‘Kado’ Harjad Ke-495 Banjarmasin, Lonjakan Covid-19 hingga PPKM Berjilid-Jilid Fakta Terbaru Rombongan Moge di Jembatan Sungai Alalak, Ternyata Diduga Dikawal Polisi Dear Presiden Jokowi, Jembatan Alalak Kalsel Harus Dibuka Hindari Macet Sudah Dilimpahkan, Nih Jerat Hukuman Sejoli Pembuang Bayi di Stagen Kotabaru BREAKING! KPK Periksa 11 Nama, Salah Satunya Bupati HSU Abdul Wahid

Regulasi IMEI Memungkinkan Blokir Ponsel Hilang

- Apahabar.com     Kamis, 16 April 2020 - 06:45 WITA

Regulasi IMEI Memungkinkan Blokir Ponsel Hilang

Ilustrasi - Jajaran barang dagangan di salah satu toko di pusat perbelanjaan gadget Mal Ambassador, Jakarta Selatan. Foto-Antara/Arindra Meodia

apahabar.com, JAKARTA – Regulasi yang mengatur validasi nomor International Mobile Equipment Identity (IMEI) akan menghadirkan layanan yang belum ada, yaitu untuk menangani ponsel yang hilang dan dicuri.

“Layanan ini sudah tumbuh dengan sangat banyak di negara-negara yang menerapkan pengendalian IMEI karena ini sangat melindungi masyarakat dari kemungkinan pencurian ponsel,” kata Kepala Subdirektorat Kualitas Layanan dan Harmonisasi Standard Perangkat Pos dan Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Nur Akbar Said, dalam acara diskusi online “Siap-siap Aturan Validasi IMEI Akan Diterapkan”, Rabu (15/04).

Jika konsumen kehilangan ponsel, dia harus melapor terlebih dulu kepolisian agar dibuatkan surat keterangan kehilangan. Setelah itu, konsumen bisa mendatangi layanan konsumen (customer care, customer service) di operator seluler sesuai dengan nomor yang digunakan.

Operator seluler akan memasukkan data ke sistem Equipment Identity Register (EIR) milik mereka, yang akan disinkronisasi dengan sistem Centralized Equipment Identity Register (CEIR), yang akan dikelola pemerintah.

CEIR akan mengeluarkan status bahwa ponsel tersebut masuk ke blacklist kepada EIR di masing-masing operator seluler sehingga ponsel tersebut tidak akan mendapatkan layanan seluler dari operator mana pun.

“IMEI akan diblokir sehingga tidak bisa diaktifkan di seluruh operator,” kata Akbar.

Layanan konsumen

Konsumen bisa menghubungi layanan konsumen yang tersedia di masing-masing operator jika mengalami kendala terkait dengan nomor IMEI setelah regulasi ini berlaku mulai 18 April.

Tapi, pemerintah juga sedang menyiapkan layanan konsumen khusus IMEI di sistem CEIR, yang akan dikelola oleh pemerintah.

Wakil Ketua Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), Merza Fachys, juga mengusulkan hal tersebut karena masalah tentang IMEI diperkirakan tidak selalu berhubungan dengan nomor seluler, misalnya ketika baru membeli ponsel dan belum dimasukkan kartu SIM, namun, ponsel tidak bisa digunakan.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Di Tengah Pandemi, Kelas Melukis Virtual Bisa Jadi Hobi Baru
apahabar.com

Gaya

Berikut 4 Cara Merawat Bahan Pakaian Agar Tetap Awet

Gaya

3 Bahaya Menggandakan Akun WhatsApp yang Perlu Diketahui
apahabar.com

Gaya

Tak Banyak yang Tahu, Berikut Spot Camping di HSS yang Memanjakan Mata Pecinta Alam
apahabar.com

Gaya

Daftar Ponsel yang Meluncur Selama Pandemi Covid-19, Simak Ulasannya
apahabar.com

Gaya

Tekan Transmisi Covid-19 Baru, Buang Masker Sekali Pakai dengan Benar
apahabar.com

Gaya

Tips Menggoreng Ikan Lele yang Benar
apahabar.com

Gaya

Takut Covid-19 Saat Liburan, Ikuti Cara Agar Tak Tertular
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com