Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel

Puasa Menyehatkan Tubuh, Mencerdaskan Otak

- Apahabar.com Sabtu, 11 April 2020 - 05:15 WIB

Puasa Menyehatkan Tubuh, Mencerdaskan Otak

Ilustrasi. Foto-net

apahabar.com, BANJARMASIN – Hasil penelitian Dr Ebrahim Kazim dari Trinidad Islamic Academy, dengan menggunakan EEG (perekam gelombang otak) menunjukkan, puasa membuat tidur lebih berkualitas atau deep sleep, sehingga berpengaruh pada perbaikan otak.

Imam as-Suyuthi ketika berumur 21 tahun dapat menulis separuh kitab tafsir al-Jalalain yang belum dirampungkan gurunya, Imam al-Mahalli, saat berpuasa. Semuanya dilakukan dalam tempo empat puluh hari mulai dari awal Ramadhan sampai 10 bulan Syawal 870 H.

Selain Imam as-Suyuthi, banyak pula ulama, tokoh, intelektual, dan bintang pelajar yang menuai keberhasilan karena terbiasa menjalani ibadah puasa. Beberapa orang pun mengaku, dapat berpikir lebih cepat saat berpuasa.

Guru Besar dalam Bidang Neurologi FKUI Jakarta Prof Dr Teguh AS Ranakusuma SpS(K) menyatakan, sel otak dan sel pembuluh darah merupakan dua organ yang memiliki kecerdasan tinggi.

Menurut dia, tak salah bila puasa dikatakan bisa mencerdaskan otak karena berdasarkan penemuan terbaru, ternyata puasa dapat memperbarui semua sistem organ dalam tubuh, termasuk otak. “Puasa dengan niat baik dan bersungguh-sungguh mampu memperbarui fungsi organ, termasuk otak,” jelas Teguh.

Ia menjelaskan, pada saat puasa manusia memerlukan banyak energi, terutama ke otak. Hanya saja, bila setiap orang berpikir tentang puasa maka otak pun dapat bertahan dengan energi seadanya. Keinginan seseorang untuk berpuasa yang dikirim ke otaknya dapat membuat seseorang mampu dan lebih jernih dalam berpikir.

Karena itu, ia mengatakan, puasa harus dilatih sejak kecil. “Memang, hanya orang pintar yang mau berpuasa karena ia tahu akan mendapat balasan pahala dari Allah,” ujarnya.
Teguh menambahkan, orang dapat menahan lapar dan dahaga karena otaknya selalu berpikir tentang imbalan dari perbuatan tersebut atau disebut pahala.

Sumber: Republika
Editor: Muhammad Bulkini       

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Religi

Seorang Muslim Bebas dari Hukuman Potong Tangan Berkat Unta, Simak Kisahnya
apahabar.com

Habar

Sah! Idul Fitri 1441 H pada Hari Minggu
Pemerintahan

Religi

Ini Trik Khalifah Umar Membangun Pemerintahan yang Bersih
apahabar.com

Religi

Rendah Hatinya Umar bin Khattab RA, Bergantian Naik Unta dengan Pelayan
apahabar.com

Hikmah

Kisah Nabi Adam Bertemu Malaikat Berbentuk Mutiara
apahabar.com

Habar

Pengelola Masjid Al Jihad Banjarmasin Batasi Jumlah Sapi Kurban
apahabar.com

Ceramah

Shalat Ied di Rumah, Begini Aturannya
apahabar.com

Hikmah

4 Tipe Orang Tua Menurut Kisah Alquran, Anda Termasuk Mana?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com