BREAKING NEWS Legenda Barito Putera Yusuf Luluporo Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun Geledah Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, KPK Amankan Uang dan Dokumen Waspada Penularan Covid-19 di Libur Panjang, Disdik Banjarmasin Imbau Pelajari Patuhi Prokes Bikin Haru, Simak Curahan Mama Lita MasterChef Indonesia Pasca-ditinggal Suami Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah

Saat Covid-19, WBP Lapas Karang Intan Pamer Kemampuan Mainkan Panting

- Apahabar.com Sabtu, 11 April 2020 - 14:12 WIB

Saat Covid-19, WBP Lapas Karang Intan Pamer Kemampuan Mainkan Panting

Warga Binaan Permasyarakatan atau WBP Lapas Karang Intan unjuk kebolehan main musik panting. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Saat pandemi Covid-19, mempengaruhi aktivitas sehari-hari. Hal itu juga terasa di Lapas Khusus Narkoba Kelas IIA Karang Intan.

Saat ini Lapas Karang Intan lebih fokus dalam melaksanakan pembinaan internal. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan menggenjot latihan musik panting untuk melestarikan budaya Kalimantan Selatan.

Alhasil grup musik tradisional dengan nama “Intan Pengayoman”, para warga binaan mempersembahkan karya musik panting modern dengan judul Galuh Banjar.

Para warga binaan di bawah arahan Kepala Lapas Narkotika Karang Intan, Sugito begitu piawai memainkan alat musik tradisional ini.

Sugito membuktikan bahwa di tengah wabah Covid-19 dan saat menjalani masa hukuman tidak menyurutkan warga binaan dalam menghasilkan karya seni terlebih secara tidak langsung ikut melestarikan budaya daerah.

“Dengan program ini diharapkan para warga binaan memiliki kemampuan dalam berbagai bidang sesuai pembinaan sebagai bekal mereka dalam bermasyarakat nantinya usai menjalani masa hukuman,” ujarnya.

Selain musik, guna menyalurkan dan melatih keterampilan warga binaan yang sangat terbatas dalam berkomunikasi dengan sanak kerabat dan keluarga.

Aktivitas warga binaan juga diisi dengan kegiatan keterampilan budi daya ikan air tawar, bakery, pengelasan, pembuatan kain sasirangan, serta menanam tanaman palawija dan sayur mayur.

Sugito menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan saat ini cukup terbatas dan belum dapat melibatkan instansi luar.

Dengan demikian Lapas Karang Intan harus mengoptimalkan kegiatan-kegiatan tertentu untuk aktivitas para WBP.

“Pelatihan yang melibatkan pihak eksternal memang belum bisa dilaksanakan, tapi bukan menjadi alasan kami untuk tidak melaksanakan kegiatan pembinaan,” pungkasnya.

Dengan bekal keterampilan yang dimiliki para pegawai, Sugito mencoba memaksimalkan kegiatan pembinaan.

Pelatihan dan aktivitas para Warga Binaan Permasyarakatan atau WBP cukup penting dalam mendukung keamanan dan ketertiban di dalam Lapas.

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Banjarmasin di Mata Letkol Inf Teguh Wiratama
apahabar.com

Kalsel

‘Door to Door’, Anggota Kodim 1002 Bagi Sembako
apahabar.com

Kalsel

Pengunjung Festival Durian Merasa Kena Prank, Begini Ceritanya

Kalsel

Tak Ada Klaster Unjuk Rasa, Peserta Aksi Demonstrasi di Banjarmasin Negatif Tes Swab
apahabar.com

Kalsel

Pelindo III Salurkan Puluhan Hewan Kurban untuk Warga Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

KPU Tala Bekali PPK Bimtek Coklik Data Pemilih
apahabar.com

Kalsel

Ini Usaha MAPPI Meningkatkan Kualitas Penilai
apahabar.com

Kalsel

Pembagian Daging Kurban di Masjid Sabilal Muhtadin Jaga Ketat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com