Tim Paman Birin Blunder Ancam Polisikan Warga Soal Banjir Terima Kasih Warga Banjarmasin, Korban Banjir Batola Terima Bantuan dari Posko apahabar.com Operasi SAR SJ-182 Dihentikan, KNKT Tetap Lanjutkan Pencarian CVR Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Talaud Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami Potret Seribu Sungai, Serunya Memancing di Jembatan Sudimampir Banjarmasin

Respon Wali Kota Palangka Raya Usai Izin PSBB Ditolak Kemenkes

- Apahabar.com Senin, 13 April 2020 - 18:57 WIB

Respon Wali Kota Palangka Raya Usai Izin PSBB Ditolak Kemenkes

Pemkot Palangka Raya sebagai foto ilustrasi. Foto-net

apahabar.com, PALANGKA RAYA – Wali Kota Palangka Raya, Fairid Nafarin merespon surat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI yang menolak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayahnya.

Ia mengaku tak mau ambil pusing terkait penolakan itu.

“Toh yang bakal dikerjakan di PSBB saja sudah sebagian diterapkan di lapangan,” kata Fairid kepada apahabar.com melalui whatsapp (WA), Senin (13/4).

Selama ini, pengajuan Palangka Raya untuk menerapkan PSBB tersebut tidak terdengar ke publik.

Namun Fairid mengaku, surat permintaan PSBB sejak awal April sudah dikirim. Selain itu juga telah ditembuskan ke Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

Uniknya, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran mengaku belum pernah menerimanya.

Ini terungkap saat video conference dengan seluruh kabupaten/kota, Senin (13/4).

Malah Sugianto meminta Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalteng, Leonard S Ampung, untuk mengecek surat tembusan tersebut.

Menurut Leo panggilan akrab Leonard, tidak pernah sama sekali menerimanya.

Sebaliknya kata Leonard, yang ada hanya surat pengawasan arus masuk dan Kota Palangka Raya.

“Saya minta bapak cek nanti. Tidak nyaman dengan pak wali kota. Supaya kita bersinergis. Hal ini sebetulnya hal kecil tapi agak menggelitik dan agak tidak nyaman,” timpal Leonard.

Terlepas dari itu, Kepala Dinas Kesehatan Kalteng dr Suyuti Syamsul menjelaskan, Pemkot Palangka Raya bisa langsung mengirimkan surat permohonan PSBB ke Kemenkes RI, tanpa melalui gugus tugas provinsi.
Tetapi, menurutnya surat tembusan tetap dikirim ke pemerintah provinsi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Palangka Raya dr Andjar mengaku surat pengajuan PSBB memang sudah dikirim, namun belum disetujui.

Nah kini, Menteri Kesehatan RI Letjen TNI (Purn) Terawan telah mengeluarkan keputusan menolak permintaan PSBB di Palangka Raya.

Keputusan menteri itu tertuang dalam surat bernomor SR.01.07/Menkes/243/2020 tertanggal 12 April 2020.

Disebutkan dalam surat itu, ada tiga kriteria yang mesti dipenuhi pemerintah daerah sebelum bisa di-PSBB.

Syarat itu antara lain, jumlah kasus atau jumlah kematian akibat penyakit meningkat, dan menyebar secara signifikan dan cepat ke beberapa wilayah; dan terdapat kaitan epidemiologis dengan kejadian serupa di wilayah atau negara lain. Selain kriteria itu pertimbangan lainnya adalah kesiapan daerah dalam aspek sosial, ekonomi, serta aspek lainnya.

“Berdasarkan hasil kajian epidemiologis dan aspek lainnya serta memperhatikan pertimbangan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah belum dapat ditetapkan PSBB,” jelas Letjen TNI (Purn) Terawan dalam secarik surat itu.

Sebaliknya, Kemenkes memberikan izin PSBB wilayah DKI Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi (Jabodebek).

Reporter: Ahc23
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Sejam, Api Berkobar Hebat di Belakang SMPN 1 Teweh
apahabar.com

Kalteng

Kabar Gembira, Wali Kota Palangka Raya Sembuh dari Covid-19
apahabar.com

Kalteng

Dinas Sosial Kalteng Salurkan Bantuan Tahap II untuk Ratusan Ribu KPM
apahabar.com

Kalteng

Viral Cerita Mistis Jembatan Tumbang Nusa, Ini Tanggapan Parada
apahabar.com

Kalteng

Sekda Kapuas Minta Satpol PP Stop Bangunan Sarang Burung Walet Baru
apahabar.com

Kalteng

Kapolres Barut Tinjau Posko Karhutla  
apahabar.com

Kalteng

Kapuas Waspada Rabies, Ratusan Hewan Piaraan Warga Divaksin
apahabar.com

Kalteng

Jokowi Dijadwalkan Tinjau Irigasi Rawa di Kalteng
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com