Usai Kios Pasar Kuripan Dibongkar, Pemkot Banjarmasin Incar Ruko dan TPS Veteran BMW M1 milik mendiang Paul Walker “Fast and Furious” Dilelang Rumdin Kepala Kemenag HSU Ambruk ke Air, Begini Nasib Penghuninya 2 Segmen Rampung, Jembatan Bailey Pabahanan Tala Sudah Bisa Dilewati Kenakan Sarung, Mayat Gegerkan Warga Ratu Zaleha Banjarmasin

Saat Covid-19, Ekspor Limbah Sawit Asal Kaltim Tembus Rp 80 Miliar

- Apahabar.com Rabu, 22 April 2020 - 06:00 WIB

Saat Covid-19, Ekspor Limbah Sawit Asal Kaltim Tembus Rp 80 Miliar

Ilustrasi industri perkebunan sawit. Foto-Dok Humas Pemprov Jambi

apahabar.com, JAKARTA – Di tengah pandemi Covid-19, ekpor limbah sawit asal Kaltim sukses meningkatkan volume ekspor di pasar global.

Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Samarinda pun mengapresiasi kinerja pelaku usaha di sub sektor perkebunan berupa Palm Kernel Expeller (PKE) atau produk olahan limbah sawit.

Berdasarkan permohonan sertifikasi karantina untuk ekspor PKE di Karantina Pertanian Samarinda, tercatat sebanyak 18,2 ribu ton dengan nilai ekonomi Rp 80,38 miliar pada triwulan pertama 2020.

Kepala Karantina Pertanian Samarinda Agus Sugiyono mengatakan, hal tersebut meningkat sepuluh kali lipat dibanding periode sama 2019 yang hanya berhasil membukukan sebanyak 1,7 ribu ton dengan perolehan nilai ekonomi Rp 14,4 miliar.

“Siapa menyangka kalau PKE yang merupakan limbah kelapa sawit yang diperoleh dari hasil proses pengolahan inti sawit menjadi minyak sawit dan dibuang percuma sebagai ampas industri minyak sawit bisa menjadi komoditas unggulan Samarinda,” kata Agus saat menyerahkan sertifikat kesehatan tumbuhan di Samarinda, Selasa (21/4/2020).

Agus menerangkan, PKE atau yang lebih dikenal dengan istilah bungkil kelapa sawit merupakan salah satu hasil produk turunan dari kelapa sawit berbentuk serbuk seperti tanah, biasanya digunakan sebagai pakan ternak di beberapa daerah di tanah air dan juga di pasar global.

Saat ini, negara peminat bungkil kelapa sawit juga terus bertambah. Dari data lalu lintas ekspor diwilayah kerjanya,

Agus menyebutkan pasar ekspor pada 2019 lalu hanya Vietnam dan Malaysia. Kini produk PKE asal Samarinda berhasil menembus pasar Thailand, Jepang, Malaysia, dan Cina.

Tren Ekspor

Sementara itu, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Ali Jamil menyampaikan, bahwa secara nasional tren sertifikasi ekspor PKE juga meningkat, baik secara volume maupun negara tujuan ekspornya.
Menurut Jamil, keberhasilan komoditas tersebut menembus pasar global merupakan pencapaian penting, ini lantaran masing-masing negara tujuan memiliki persyaratan teknis yang ketat.

“Untuk itu, kami selaku otoritas karantina terus lakukan penguatan kesisteman perkarantinaan, seperti fasilitas pemeriksaan baik sarana dan prasarana laboratorium, serta kemampuan petugasnya untuk dapat memastikan kesehatan dan keamanan produk sesuai protokol ekspor negara mitra dagang,” tuturnya. (Lip6)

Editor: Syarif

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Gegara Corona, Pengusaha Pelayaran di Kotabaru Terancam Gulung Tikar

Ekbis

Gegara Corona, Pengusaha Pelayaran di Kotabaru Terancam Gulung Tikar
apahabar.com

Ekbis

UPDATE 3 April: Minyak Naik, Rupiah Menguat
apahabar.com

Ekbis

IHSG Dibuka Menguat, Ditopang Kenaikan Wall Street dan Bursa Asia
apahabar.com

Ekbis

Pulihkan Ekonomi di New Normal, Repnas Kalsel: Mari Beli Produk Lokal
apahabar.com

Ekbis

Gara-Gara Mata Uang Regional, Rupiah Ikut Melemah
apahabar.com

Ekbis

Jelang Pengumuman Bank Sentral AS, Rupiah Berpotensi Tertekan
apahabar.com

Ekbis

Gairah di Tengah Pandemi, DM Beri Diskon Besar-besaran
apahabar.com

Ekbis

Mau Bisnis Kedai Kopi? Begini Perhitungannya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com