelompok masyarakat,” katanya.

Di tengah kebingungan tersebut akhirnya masyarakat membuat analisis tentang virus berdasarkan pengetahuan mereka sendiri yang masih awam.

Penolakan terhadap jenazah korban Covid-19 mereka ambil sebagai upaya perlindungan bagi kelompok masyarakat itu sendiri di tengah ketidaktahuan tentang cara penanganan jenazah secara benar agar tidak terjadi penularan.

“Ketika ketakutan, kengerian, kepanikan melanda banyak orang meski itu dilatarbelakangi informasi yang tidak seluruhnya akurat, maka dapat dipahami jika kemudian muncul ketakutan massal. Semua yang berhubungan Covid-19 ditolak, termasuk penolakan pemakaman jenazah,” katanya.

Oleh karena itu edukasi tentang penanganan yang tepat terhadap pemakaman jenazah korban Corona perlu diberikan kepada masyarakat.

“Setelah ada edukasi dari para ahli, kemudian mereka perlu sekaligus memberikan contoh dengan mempraktikkan cara pemakaman yang benar dan aman sehingga tidak terjadi penularan,” katanya.

Dengan edukasi dan contoh yang benar itulah, masyarakat diharapkan menjadi sadar sehingga mau menerima pemakaman jenazah korban COVID-19.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Menteri Edhy Ditangkap, Jenderal Antam Novambar Tunggu Info KPK
apahabar.com

Nasional

Terobsesi Jadi Pilot, Mahasiswa Ini Ditangkap
apahabar.com

Nasional

Jokowi Minta Antisipasi Kepulangan 34 Ribu Pekerja Migran
apahabar.com

Nasional

Drummer J-Rock Ungkap Alasan Pakai Ganja
apahabar.com

Nasional

Kasus Covid-19 di Jerman Terus Bertambah, Total Jadi 125.098
apahabar.com

Nasional

Usai Bentrokan Senayan, 1.365 Perusuh Diamankan
apahabar.com

Nasional

Broadcast Ahok Jadi Ketua Tim Ibu Kota Baru Ditepis Pihak Istana
apahabar.com

Nasional

Bantu Amankan Jakarta, Polda Kaltim Kirim 1 SSK Brimob
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com