Hari Tahu Sedunia: Walhi Kalsel Desak Pemerintah Buka-bukaan soal Kontrak Tambang Raksasa Kilang Minyak Rp300 Triliun di Kotabaru Masih Angan-Angan Komandan Macan Kalsel ke Pembunuh Brutal Gambah HST: Serahkan Diri! Keselamatan Dijamin Ribut-Ribut Salah Tangkap Mahasiswa HMI Barabai Berakhir Antiklimaks Tinjau Penataan Sekumpul, Dirjen Cipta Karya Ngomel-Ngomel!

Saat Covid-19, WBP Lapas Karang Intan Pamer Kemampuan Mainkan Panting

- Apahabar.com     Sabtu, 11 April 2020 - 14:12 WITA

Saat Covid-19, WBP Lapas Karang Intan Pamer Kemampuan Mainkan Panting

Warga Binaan Permasyarakatan atau WBP Lapas Karang Intan unjuk kebolehan main musik panting. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Saat pandemi Covid-19, mempengaruhi aktivitas sehari-hari. Hal itu juga terasa di Lapas Khusus Narkoba Kelas IIA Karang Intan.

Saat ini Lapas Karang Intan lebih fokus dalam melaksanakan pembinaan internal. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan menggenjot latihan musik panting untuk melestarikan budaya Kalimantan Selatan.

Alhasil grup musik tradisional dengan nama “Intan Pengayoman”, para warga binaan mempersembahkan karya musik panting modern dengan judul Galuh Banjar.

Para warga binaan di bawah arahan Kepala Lapas Narkotika Karang Intan, Sugito begitu piawai memainkan alat musik tradisional ini.

Sugito membuktikan bahwa di tengah wabah Covid-19 dan saat menjalani masa hukuman tidak menyurutkan warga binaan dalam menghasilkan karya seni terlebih secara tidak langsung ikut melestarikan budaya daerah.

“Dengan program ini diharapkan para warga binaan memiliki kemampuan dalam berbagai bidang sesuai pembinaan sebagai bekal mereka dalam bermasyarakat nantinya usai menjalani masa hukuman,” ujarnya.

Selain musik, guna menyalurkan dan melatih keterampilan warga binaan yang sangat terbatas dalam berkomunikasi dengan sanak kerabat dan keluarga.

Aktivitas warga binaan juga diisi dengan kegiatan keterampilan budi daya ikan air tawar, bakery, pengelasan, pembuatan kain sasirangan, serta menanam tanaman palawija dan sayur mayur.

Sugito menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan saat ini cukup terbatas dan belum dapat melibatkan instansi luar.

Dengan demikian Lapas Karang Intan harus mengoptimalkan kegiatan-kegiatan tertentu untuk aktivitas para WBP.

“Pelatihan yang melibatkan pihak eksternal memang belum bisa dilaksanakan, tapi bukan menjadi alasan kami untuk tidak melaksanakan kegiatan pembinaan,” pungkasnya.

Dengan bekal keterampilan yang dimiliki para pegawai, Sugito mencoba memaksimalkan kegiatan pembinaan.

Pelatihan dan aktivitas para Warga Binaan Permasyarakatan atau WBP cukup penting dalam mendukung keamanan dan ketertiban di dalam Lapas.

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Prokes

Kalsel

Abai Prokes, 5 Warga Tabalong Terjaring Operasi Yustisi
apahabar.com

Kalsel

Cerita Sekda Said Akhmad Pernah Terima Gaji Rp 60 ribu hingga Nyambi jadi Sopir
apahabar.com

Kalsel

Sosok Pemuda Tabalong, Penyelundup 1 Kg Sabu di Mata Warga
apahabar.com

Kalsel

Duh, Hari Ini 14 Lagi Warga Kotabaru Positif Covid-19
Taspen

Kalsel

Taspen Kirim Ratusan Paket Sembako Bantu Korban Banjir Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Demi Uighur, “Urang” Banjar Rela Hujan-hujanan di Jalan
Antisipasi Corona, Ribuan Liter Disinfektan Basahi Kota Barabai

Kalsel

Antisipasi Corona, Ribuan Liter Disinfektan Basahi Kota Barabai
apahabar.com

Kalsel

Kado HUT HST, Tim Bongkar Kios Pasar Keramat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com